
Amanat.id– Pukul 09.30 WIB sebuah truk kontainer terguling diduga akibat rem blong mengakibatkan kemacetan di daerah turunan Silayur, Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, Jumat (10/4/2026).
Pegawai cuci motor, Agus yang melihat kejadian tersebut mengatakan jika truk melaju kencang dari arah atas.
“Awalnya truk melaju kencang dari arah atas hingga menabrak mobil merah di depannya sehingga terlempar ke seberang jalan dan terbalik. Setelahnya truk kontainer terlihat banting stir ke kiri dan menabrak mobil pick up L300 hitam kemudian truk terguling,” jelasnya.
Ia mengaku terkejut dan takut ketika melihat kejadian tersebut.
“Saya deg-degan dan takut, karena sudah dua kali melihat kecelakaan seperti ini,” akunya.
Agus menambahkan jika kecelakaan tersebut diakibatkan oleh rem blong pada truk.
“Tadi truk melaju tak terkendali dari atas, jadi sepertinya remnya blong,” ucapnya.
Penjaga toko, Wahyu mengatakan ia seketika terbangun ketika mendengar dentuman keras dari luar toko.
“Saya langsung terbangun ketika mendengar dentuman keras dari luar, kemudian langsung membuka pintu toko dan melihat tempat kejadian sekitar,” ucapnya.
Ia mengaku sempat melihat pengendara motor yang menjadi korban.
“Saya lihat pengendara motor itu tergeletak di depan halte, kemudian dibawa ke rumah sakit dekat sini,” jelasnya.
Akibat kecelakaan tersebut, lanjutnya, kemacetan terjadi hingga proses evakuasi selesai dilakukan.
“Evakuasinya sekitar empat jam, selama itu masih macet parah,” tuturnya.
Pedagang cilok, Ani mengatakan jika truk terlihat melaju kencang dari arah atas hingga menyerempet gerobaknya.
“Truk itu dari atas melaju kencang kemudian menabrak mobil merah dan mobil pick up, hingga mobil pick up tersebut menyerempet gerobak saya,” akunya.
Meski sempat syok, ia mengatakan berhasil ke tepian dan tidak terluka.
“Awalnya saya bengong, lalu karena takut saya jalan ke tepi, tapi gerobak saya terserempet,” terangnya.
Ia menuturkan bahwa gerobaknya mengalami kerusakan cukup parah.
“Kaca gerobak saya sampai pecah dan kerangka kayunya menjadi gepeng, sudah tidak layak pakai lagi,” jelasnya.
Dirinya mengatakan bahwa kecelakaan semacam ini sudah sering terjadi di turunan Silayur.
“Di sini memang sudah sering terjadi kecelakaan, saya sendiri menyaksikannya,” akunya.
Dari kejadian tersebut, Ani mengaku trauma hingga berencana pindah posisi jualan ke tempat lain.
“Saya takut kecelakaan ini terulang lagi, jadi akan pindah ke tempat lain, alhamdulillah saya masih diberi keselamatan,” tutupnya.
Reporter: Putri Natasya & Fadhil Fatin
Editor: Dinda Alfiani


