By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Studium General Pascasarjana UIN Walisongo Perdalam Islam and Citizenship Education
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Studium General Pascasarjana UIN Walisongo Perdalam Islam and Citizenship Education

Last updated: 31 Maret 2022 4:29 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 31 Maret 2022
Share
SHARE
Pascasarjana UIN Walisongo gelar stadium geeneral
Studium General Pasca Sarjana UIN Walisongo di Auditorium I kampus 1 (31/03). (Amanat/Alma)

Amanat.id- Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menyelenggarakan Studium General dengan mengusung tema “Islam and Citizenship Education in the Modern World” dengan menghadirkan Ednan Aslan dari University of Viena Austria. Acara tersebut digelar secara offline di Lantai 2 Auditorium I Kampus 1 UIN Walisongo, Rabu (30/03/2022).

Ednan, dalam meterinya memaparkan tiga pendekatan penting dalam kewarganegaraan.

“Ada tiga pendekatan citizenship. Pertama adalah civic republican citizenship yang menekankan sisi aktif warga negara, yang kedua adalah rawlsian liberal citizenship, yang ketiga adalah neo-liberal citizenship, jadi sesuatu harus terealisasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan hal menarik dari Pancasila, sebagai bagian dari pendidikan kewarganegaraan yang mampu mengatasi perpecahan.

“Formulasi citizenship education di Indonesia sudah diformulasikan tahun 1945 yaitu Pancasila. Ada hal yang menarik dari Pancasila di mana bahwa rumusan Pancasila itu bisa mengatasi dan bisa meminimalisir perpecahan-perpecahan yang ada di Indonesia,” terangnya.

Tidak hanya menjelaskan pendidikan kewarganegaraan di Indonesia saja, Ednan juga memaparkan bagaimana mendekatkan citizenship education di sekolah-sekolah muslim di Barat.

“Sekolah-sekolah Islam di Barat mengeksplor konsep-konsep harmony dan diversity di dalam ajaran Islam dan bagaimana itu diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari di sana. Jadi pendekatannya seperti itu, karena konstitusi tidak mengatur atas suatu agama pun di Barat,”

“Masyarakat sana dan para pengatur kebijakan terus-menerus menyerukan untuk mengkampanyekan civic education agar bisa diterapkan untuk masyarakat muslim yang ada di sana.” jelasnya.

Ia juga menegaskan konsep citizenship dalam Islam harus terus dikaji dalam dunia literasi maupun dalam kebijakan.

“Konsep Islam dan civic education ini harus terus menerus dikaji, ditelaah, ditulis dalam literasi ilmiah maupun kebijakan, karena seperti negara-negara lain yang mayoritas muslim masih berjuang menegosiasikan apakah seorang muslim saat ini harus mempunyai wawasan nasionalistik ataukah mempunyai wawasan yang global. Itu plan yang kita sama-sama harus kaji agar bagaimana kita bisa menjadi muslim dan hidup di zaman yang global saat ini,” pungkasnya.

Reporter: Alma Dliya Jauza

9 Kali Pukulan Gong Buka Roadshow Seminar Motivasi Spirit of Indonesia di UIN Walisongo
Hari Ini Terakhir Pengumpulan Berkas Pendaftaran Calon Kru SKM Amanat
Buntut Panjang Aksi TOEFL-IMKA, Rektor Tandatangani Surat Pernyataan
Gandeng BPTP Jateng, Tim KKN UIN Walisongo Adakan Pelatihan Inovasi Produk Gula Aren
70 Calon Penggawa Baru SKM Amanat, Siap Ikuti Tes Tulis dan Wawancara
TAGGED:Citizenship EducationIslampasca sarjana uin walisongostudium generaluin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Meningkatkan Skill Berbahasa Inggris di UKM WEC UIN Walisongo

Rima Dian Pramesti
27 Agustus 2017
Nani Wartabone: Tokoh Proklamator yang Terlupakan
Imbauan Registrasi Ulang bagi Camaba UIN Walisongo Jalur SNBT 2023
Tabloid SKM Amanat Edisi 108
Pemilwa 2024: Tanggapan Ketua dan Wakil Ketua DEMA UIN Walisongo Periode 2025
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Studium General Pascasarjana UIN Walisongo Perdalam Islam and Citizenship Education
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Studium General Pascasarjana UIN Walisongo Perdalam Islam and Citizenship Education
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?