By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat Merasa Salah Jurusan, Haris Fauzi Raih Wisudawan Terbaik Fuhum
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sosok

Sempat Merasa Salah Jurusan, Haris Fauzi Raih Wisudawan Terbaik Fuhum

Last updated: 18 Juli 2018 12:05 pm
Riduwan
Published: 8 Maret 2018
Share
SHARE
Muhammad Haris Fauzi, wisudawan terbaik Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum) bersama keluarga, Rabu (7/3/2018)

Skmamanat.com – Kalau sudah terjebur ke dalam air maka harus keluar membawa tangkapan ikan, jangan hanya kotor dan basahnya saja yang di dapat.

Begitulah perumpamaan yang digunakan Muhammad Haris Fauzi untuk  memotivasi dirinya setelah sempat merasa salah mengambil jurusan. Kini, ia menjadi wisudawan terbaik di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (Fuhum), Rabu (7/3/2018).

Putra dari pasangan Ahmad Muthohar dan Masriah itu awalnya ingin mengambil jurusan Bahasa Inggris di UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Namun, Haris tidak mendapat restu orang tua, ia disarankan mendaftar prodi Tafsir dan Hadist (TH) yang kini menjadi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) di UIN Walisongo, Semarang.

Meski terpaksa, ia akhirnya mengikuti permintaan orangtuanya itu.

“Saya milih ke sini (Prodi Tafsir dan Hadist), walaupun tidak suka,” ujarnya.

Tak ingin larut dalam kesedihan itu, laki-laki kelahiran Grobogan itu mencoba menenangkan hati  dan memotivasi diri dengan banyak membaca cerita-cerita sahabat Nabi dan banyak berkonsultasi dengan teman seniornya yang sudah sukses. Terlebih nasehat orangtua yang selalu menguatkan pilihannya tersebut. Hingga ia berkeyakinan jurusan hanyalah perantara, minat dan bakat bisa di kembangkan dari sisi lain.

“Salah jurusan itu hanya persepsi, karena omongan orang lain. Maka kita harus memiliki prinsip yang kokoh,” katanya.

Penunjang Sukses

Selama menjalani kuliah, Haris selalu melibatkan orangtua dalam mengambil keputusan besar dalam hidup, terlebih Ibu. Menurutnya, ketika sesorang tidak mendapatkan restu dari orangtuanya dalam mengambil keputusan, pasti akan mengalami kegagalan di dalamnya.

“Ridho ibu itu nanti akan mempengaruhi hasil usahamu,” tutur pemuda kelahiran 24 November 1994 itu.

Juga, lanjutnya, ketika dihinggapi rasa malas dan down dalam menjalani hiruk-pikuk kuliah, Haris selalu mengingat besarnya usaha orangtua untuk mengantarkannya ke bangku perkuliahan.

Haris selalu meyimpan foto keluarga di dalam dompet miliknya. Sesekali foto itu dilihat untuk kembali menumbuhkan  semangat belajar dan menangkal rasa malas.

Selain itu, Haris juga mencari teman diskusi dan banyak membaca buku, serta belajar melalui website yang terpercaya untuk meningkatkan kemampuannya. Baginya, orang yang berhenti membaca buku dan tidak mau menerima kritik lewat diskusi merupakan orang yang stagnan dalam kebodohan.

Tak lupa, peraih beasiswa prestasi rutin itu terus berusaha memperbaiki hubungan spiritualnya dengan Allah, salah satunya banyak membaca Alquran dengan meresapi isi kandungannya. Menurutnya, hal itu sangat banyak membantu memberi jalan dan memperbaiki motivasi dalam menjalani perkuliahan serta kehidupan. Namun Haris menyayangkan, kini rutinitas itu banyak dikesampingkan mahasiswa.

Pelajaran Berharga

Semasa kuliah, mahasiswa Program Khusus (PK) Fuhum itu memiliki kenangan yang tidak terlupakan. Ia pernah diusir oleh dosen karena terlambat 15 menit. Meskipun sempat kesal, dari situ ia belajar bahwa waktu sangatlah bermakna walau hanya sedetik. Ia juga belajar menghargai ikhtiar orang lain. 

Haris belajar untuk terus menghargai proses, karena ia meyakini tidak ada yang instan di dunia ini. Alumni Madrasah Aliyah (MA) Tajul Ulum Brabo itu percaya hasil tidak akan pernah mengkhianati proses, maka ia terus berusaha mengasah dan mempertajam kemampuan untuk memahami dan mendalami jurusan yang digelutinya.

“Berproseslah dimana saja, namanya mahluk hidup harus bergerak dan menebar kebaikan. Karena jika ia terdiam sama aja seperti raga tanpa ruh,” pungkasnya.

Reporter: Riduwan 
Editor: Atika Ishmatul Ummah

Menjadikan Fenomena “Salah Jurusan” Lebih Bermakna
Wisudawan Terbaik FITK Selesaikan Artikel SINTA 2 sekaligus PPL di Malaysia
Tekad “Pulang Harus Bawa Gelar” Hantarkan Siti Jadi Wisudawan Terbaik FSH
Jadi Wisudawan Termuda, Vanny Selesaikan Kuliah 3,5 Tahun
Ingin Ubah Nasib Orang Tua, Wahdina Berhasil Sabet Gelar Wisudawan Terbaik FITK
TAGGED:salah jurusanwisudawan terbaikwisudawan terbaik uin
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Artikel

Menghapus Cita-cita Kemajuan

Agus Salim I
12 April 2019
Sempat Didesak, DEMA UIN Walisongo Klarifikasi Anggaran Korelasi 2022
Ismail Sampaikan Harapan untuk Kemajuan UIN Walisongo dalam Saintek Bersholawat
Dyah Ratna Harimurti Dorong Perempuan Ambil Peran Strategis dalam Kepemimpinan Publik
Tabloid SKM Amanat Edisi 80 Tahun 2000
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat Merasa Salah Jurusan, Haris Fauzi Raih Wisudawan Terbaik Fuhum
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Sempat Merasa Salah Jurusan, Haris Fauzi Raih Wisudawan Terbaik Fuhum
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?