
Amanat.id- Pencapaian sebagai wisudawan terbaik menjadi penutup perjalanan studi sarjana Muhammad Ustaful Noesa, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sosiologi yang berhasil meraih predikat Wisudawan Terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 pada Wisuda Sarjana ke-101 di Auditorium II Kampus 3, Sabtu (22/8/2026).
Noesa menyelesaikan skripsi yang mengkaji partisipasi masyarakat dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) di Desa Polosiri, Kabupaten Semarang. Penelitian tersebut membahas bentuk partisipasi masyarakat serta dampak program CSR yang dijalankan PT PLN.
“Saya ingin meneliti bagaimana bentuk partisipasi masyarakat dan dampak program CSR PT PLN di Desa Polosiri. Penelitian saya penting karena hasil temuan bisa menjadi bahan acuan dan pertimbangan bagi pemerintah desa, perusahaan, serta masyarakat agar program CSR dapat dilaksanakan secara maksimal,” katanya.
Selain merupakan tempat ia menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN), Desa Polosiri juga salah satu Desa dampingan program CSR PT PLN yang dipilih melalui proses asesmen perusahaan.
“Desa Polosiri merupakan salah satu desa dampingan program CSR PT PLN yang dipilih melalui proses asesmen. Jadi, tidak semua desa mendapatkan program CSR. Karena saya ingin meneliti program CSR, Desa Polosiri dirasa cocok dan sesuai,” jelasnya.
Pada nelitian tersebut, Noesa menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengkaji bentuk partisipasi masyarakat serta dampak program CSR terhadap masyarakat Desa Polosiri.
Menurutnya, CSR merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional. Program tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang, seperti ekonomi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kesehatan, hingga pendidikan.
“CSR itu tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat di sekitar. Perusahaan, apalagi milik negara atau BUMN tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan pelaksanaan program CSR tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan dalam jangka pendek, tetapi berkelanjutan dan mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri.
“Perusahaan memberikan program-program kepada masyarakat yang diharapkan dapat berkelanjutan dan membuat masyarakat menjadi mandiri,” katanya.
Selama proses penelitian, Noesa menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam membangun komunikasi dengan informan dan pihak perusahaan. Ia mengatasi kendala tersebut dengan berkonsultasi kepada dosen pembimbing serta menghubungi pihak-pihak terkait.
“Tantangannya seperti komunikasi dengan informan, terutama dengan pihak perusahaan. Saya mengatasinya selalu berkonsultasi dengan dosen pembimbing dan menghubungi pihak terkait,” ungkapnya.
Selain menyelesaikan penelitian, Noesa berhasil menuntaskan studi S1 dalam waktu singkat dengan predikat wisudawan terbaik.
“Tidak menyangka mendapatkan predikat ini. Senang dan bangga pastinya, karena ini merupakan pencapaian luar biasa untuk menutup kuliah S1,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa perlu konsisten belajar dan memahami kriteria penilaian dosen untuk memperoleh hasil akademik yang maksimal.
“Kuncinya sering belajar, perhatikan IPK agar tetap tinggi dan stabil. Ikuti arahan dan kriteria penilaian dosen agar mendapatkan nilai maksimal. Kemudian ikut berbagai perlombaan sesuai bidangnya dan aktif berorganisasi juga,” katanya.
Setelah menyelesaikan studi, Noesa berencana terus mengembangkan kemampuan diri dengan memperluas pengalaman, memperbanyak relasi, dan mencoba berbagai hal baru.
“Saya ingin belajar lagi, bisa di perkuliahan, lingkungan masyarakat, dan tempat-tempat lain yang membuat saya belajar sesuatu. Kemudian memperdalam soft skill, memperbanyak relasi, mencoba hal baru, dan mengamalkan ilmu yang didapat kepada masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Assyifa Imania


