Hingar-Bingar

1 Min Read
Ilustrasi dua orang sedang berbincang. (istockphoto.com).
hingar-bingar, kampoeng sastra soeket teki, puisi soeket teki, puisi skm amanat, skm amanat
Ilustrasi dua orang sedang berbincang. (istockphoto.com).

Adakah yang mampu menerjemahkan kericuhan
Adakah yang mampu menghentikan kegagapan
Saat detik meledak dan mengepulkan huru-hara
Didepan gedung kantor perwakilan
Saat nafas merundung sunyi dari luka
Dan menjebaku dalam kebekuan

Diantara teriakan yang digemborkan karna keadilan
Semburan air memecah keriuhan dalam degupku dan gemuruh api menerjang bola mata kedalam seberkas kilat bibirmu
Membawanya menari-nari, melentingkannya ke angkasa

kau seperti menggiringku kedalam peta
Dan aku akan ikut, takkan menolak
Didalam, kita menyapu kanvas dengan hal-hal yang kita suka

Kau melukiskan gunung
Sementara aku menambahkan aliran sungai yang tak ada ujungnya
Agar kita merdakan teriakan yang pernah ada.
Tak lupa aku menggoreskan sekotak persegi serta pancaran mentari bersama
Sebagai tempat kita menua dan berpulang selamanya

Waroeng 88, 22 April 2025
Muhammad Geizka Arielta  (Warga Kampoeng Sastra Soeket Teki)

Share This Article