Pejuang Lansia

1 Min Read
(Dokumen Amanat)
(Dokumen Amanat)

Matanya lekat pada kayuh unta tua
Kaki lusuh menjepit sandal
kusut nampak tak berdaya
Hitam nan keriput
tanda persanggaanmu dengan surya
Sebongkah rumput tak luput kau bawa
Sebagai kado terindah untuk sang domba

Aku tahu
Sedari subuh kau bekerja
Sedangkan aku masih terlelap
Dalam mimpi yang tak bermuara

Memang dungu
Waktuku terbuang percuma

Semarang, 1 Maret 2019

Syarif Marzuki
Pemuda kelahiran Kendal
Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki

Share This Article