
Amanat.id– Fazra A’nima Mahasiswi Pendidikan Biologi asal Salatiga sukses meraih Wisudawan terbaik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) pada wisuda ke-97 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (23/8/2025).
Mahasiswi angkatan 2021 tersebut menganggap bahwa predikat Wisudawan terbaik sebagai bonus dari proses panjang selama kuliah.
“Ini bonus luar biasa dari proses panjang kuliah. Bukan hal yang saya targetkan dari awal, tapi saya percaya usaha konsisten pasti berbuah hasil,” lanjutnya.
Ia mengatakan perjalanan menuju prestasi tertinggi tidaklah mudah. Menurutnya adaptasi cepat menjadi hal terpenting.
“Karena saat mulai kuliah masih masa pandemi sehingga harus bisa beradaptasi dengan pembelajaran online. Itulah yang bikin cukup struggle,” katanya.
Selain kuliah, Fazra juga aktif mengikuti berbagai kegiatan, seperti Gerakan Mengajar Desa, volunteer, dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA).
“Selama berkuliah saya juga aktif mengikuti kegiatan volunteer Gerakan Mengajar Desa, Dewan Eksekutif Mahasiswa FST, dan menjadi Moderator diberbagai acara,” ucapnya.
Ia juga membagikan kunci sukses dengan mendahulukan hal yang menjadi prioritas.
“Kuncinya adalah saya harus tahu mana skala prioritas, kapan produktif dan kapan istirahat. Tidak perlu memaksakan semua terselesaikan sempurna,” ungkapnya.
Fazra juga menerapkan filosofi stoikisme dalam kehidupannya.
“Kita cukup mengendalikan hal-hal yang bisa dikendalikan. Tidak usah peduli dengan hal-hal yang tidak bisa dikendalikan,” ucapnya.
Fazra sendiri lulus dengan skripsi berjudul “Pengaruh Gaya Belajar dan Gender terhadap Kemampuan Computational Thinking pada Pembelajaran Biologi Siswa SMA.”
“Didalam skripsi saya ini berkaitan dengan kemampuan berpikir komputasi atau computational thinking. Kemampuan berpikir komputasi ini menjadi salah satu kemampuan yang cukup baru di dunia pendidikan,” ungkapnya.
Menurutnya, kemampuan tersebut sangat diperlukan di era Society 5.0 yang erat kaitannya dengan teknologi.
“Saya ingin tahu seberapa besar kemampuan komputasi siswa SMA. Ternyata hal itu dipengaruhi oleh gaya belajar dan gender,” jelasnya.
Ia juga meraih besiswa Anak Gemilang by Axton Salim Featuring Ruang Guru.
“Empat tahun saya mendapat beasiswa Anak Gemilang by Axton Salim Featuring Ruang Guru. Dan itu untuk kuliah gratis keseluruhan.” ucapnya.
Selain beasiswa, Fazra juga berprestasi dengan mengikuti berbagai perlombaan nasional.
“Saya pernah mendapatkan juara lomba video documenter Jambore Koperasi Mahasiswa Nasional, Juara 1 business plan nasional pekan koperasi oleh UIN Jakarta, dan juara 3 lomba bisnis IAIN Ponorogo,”ucapnya.
Ia juga mengaku keberhasilan yang diraihnya tidak luput dari dukungan keluarga. Meskipun berasal dari keluarga petani, kedua orang tuanya memiliki cita-cita yang tinggi.
“Support sistem utama saya adalah keluarga. Apalagi kami berangkat dari keluarga petani yang hidup sederhana. Kedua orang tua saya memiliki cita-cita tinggi mengantarkan ke-empat anaknya menjadi sarjana,” ungkapnya.
Fazra juga menyampaikan bahwa kakaknya juga menjadi motivator terbesar dalam hidupnya.
“Kakak pertama saya sangat berperan dalam menjadi motivator. Sekarang sedang menempuh studi doktoral. Sehingga saya berpikir bukan dari mana kita berasal, tapi bagaimana kita mau berjuang,” jelasnya.
Reporter: Desi
Editor: Melini Rizki


