By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Seni Membentuk Manusia dan Problem Pendidikan Karakter
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Ilustrasi pendidikan karakter (Sumber: Jatimtimes)
OpiniUncategorized

Seni Membentuk Manusia dan Problem Pendidikan Karakter

Last updated: 17 Juni 2020 7:54 pm
Ilham Munif
Published: 17 Juni 2020
Share
SHARE
Ilustrasi pendidikan karakter (Sumber: Jatimtimes)

Perilaku immoral, sampai sekarang masih kerap kita jumpai di sekitar kita, bahkan di sejumlah lembaga pendidikan yang notabene jadi gudang moralitas dan budi pekerti luhur. Kasus bullying di Purworejo yang sempat viral beberapa waktu lalu membuktikan itu.

Persoalan karakter memang menjadi problem krusial di sektor pendidikan. Meski program ini selalu digembor-gemborkan oleh setiap pemangku kebijakan, namun nyatanya sejumlah kasus yang membuat miris selalu saja kita temui saban hari.

Mulai dari, pelajar yang berani melawan gurunya atau tawuran antar pelajar yang terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia.

Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di amerika, 90 persen kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk.

Di Indonesia sendiri dari dulu pendidikan karakter terus digencarkan. Banyak alternatif-alternatif yang sekolah buat sendiri guna mendidik muridnya, mulai dari pendidikan dasar (diksar), latihan dasar kepemimpinan.
Seringkali pendidikan militer menjadi rujukan, dan tentara menjadi mentor dari pendidikan karakter.

Pola pendidikan lama di Indonesia berciri semua kebijakan tunduk pada sekolah. Dalam model pendidikan jenis ini, pendidik mempunyai otoritas penuh terhadap murid dalam bimbingannya.

Sedangkan, pola pendidikan modern nampak banyak perbedaan. Pola pendidikan jenis ini adalah revisi atas pola lama yang dianggap lebih rentan terhadap tindak kekerasan guru pada muridnya. Berjalannya tatanan pendidikan seolah-olah diupayakan seperti kehidupan birokrasi yang berbasis kesepakatan dan musyawarah.

Ide baru pendidikan karakter Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir ada sebuah konsep pendidikan karakter yang dikembangan di beberapa sekolah. Konsep ini dinamakan sebagai Seni Membentuk Manusia. Alasan mendasar yang menjadi sandungan dunia pendidikan yakni, tidak meratanya kesejahteraan SDM yang kurang berkarakter.

Konsep ini tidak memfokuskan kecerdasan murid semata.Menurut Ki Hadjar Dewantoro, kecerdasan memang diperlukan, tetapi karakter lebih diperlukan. Kecerdasan tanpa diimbangi karakter akan menjerumuskan kehidupan anak didik itu sendiri.

Dalam konsep Seni membentuk manusia, pendidikan harus seirama dengan kearifan lokal sekaligus harmoni dengan potensi di daerah.

Nilai-nilai moral akan sangat berguna untuk pengembangan pendidikan karakter. Mereka yang berkarakter tentu akan lebih siap bersaing dalam persaingan global. Sehingga pembekalan dengan pondasi yang kuat dengan aqidah, moral, akhlak menjadi hal yang utama.

Apakah pendidikan karakter harus menjadi mata pelajaran? Ki Hadjar menilai, pendidikan karakter tidak harus menjadi mata pelajaran tersendiri, tetapi bisa terintegrasi dengan mata pelajaran lain.

Penulis : Ilham Munif

Luka di Balik Hari Raya
Podcast; Pelan Tapi Pasti
Skincare dan Upaya Menemukan Kebenaran
Singkirkan UNY dan Unibraw, UIN Walisongo Juarai Kompetisi Ilmiah Essay Nasional
Tabloid SKM Amanat Edisi 75
TAGGED:bullyingPendidikanpendidikan karakter
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Artikel

Yang Terjadi Saat Anak dan Orangtua Bergosip

Rizki Nur Fadilah
12 Desember 2021
Peran Penting Humas di Era Teknologi Informasi
KKN KNMB 2022 di Papua Resmi Dibuka, Berikut Syarat Pendaftarannya
Beberapa Cabang Lomba Orsenik yang Berpotensi Digelar Secara Offline
Penjelasan Wakil Dekan I FSH Terkait Wisudawan Ber-IPK 3,94 yang Tak Disebut Saat Wisuda
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Seni Membentuk Manusia dan Problem Pendidikan Karakter
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Seni Membentuk Manusia dan Problem Pendidikan Karakter
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?