By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sajak-sajak Hasan Tarowan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Uncategorized

Sajak-sajak Hasan Tarowan

Last updated: 16 Desember 2016 6:25 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 16 Desember 2016
Share
SHARE

 

Ilustrasi: blogyounameit.files.wordpress.com

membakar rindu  

Kalau bukan lantaran rindu
kubuang secarik kertas ini
Untuk apa masih melukis wajah 
Yang mengundang hujan 

Andai kau dengar serak rindu-menderu
Tak ada lagi suara-suara dan sebuah jalan
Agar kau merasai rindu 

Kasih,
Kalau bukan lantaran rindu
Sudah kubakar kenang senyummu
Seperti kau bakar ingatan
Tentang aku 

2015

memiliki mawar  

Memiliki mawar yang terangkai di tanganmu adalah
kediaman
Setelah aku mati seperti tualang singgah, menziarahi
kembang,
Kuntum mawar penawar luka 

Duh, jiwa yang pecah. Kembang tanpa tangkai adalah
jilat petir
Di mata harimau lapar
Bagian tubuh mana yang datang lebih dulu? 

Melepas lilitan kain penghalang sebelum menikmati
jilat petir
Jadi sewarna lukisan mawar di tanganmu
Tempat yang begitu ingin kutitipi sauh, sebelum kau
mati 

2015

mengapa kau diam?  

Tiada suatu yang berhembus dari napasmu
Kecuali kisah tentang takdir:  

Mengapa kau terus diam, kasih? 
Ketika aku telah memaksa tuhan
menghadiahkan
Segala cemas dan wangi rambutmu untukku saja.

2015

candu perih  

I
Tak perlu yang lain untuk mencintaimu
Juga kau. Merasakan luka dari nyala api,
Laut tanpa gelombang
Karang tak berbatu
Dongeng angin mati, tanpa perih 

II
Suaranya mengiang, menyelinap
Lewat jendela kamar
Menembus ekstase
Kemana aku pergi jika aku mabuk
susuk luka. Lalu tembus ke rongga

III
Duh kasih,
Kau kah yang menghantam jiwaku
dengan seribu candu keningmu? 

IV
Duh, Gusti yang menyaru badai
Berdeburlah ke dadaku
Menghapus nama, menghapus luka 

2015  

tiba-tiba kita saling melupakan  

Adakah yang lebih menenangkan dari kedatangan
yang tiba-tiba?
Menelusup. Mememenuhi hati tanpa ruang tunggu 
Seperti musyafir di persinggahan, dengan jejak yang
ditinggalkan 

Kepada orang asing di tengah ramai. Yang melukis
rupa-rupa
perkenalan.  

”Gambar siapa di korneaku?” katamu di suatu ketika.  

Aku terkesiap seperti lelaki, saat marahmu lindap
Ditelan bulan. Napas kita memburu diantara tanda
lahir 
di punggung. 
Sehabis purnama, kita saling melupakan 

2015

HASAN TAROWAN, lahir di Desa Muncek timur lenteng sumenep tanggal 13 Pebruari 1995. tumbuh dengan nama Moh. Hasan Bin Abdul Ghafur. Masa sekolah dia habiskan dengan menuntut ilmu agama di Pondok pesantren Mashlahatul Hidayah Errabu Bluto Sumenep Madura. Kini dia aktif di Surat Kabar Mahasiswa (SKM) Amanat UIN Walisongo.
Belajar menulis bersama komunitas Kampoeng sastra Soeket Teki Semarang. juga pernah menjabat sebagai Lurah Kampoeng sastra Soeket Teki tahun 2014/2015. Puisi-puisinya terbit di beberapa koran kampus, serta media online dan sosial media. Selain puisi ia juga menulis cerpen, essai, artikel dan opini. Saat ini Penulis masih tercatat sebagai Mahasiswa Jurusan Hukum Pidana dan Politik Islam UIN Walisongo Semarang.

Abdul Ghofur Prioritaskan Green Campus, Riset, dan Penguatan SDM dalam Debat Calon Rektor UIN Walisongo
Sore Itu
Acara Public Hearing DEMA UIN Walisongo, Upaya Tingkatkan Kinerja Ormawa
Tabloid Amanat 79 | November 1999
Parkir Sembarangan, Motor Mahasiswa Ini Digembesi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Milenial

7 Cara Atasi Homesick Anak Rantau Saat Ramadan

Redaksi SKM Amanat
8 Mei 2019
Catat Tanggalnya, Gold Pencil Gelar Semarang Cartoon Camp
Ajeng Selvia Maharani Raih Wisudawan Terbaik FISIP setelah Teliti Petilasan Cikal Bakal Kabupaten Pati
Menuju UIN Walisongo Unggul, Rektor Lantik 104 Pejabat Struktural
Antusiasme Lomba , Wujud Eksistensi BITA dalam Perayaan Dies Natalis ke-29
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sajak-sajak Hasan Tarowan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Sajak-sajak Hasan Tarowan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?