By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Diwarnai dengan Joget, Aksi Kekecewaan Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
RegionalVaria KampusWarta Mahasiswa

Diwarnai dengan Joget, Aksi Kekecewaan Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah

Last updated: 12 Februari 2024 9:32 pm
Nur Rozikin
Published: 12 Februari 2024
Share
SHARE
Diwarnai dengan Joget, Aksi Kekecewaan Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah
Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah, melakukan aksi di depan kantor gubernur Jawa Tengah, Senin (12/2/2024). (Dok. Khusus)

Amanat.id- Berbagai kumpulan masyarakat dan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah, terlihat melakukan aksi di depan kantor gubernur Jawa Tengah, Senin (12/2/2024).

Terik matahari yang begitu menyengat pada pukul 12.00 WIB, sekumpulan mahasiswa dan kalangan masyarakat dari berbagai lembaga tengah melakukan konvoi dari kantor pos kota Semarang hingga kantor gubernur Jawa Tengah. Aksi tersebut diakhiri pukul 17.00 WIB dengan wajah kekecewaan.

Salah satu mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Bagus Faiz mengaku terdapat kurang lebih 15 lembaga yang ikut terlibat dalam aksi tersebut.

“Ada sekitar lima belas lembaga kampus maupun Ormek (red. Organisasi mahasiswa ekstra kampus) dan LSM termasuk yang dari UIN Walisongo,” katanya.

Meskipun aksi telah berjalan sampai sore, dirinya mengaku aksi yang telah dilaksanakan tersebut tidak memberikan hasil yang maksimal. Hal itu karena tidak ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang berani menandatangani surat pemakzulan presiden Jokowi yang telah dibuat massa aksi.

“Anggota dewan yang turun hanya satu dari fraksi PDIP dan tidak berani untuk menandatangani surat pemakzulan presiden Jokowi,” ujarnya.

Bagus juga memaparkan jika dalam aksi tersebut memiliki lima tuntutan, antara lain pemakzulan jokowi, hentikan represifitas aparat, tegakkan supremasi hukum dan kedaulatan rakyat, wujudkan demokrasi yang berkeadilan, dan wujudkan perlindungan hak asasi manusia.

“Kami menuntut pertanggungjawaban tertinggi dari kepemimpinan negara atas berbagai kegagalan dalam menjaga prinsip-prinsip demokrasi, termasuk penyalahgunaan kekuasaan dan kebijakan yang merugikan rakyat,” ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan bahwasa penegakan hukum tidak sepatutnya tumpul ke atas. Bahkan, Bagus menyayangkan jabatan yang sekarang sedang digunakan penguasa malah digunakan untuk menindak rakyat yang lemah.

“Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, melayani kepentingan rakyat, bukan alat kekuasaan untuk menindas,” ujarnya.

Joget di Tengah Aksi

Berbagai kekecewaan diluapkan massa aksi lantaran tidak tercapainya tujuan dilakukannya aksi. Dari mulai pelemparan celana dalam, bakar ban bekas, mencoret jalan raya dengan pylox bahkan aksi joget-joget di depan pagar pun dilakukan.

Tak hanya massa aksi, sebuah video yang beredar dengan durasi 13 detik terlihat salah satu aparat kepolisian yang bernama Juliana ikut melakukan joget di balik pagar.

Salah satu massa aksi yang tidak ingin di sebut namanya merasa malu atas perilaku salah satu aparat kepolisian. Menurutnya, pihak kepolisian sepatutnya berpihak kepada rakyat.

“Malu, polisi seharusnya mengayomi malah berperilaku seperti itu di depan masa aksi yang notabene nya sedang menyampaikan keresahan. Pihak aparat tanpa malu memperlihatkan hal seperti itu, di situ menunjukkan bahwa mereka tidak lagi pro dengan suara rakyat,” katanya.

Salah satu mahasiswa lain yang mengikuti aksi, Habib Ali Ghaza merasa hal dilakukan salah satu pihak kepolisian tersebut tidak baik untuk ditiru. Meskipun yang dilakukan mengarah untuk ice breaking, namun dirasa hal tersebut bukan semestinya dilakukan.

“Benar, ada polwan yang joget-joget, kurang adab banget mas ibunya, tidak baik untuk ditiru mahasiswa,” ungkapnya.

Reporter: Nur Rzkn

Omnibus Law Jadikan Negara Tak Bisa Melindungi Perempuan
Minim Persiapan, Tim Futsal Putra IMPARA Juara I Piala Orda Walisongo (POW) 2018
Terapkan Efisiensi Anggaran, UIN Walisongo Berlakukan WFH dan Kuliah Online Tiap Jumat
SKM Amanat Resmi Luncurkan Aplikasi Android
Masdar Farid: Jangan Bawa Isu SARA dalam Kampanye
TAGGED:Aksi Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengahaksi di gubernuran jawa tengahAksi Kekecewaan Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Buku

[Resensi Buku] Pembacaan atas Novel Orhan Pamuk: The Red-Haired Woman

Redaksi SKM Amanat
23 September 2020
Baikkah Spotlight Effect Melekat pada Diri Kita?
Maraknya Tren “Cancel Culture”; Seberapa Parahkah?
Rena Selvia Berhasil Raih Skripsi dan Wisudawan Terbaik FSH Sekaligus Universitas 
Fauzi Akbar Buktikan Bisa Menjadi Hafidz Sekaligus Wisudawan Terbaik FST
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Diwarnai dengan Joget, Aksi Kekecewaan Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Diwarnai dengan Joget, Aksi Kekecewaan Aliansi Masyarakat Sipil Jawa Tengah
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?