
Amanat.id- Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo menggelar Sosialisasi beasiswa dengan tajuk “Signature of Excellence: Branding Yourself as the Next GenBI Leader with Bank Indonesia” yang berlangsung di Gedung Teater Rektorat Kampus 3, Kamis (16/4/2026).
Ketua Umum GenBI Walisongo, Muhammad Arroyan mengatakan benefit yang didapat dari beasiswa bukan hanya uang saku, tetapi juga program pengembangan diri.
“Benefit yang didapat bukan hanya uang saku selama 2 semester, tetapi juga program pengembangan diri seperti leadership camp dengan relasi GenBI se-Jawa Tengah,” jelasnya.
Ia mengatakan jika pada tahun 2026 Beasiswa Bank Indonesia memiliki filosofi yang berbeda dari tahun sebelumnya.
“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada penerimaan beasiswa atas dasar bantuan sosial, tahun ini beasiswa BI berfokus pada peningkatan literasi kebanksentralan dengan mitra kerja perguruan tinggi,” ujarnya.
Arroyan melanjutkan, berkas administrasi Beasiswa BI 2026 terdapat sedikit perbedaan, yaitu dengan melampirkan slik Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Untuk persyaratan administrasi tahun ini ada sedikit perbedaan seperti adanya persyaratan administrasi slik OJK,” terangnya.
Menurut Arroyan, adanya persyaratan slik OJK sebagai upaya antisipasi penyalahgunaan dana beasiswa.
“Adanya persyaratan OJK pada beasiswa BI tahun ini dapat mengantisipasi penyalahgunaan beasiswa, karena pada dasarnya dana beasiswa bertujuan untuk penunjang pendidikan, bukan untuk berfoya-foya,” tegasnya.
Narasumber lain dalam kegiatan tersebut, Rizkia Nur Fitri Sukma memaparkan tips lolos beasiswa Bank Indonesia, di antaranya dengan memperbaiki Curriculum Vitae (CV).
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah memperbaiki CV, karena persaingannya bukan hanya di tingkat fakultas saja, melainkan universitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menghimbau untuk menghindari typo dalam penulisan dan penyampaian informasi tidak penting dalam CV ATS.
“Hindari typo dalam penulisan dan informasi tidak penting seperti hobi, karena pada dasarnya CV ATS adalah CV profesional, jadi informasi seperti hobi tidak begitu penting,” lanjutnya.
Rizkia memberikan tips penulisan Motivation Letter (motlet) harus bisa menarik dan meyakinkan.
“Langkah kedua adalah Motlet yang outstanding untuk menarik serta dapat meyakinkan pemberi beasiswa,” ujarnya.
Rizkia menyarankan bahwa calon penerima beasiswa harus menguasai materi kebanksentralan.
“Terakhir kuasai kebanksentralan, karena materi tersebut adalah hal fundamental yang sangat penting dalam wawancara,” ujarnya.
Reporter: M. Asrori Abdul Ghofur
Editor: Dinda Alfiani


