Titik Cahaya

1 Min Read
ilustrasi foto Titik Cahaya (pinterest.com)

 

Sumber ilustrasi: Pinterest.com

Senja yang kau tiup telah padam petang tadi

Keheningan membungkus tawa anak-anak
Tawa yang putar bersama meredupnya cahaya
Lalu terlelap mejadi gelap

Tak ada ruang untuk tangis bernyanyi
Suaranya hilang entah dirampas siapa
Mereka hanya berjalan sebagai mayat
Tak lagi melihat
Tak lagi mendengar

Kekasihku,
Simpan air mata untuk kegelapan ini
Mata airku telah habis tak sanggup lagi membasuhnya
Dipaksanya mengalir pada sungai-sungai entah milik siapa

Kekasihku, jangan menangis..
Mari nyalakan sepasang lilin
Kehidupan baru akan lahir
Dari dua titik cahaya

Mohammad Azzam Ashari,
Mahasiswa asal Kendal. Lurah kampoeng sastra Soeket Teki.

Share This Article
Follow:
Diam diam diam bicara