By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Gelar Diskusi Publik, LBH Semarang Soroti Eksploitasi Pekerja Suara Merdeka di Ruang Redaksi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
SKM AmanatVaria Kampus

Gelar Diskusi Publik, LBH Semarang Soroti Eksploitasi Pekerja Suara Merdeka di Ruang Redaksi

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang menggelar diskusi publik guna menyoroti Eksploitasi Pekerja Suara Merdeka termasuk pemotongan gaji, keterlambatan upah, hingga PHK

Last updated: 30 April 2026 3:41 pm
Nijam
Published: 30 April 2026
Share
SHARE
diskusi publik, lbh semarang, aliansi jurnalis independen, aji semarang, eksploitasi pekerja suara merdeka
Beberapa peserta diskusi tengah berfoto bersama di Auditorium I kampus 1 UIN Walisongo, Rabu (29/4/2026). (Dok. Istimewa).

Amanat.id- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang menggelar diskusi publik dengan tema “Mereka yang Dieksploitasi di Ruang Redaksi: Realita Pengangkangan Hak-hak Pekerja Suara Merdeka” di Auditorium I kampus 1 Universitas IsIam Negeri (UIN) Walisongo, Rabu (29/4/2026).

Anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang, Iwan mengatakan sampai saat ini situasi jurnalisme di Semarang cukup mengkhawatirkan.

“Situasi jurnalisme di Indonesia khususnya di Jawa Tengah dan Semarang memang cukup mengkhawatirkan,” ucapnya.

Iwan memaparkan hasil riset AJI Indonesia mengenai kasus PHK jurnalis yang beberapa kali mengalami kenaikan.

“Aji Indonesia melakukan riset bahwa pada tahun 2023 jumlah jurnalis yang mengalami PHK sampai seribuan orang, kemudian pada tahun 2024 angkanya turun yaitu sekitar 373 kasus, pada tahun 2025 kembali naik yaitu diangka 573,” paparnya.

Iwan mengungkapkan sebenarnya masih banyak jurnalis yang terkena PHK tetapi belum terdata.

“Teman-teman saya banyak kena PHK tapi mereka tidak terlaporakan dalam pendataan. Artinya kasus serupa sebenarnya lebih banyak,” tuturnya.

Ia bekerja di Suara Merdeka sejak 2003 sempat hidup stabil selama sembilan tahun, lalu mengalami kesulitan sejak 2013.

“Saya sebagai pekerja Suara Merdeka sejak tahun 2003. Selama sembilan tahun lumayan untuk kehidupan. Tapi sejak 2013 saya mengalami masa guncang,” ujarnya.

Ketika itu, terdapat kendala mulai dari gaji yang tersendat sampai pemotongan gaji karyawan.

“Saat itu gaji mulai tersendat, hingga akhirnya ada memorandum dari perusahaan yang tidak dibicarakan dengan karyawan bahwa gajinya dipotong 45%,” jelas Marlan.

Menurut Marlan, pemotongan gaji tersebut akhirnya berakibat pada pemberian Tunjangan Hari Raya (THR).

“Hingga saat ini THR masih 50% dari 55% gaji,” ucapnya.

Marlan juga mengalami penundaan pemberian gaji, bahkan sempat tidak mendapatkan sepeser pun.

“Di kemudian hari kami mengalami gaji yang tertunda yang awalnya sebulan yang berlarut-larut hingga 6 bulan ketika pertama kali lapor. Bahkan kini sudah satu tahun tidak mengalami gaji apa pun,” tuturnya.

Pekerja Suara Merdeka yang lain, Aris berpendapat bahwa keadaan Suara Merdeka saat ini adalah akibat dari manajemen perusahaan yang buruk.

“Suara Merdeka menjadi seperti ini semata karena manajemen yang tidak jelas,” ucapnya.

Aris menegaskan bahwa seharusnya negara memiliki pengawas ketenagakerjaan untuk memastikan perusahaan dapat beroperasi dengan baik.

“Negara tidak hadir dalam lingkup ini. Harusnya negara hadir dengan memberikan pengawas ketenagakerjaan. Kalau fungsi pengawasan itu berjalan dengan baik, pasti perusahaan juga akan baik,” ujarnya.

Menurutnya, sekalipun ia melakukan suatu aksi tetap tidak banyak media mainstream yang berani memuat.

“Ketika kita melakukan aksi atau apa pun, tidak banyak media yang berani memuat. Karena secara tidak langsung antar-media itu saling memahami, tidak mau mencampuri orang lain,” tuturnya.

Aris mengimbau kepada para mahasiswa untuk membangun media alternatif khususnya di Semarang.

“Maka penting bagi para mahasiswa membangun media alternatif di Semarang sendiri, untuk melawan hegemoni dari media mainstream yang kondisinya sudah tidak jelas ini,” imbaunya.

Perwakilan Pers Mahasiswa, Pimpinan Umum Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat, Moehammad Alfarizy menyoroti relevansi pers mahasiswa saat ini.

“Di kalangan pers mahasiswa sendiri muncul perdebatan bahwa sebenarnya pers mahasiswa itu masih relevan atau tidak. Itu menurut saya cukup membangkitkan dialektika,” tuturnya.

Menurut Alfarizy, maraknya informasi yang berasal dari jurnalisme warga dapat menyebabkan pergeseran peran media.

“Peran media sekarang seakan-akan bergeser. Misalnya ketika ada kecelakaan lalu lintas, kebanyakan akan menggunakan jurnalisme warga atau orang yang merekam langsung kejadian itu,” ujarnya.

Menyikapi peristiwa eksploitasi yang dialami para pekerja Suara Merdeka, Alfarizy menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan tindakan alienasi atau pengasingan.

“Mengenai eksploitasi yang dilakukan oleh perusahaan media terutama Suara Merdeka yang mempunyai hak dan kewajiban untuk memberikan gaji atau tunjangan sementara itu tidak dipenuhi, berarti perusahaan media itu sudah melakukan semacam alienasi para pekerjanya,” tutupnya.

Reporter: Nijam

81% Mahasiswa Lulus Tepat Waktu, Imam Taufiq: Ini Suatu Kebanggaan
Gema Cup 2022: Turnamen Futsal se-Semarang sekaligus Branding FPK
Ini Rangkaian Acara Anniversary FUPK ke-12
Hidup Susah Tidak Harus Melangkah ke Arah yang Salah
SKM Amanat Adakan Workshop Jurnalistik di Jepara
TAGGED:aji semarangaliansi jurnalis independendiskusi publikeksploitasi pekerja suara merdekaheadlinelbh semarang
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
bulan syaban
Artikel

Sya’ban, Bulan Istimewa yang Sering Dilalaikan

Mukhayatul Khoiroh
26 Maret 2020
Polisi Tembakkan Gas Air Mata saat Aksi, Pedagang Terkena Imbasnya
Untuk Pertama Kalinya Colour Fun Meriahkan PBAK
Sumpah Pemuda: Awal Munculnya Lagu Indonesia Raya ke Permukaan
Mahendra; GERKATIN sebagai Pejuang Kesejahteraan bagi Sahabat Tuli dan Tunarungu
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Gelar Diskusi Publik, LBH Semarang Soroti Eksploitasi Pekerja Suara Merdeka di Ruang Redaksi
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Gelar Diskusi Publik, LBH Semarang Soroti Eksploitasi Pekerja Suara Merdeka di Ruang Redaksi
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?