By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: [Resensi Film] Keluarga Imigran Bermimpi Lebih Baik di Negeri Orang
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Film

[Resensi Film] Keluarga Imigran Bermimpi Lebih Baik di Negeri Orang

Last updated: 26 Mei 2022 6:45 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 26 Mei 2022
Share
SHARE
Poster Film Minari
Poster Film Minari (sumber: franceinfo)

Satu keluarga nekat pindah ke Amerika dengan harapan memiliki kehidupan yang lebih baik. Mereka mencoba bertahan sebagai orang asing di lingkungan baru yang jauh dari asalnya. Kisah keluarga Korea yang melakukan imigrasi ini diceritakan dalam film Minari.

Cerita yang diangkat dari kehidupan sang sutradara, Lee Isaac Chung masuk 6 nominasi di Academy Awards ke-93 atau Oscar tahun 2021.

Film produksi A24 dan Plan B Entertaiment menceritakan sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri, Jacob (Steven Yeun) dan Monica (Han Ye-ri). Serta kedua anaknya Anne (Noel Kate Cho) dan David (Alan Kim).

David didiagnosis mengidap lemah jantung. Kondisi keuangan keluarga juga tidak terlalu baik, sehingga Jacob berinisiatif pindah ke Amerika dan menyusun rencana untuk menjadi petani yang sukses. Tentu rencana mereka tidak berjalan mulus seperti yang dibayangkan. Permasalahan mulai muncul ketika Monica tidak puas dengan lingkungan baru yang dipilih Jacob.

Minari tak hanya menceritakan konflik keluarga tetapi juga menceritakan kisah perjuangan mereka untuk terus bertahan hidup di negeri asing. Merefleksikan ketangguhan Minari atau dikenal dengan selada air. Minari menjadi simbol ketika terpuruk maka satu-satunya pilihan adalah bangkit dan melanjutkan hidup.

Pada beberapa bagian adegan film ini sangat riil bahkan menyerupai film dokumenter. Interaksi antara Jacob dan rekan kerjanya, Paul (Will Patton), terasa seperti obrolan sehari-hari yang tidak dibuat-buat.

Dalam Minari, karakter pendukung Soo-ja (Youn Yuh Jung), Ibu Monica mendapat penekanan pada peran yang dimainkan. Dengan karakter yang dibawakan membuat dada sesak sekaligus melegakan. Tak heran jika ia menang katagori Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di BAFTA dan SAG Awards.

Kendati kualitas pemerannya yang mumpuni, film ini memiliki alur yang lambat sehingga bisa membuat penonton merasa bosan. Hal ini juga membuat penonton kesulitan menangkap pesan tersirat yang ingin disampaikan. Setiap adegan yang ditayangkan terasa lama dan tidak begitu menegangkan.

Terlepas dari cerita film yang khas drama keluarga, film Minari ingin mengajak kita melihat kembali perjuangan yang dilakukan untuk keluarga. Seringkali ada kesalahpahaman, keputusaasaan, tetapi tetap harus saling memahami sebagai keluarga.


Judul Film: Minari
Genre: Drama
Produser: Dede Gardner, Jeremy Kleiner, Christina Oh
Sutradara: Lee Issac Chung
Penulis Naskah: Lee Isaac Chung
Durasi: 1 jam 55 menit
Rilis: 21 April 2021 (di Indonesia)
Resentator: Falenti

Bukan Sekadar Komentar, Mengkritik Film itu Harus Bijak
Recall Reformasi Melalui Mockumentary
Kim Ji Young Born 1982, Adaptasi Novel yang Menuai Kontroversi
Kisah Hawa dan Dunia Zombi
The Night Comes for Us: Banjir Darah Manusia
TAGGED:drama koreafilm keluargaresensi film
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Tim Rewo-rewo FSH Bertekad Tak Rasis Saat Orsenik 2017

Fika Eliza
22 September 2017
Tingkatkan Mutu Lulusan, Prodi Manajemen Dakwah Adakan BenchMarking
Beberapa Maba UIN Walisongo Keluhkan Tidak Adanya Opsi Angsuran dari Program Ma’had
Mahasiswa Gizi Adakan Festival Kopi Perdana di UIN Walisongo
Penggabungan UKM Masih Belum Jelas, Beberapa Ormawa UIN Walisongo Beri Tanggapan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: [Resensi Film] Keluarga Imigran Bermimpi Lebih Baik di Negeri Orang
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: [Resensi Film] Keluarga Imigran Bermimpi Lebih Baik di Negeri Orang
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?