By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Ahmad Tohari: Asalkan Mau Berproses, Semua Orang Bisa Jadi Sastrawan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Ahmad Tohari: Asalkan Mau Berproses, Semua Orang Bisa Jadi Sastrawan

Last updated: 16 Maret 2020 12:06 am
Ibnu A
Published: 7 Desember 2018
Share
SHARE
Ahmad Tohari sastrawan Indonesia saat mengisi acara Dialog Sastra SKM Amanat, di Auditorium 1 Kampus 1 UIN Walisongo Semarang, Kamis (6/12/2018) (Amanat/Fitriya).

Amanat.id – Sastrawan Indonesia, Ahmad Tohari dan tokoh seni pilihan tempo 2015, Tritanto Triwikromo hadir sebagai pembicara dalam acara Launching dan Dialog Sastra yang diadakan Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat, Kamis (6/12/2018).

Acara yang bertempat di Auditorium I Lantai 1, Kampus 1 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang tersebut dibuka dengan peluncuran majalah sastra Soeket teki dan Aplikasi SKM Amanat oleh Wakil Rektor III, Suparman Syukur.

Pada awal Dialog, Ahmad Tohari mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi sasrtrawan apabila mau berproses.

“Prosesnya itu dimulai dari menyakini sastra itu penting, kemudian kegiatan membaca, menambah bacaan sastra, berdiskusi, dan terus menulis,” tuturnya.

Menurutnya, proses seseorang menjadi sastrawan itu melalui tahapan tahapan yang tidak instan, seorang sastrawan harus memahami proses – prosesnya mulai dari hal dasar dengan menyadari bahwa sastra itu penting.

“Yang dasar yaitu bahwa sastra itu penting, baik untuk kehidupan sosial, untuk peradaban dan yang terpenting untuk bangsa itu sendiri” kata penulis novel Ronggeng Dukuh Paruk itu.

Ia menjelaskan tahapan setelah menyadari pentingnya sastra, Ia menyarankan untuk sering membaca karena seorang pembaca yang baik akan merepresentasikan sebagai penulis yang baik

“Ya kalau malas membaca harapannya kecil, semakin banyak bahan yang dibaca membaca akan berpengaruh pada tulisan anda,” tambahnya.

Proses selanjutnya yang ia sarankan adalah sering berdiskusi setelah itu menambah bahan bacaan dan mulailah mencoba untuk terus menulis .

Ia menghimbau sikap yang harus sastrawan miliki adalah jangan mudah puas diri karena merasa puas diri akan menjadi racun yang tidak baik bagi sastrawan.

“Kalau mudah berpuas diri itu racun, kalian harus hindari itu,” himbaunya.

Menurut Tohari sastra Indonesia jika dilihat dari jumlah karya dan penulisnya disetiap daerah pasti ada sastrawan, jadi tidak perlu khawatir.

“Perkara belum mendapat kesempatan melejit, itu masalah lain. Intinya sastrawan Indonesia sudah ada di mana-mana,” ungkap pria yang akrab dengan sapaan ‘Kang’ itu.

Diakhir pembicaran pria yang pernah menjabat sebagai redaktur harian merdeka menambahkan, sastrawan itu hanya bisa ada apabila dengan menggunakan bahasa sebagai wahana.

“Sebab jika tidak menguasai bahasa Indonesia dengan baik, bagaimana mungkin menjadi seorang penulis yang dibutuhkan. Karena sajian kebahasaan sangat di butuhkan pada sastrawan.” tambahnya.

Lebih lanjut, di akhir pembicaraanya ia berpesan kepada para peserta dialog untuk terus melakkukan proses tersebut seperti membaca, berdiskusi lalu menulisnya.

“Usia kalian kan masih 20 tahunan, itu langkah dini kalian untuk menjadi sastrawan, bayangkan usia saya sudah 71 tahun, sudah banyak hambatan. Saya pusing kalu lama-lama di depan monitor, kalau nulis malam saya harus sering sering ke kamar kecil untuk kencing,“ pesannya.

Hal ini di ungkapkan juga oleh Triyanto Triwikromo sebagai pembicara kedua, bahwa krisis bukan pada kesusastraan Indonesia tetapi kesusastraan masyarakat Indonesia.

“Karena bahasa Indonesia sekarang sudah terkikis dengan bahasa internet yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat Indonesia.” katanya.

Reporter: Nur Ainun L, Ibnu A.

Berbekal Bukti Pelanggaran, Sejumlah Mahasiswa Ilmu Hukum Gugat Hasil Pemilwa 2017
Pemilwa 2021, Dua Paslon Perebutkan Kursi Dema-U
Ini Persiapan UKM Musik Menjelang Konser Simfoni XIII GITA ANANTA
Honi Havana: 3 Syarat Utama untuk Jadikan UIN Walisongo Kampus Pancasila
Gelar Diskusi Publik, LBH Semarang Soroti Eksploitasi Pekerja Suara Merdeka di Ruang Redaksi
TAGGED:ahmad toharidialog sastrakarya sastra
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
UKT, Kenaikan UKT, Kenaikan UKT 2024, Biaya kuliah, Penetapan besaran UKT, UKT Perguruan Tinggi
Opini

UKT, Momok dalam Dunia Pendidikan

Redaksi SKM Amanat
12 Juli 2024
Jangan Tanya Kapan Nikah
Tanggapan Para Pengunjung Terhadap Bintang Tamu UIN Walisongo Bersholawat
Gagal Target 7 Semester, Agussulistyanafta Tetap Jadi Wisudawan Terbaik FUHum
Tambah Beban karena Tapera
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Ahmad Tohari: Asalkan Mau Berproses, Semua Orang Bisa Jadi Sastrawan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Ahmad Tohari: Asalkan Mau Berproses, Semua Orang Bisa Jadi Sastrawan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?