Mata Air Terakhir

1 Min Read
Iustrasi krisis air: pinterest.com
Ilustrasi krisis air (pinterest.com)

Kita dan matahari semakin tak berjarak
Kiamat bukan lagi kian dekat
Namun sudah lekat
Bumi yang lama sakit telah sekarat

Jika nyawanya adalah air
Air mana yang masih mengalir
Jika nyawanya adalah tanah
Tanah mana yang bisa diolah

Di gunung yang katanya paling subur
Penduduknya tak lagi makmur
Mata air tinggal terakhir
Riwayat tanah segera berakhir

Dataran rendah lebih payah
Mencari air sampai menyuntik dalam tanah

Orang tak akan lagi tengkar karena warisan
Tapi karena air yang jadi rebutan
Zaman boleh berganti
Tapi air tak pernah ubah fungsi
Ia sumber hidup yang hakiki

Malaikat tak perlu menggulung bumi
Agar sejarah manusia terakhiri
Tunda saja turunkan hujan

Lalu kemarau panjangkan
Penduduk pasti kelimpungan
Lalu mati gelimpangan
Sebab mereka tak punya air yang tersimpan

Penjaga mata air telah dihabisi
Demi syahwat ekonomi
Mereka berani menukar nyawa dengan uang
Saat tenggorokan gersang
Mereka baru akan sadar
Sumber kehidupan telah hilang

Banjarnegara,2019

Khoirul Muzzaki, Jurnalis Koran Sindo, Tribun Jateng, pernah menulis di beberapa media internasional, serta pernah aktif mengelola majalah sastra Soeket Teki. 

Share This Article
Surat Kabar Mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Untuk mahasiswa dengan penalaran dan takwa.