By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Alihkan Kekurangan dan Fokus pada Kelebihan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
KesehatanNasionalSosok

Alihkan Kekurangan dan Fokus pada Kelebihan

Last updated: 23 Desember 2023 11:31 pm
Nur Rozikin
Published: 23 Desember 2023
Share
SHARE
Faradhela Happy Rahmadani, Penyandang Disabilitas Fisik, Komunitas Sahabat Difabel Semarang, Harlah ke-6 LKS-BMh
Foto Faradhela Happy Rahmadani (kanan) saat mengisi sharing session dalam Harlah ke-6 LKS-BMh, Sabtu (23/12/2023). (Amanat/Fathur).

Faradhela Happy Rahmadani, penyandang disabilitas fisik yang terus menggeluti dalam dunia seni. Dirinya bahkan pernah berperan aktif sebagai ketua panitia dalam acara Pemekaran Hasil Karya Lukisan di Hari Peringatan Disabilitas Internasional yang diselenggarakan di area Dinas Sosial Jawa Tengah pada 10 Desember 2023.

“Kenapa kita selalu memikirkan kekurangan. Kenapa kita tidak fokus pada kelebihan kita untuk mengembangkannya,” ucap Fara ketika menghadiri Harlah LKS-BMh Jawa Tengah, Sabtu (23/12).

Itulah kutipan yang selalu dipegang bahkan menjadi semangat tersendiri bagi Fara dalam menjalani hari-harinya.

Fara, terlahir dengan normal bahkan menyapa dunia seperti teman-temannya pada umumnya. Bermain, belajar dengan riang gembira ketika dirinya menduduki bangku sekolah dasar (SD).

Keriangan itu ternyata tidak melekat lama di wajah Fara. Badannya mulai merasakan panas tinggi berulang kali, bahkan sendinya mulai mengalami pembengkakan.

Berbagai gejala telah menimpa Fara ketika duduk di kelas 4 SD. Namun, waktu itu tidak ada yang tahu ketika dirinya telah mengalami penyakit rheumatik anak.

“Saat itu belum tahu kalau ada penyakit rheumatik anak. Sendi mengalami pembengkakan,” ucapnya.

Menurut Fara, penyakit yang dialaminya itu akan sering kambuh, meskipun ketika tidak kambuh dirinya dapat berjalan seperti biasa.

Fara mengaku jika orang-orang yang mengalami penyakit yang sama dengan dirinya akan lebih senang duduk daripada harus diminta untuk berdiri.

Pemalu yang Telah Hilang

Faradhela Happy Rahmadani, sering kali merasa malu atas apa yang hendak dijalaninya. Bahkan, ketika hendak berinteraksi dengan orang lain, dirinya selalu merasa ketakutan.

Namun rasa malu dan takut itu, kini telah dikalahkan Fara ketika mulai masuk di komunitas difabel.

Dirinya mengaku mulai percaya diri, ketika banyak belajar di Komunitas Sahabat Difabel (KSD) Semarang, terlebih pada public speaking.

“Mulai percaya diri, ketika masuk di komunitas,” katanya.

Berbagai kegiatan positif terus dilakukannya, meskipun banyak penolakan sering dialami Fara.

Fara mengaku dukungan dari keluarga sangat berpengaruh bagi orang-orang seperti dirinya untuk terus berkembang.

Di akhir kisah, Fara memberikan keyakinan kepada semua orang untuk tetap melanjutkan kehidupan dan terus berkembang.

“Saya percaya Allah menciptakan makhluknya dengan sempurna. Ingin membanggakan orang tua saya karena selalu men-support saya. Meskipun orang diluar sering terjadi penolakan,” pungkasnya.

Reporter: Nur Rzkn

Tips Agar Mata Tetap Sehat Meski Bekerja di Depan Komputer
One Hope Two Goals
Syamsul Ma’arif Paparkan 3 Strategi Dakwah Walisongo
Manusia dan Kehendaknya untuk Bebas
Anis Setiyawati Berhasil Raih Predikat Wisudawan Sekaligus Skripsi Terbaik FISIP
TAGGED:faradhela happy rahmadanifokus pada kelebihankomunitas sahabat difabel semaranglks bmh jatengpenyandang disabilitas fisik
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Tim voli putra febi korelasi 2022
KORELASIKorelasi 2022ORSENIKUIN WalisongoVaria Kampus

FEBI Raih Juara 1 Cabor Voli Putra dalam Ajang Korelasi 2022

Redaksi SKM Amanat
7 Oktober 2022
Dugaan Plagiasi Rektor UIN Walisongo hingga Pencatutan Nama, Korban Beri Tanggapan
Kontestasi Gender dalam Berpolitik: Bentuk Revolusi Lawan Patriarki
Rektor UIN Walisongo Lepas 97 Atlet Pioner IX ke Malang
Terinspirasi Pemikiran Socrates, Antarkan Iffah Raih Predikat Wisudawan Terbaik FUHUM
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Alihkan Kekurangan dan Fokus pada Kelebihan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Alihkan Kekurangan dan Fokus pada Kelebihan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?