By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Ziarah Batin – Puisi Hasan Tarowan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Puisi

Ziarah Batin – Puisi Hasan Tarowan

Last updated: 16 Maret 2018 2:58 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 16 Februari 2018
Share
SHARE
Lukisan sumber ruhuldymarsaoly.wordpress.com

Ziarah batin

aku masih ingat ketika kau memintaku
untuk dengan tidak sengaja mengingatmu.
tetapi di sisi yang lain,
pohon-pohon, dedahan dan reranting bertumbangan
ia mengendap di lubang jiwa

padahal di dada
lembaran-lembaran kebenaran yang telanjang tergambar begitu nyata.
begitu nyata.

andai sebait saja kau baca,
Ia mungkin serupa titik-titik embun yang jatuh pagi-pagi
menimpa rerumputan, serta daun-daun yang
nanti layu dan gugur. merembes
sampai ke batinmu di puncak kegersangan.

tapi, tentang tuhan dan cinta,
aku ingin apa adanya.

pada malam yang sendiri
sebelum rinai hujan yang terakhir menyentuh tanah dan menyalakan matahari
sepasang mataku mendaki puncak langit
mencari-cari sinaran matamu di tiang lelampu
tetapi ia menerangi dan membawaku pulang ke rumah-rumah kosong dan rompang

tempat kaki-kaki dipasung
dengan seribu karangan bunga.

bila nanti sehabis tamasya engkau pulang,
pulanglah sebagai orang-orang yang cemas dan khawatir dengan keadaan batinmu sendiri.

sebelum akhirnya kita benar-benar pulang,
tanpa denyut nadi.

Sumenep, 2018

Tahu-tahu aku karam di hatimu

kekasih,
aku bukan penyair seribu senja
bukan pelukis seribu ombak
bukan pelaut yang handal
bukan.

aku hanya pelaut muda
di atas gulungan-gulangan ombak yang bergemuruh,
tetapi telah kukenali lesung pipimu

pusaran-pusaran yang bahaya
lingkaran air yang menenggelamkan kapal-kapal
mematahkan laju nelayan berburu ikan-ikan.

pada saat-saat seperti ini, izinkan aku
melayarkan diri menuju dirimu
walaupun hanya dengan satu ciuman.

dan tahu-tahu, aku telah karam

di hatimu.

Sumenep, 2018

Batinku yang rindu hampir sampai kepadamu

batinku yang rindu hampir sampai kepadamu
dirahasiakannya dalam lembar-lembar buku yang
menuliskan kita sebagai pencuri dan saling terpenjara.

jauh di pulau berpagar pohon kelapa
aku teringat engkau,
rumah-rumah tempat cinta membangun sarang
lalu tertidur saat mendengar tembang
lirik-lirik lagumu.

tiada berhala lain yang kupuja.
selain cinta,
syair-syair yang menidurkan, mengalun dari getaran-getaran bibirmu yang anggur.

tidakkah kau lihat, seneina.
ibu selalu datang padaku, mengajari aku
memegang pena

melelehkan sajak-sajak.

batinku yang rindu hampir sampai kepadamu
terimalah ia dengan tanda wajah yang lembut
dan penuh ketenangan,

sebab duka telah kumatikan.

Sumenep, 2018

HASAN TAROWAN, penyair muda kelahiran Sumenep 13 Februari 1995. Masa sekolah dihabiskan di Pondonok Pesantren Mashlahatul Hidayah, Sumenep.  Antologi puisi tunggalnya “orang mabuk di negeri mahapetry” (2016) dan antologi bersama “sajak anak negeri” (2017). Aktif di Komunitas Soeket Teki dan pengelola Komunitas Sastra Silang Pertemuan Semarang. Pemilik cita-cita sederhana dan sepele: bangun pagi.

Kemanu(sia-sia)an
Kaki-Kaki Kita
Samar
Jumat di Rumah Tua
Setumpuk Rasa
TAGGED:puisi anakpuisi cintapuisi ibu
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Khoirul Adib, Wisudawan terbaik, Wisudawan terbaik FST, FST UIN Walisongo, Wisudawan UIN Walisongo
SosokUIN WalisongoWisuda

Khoirul Adib, Wisudawan Terbaik dengan Prestasi Mendunia

Redaksi SKM Amanat
2 November 2024
Potongan UKT 50% Mahasiswa UIN Walisongo Semester 9 ke Atas Tetap Diberlakukan
UKM Musik UIN Walisongo Gelar Konser Simfoni XVIII
Raih 182 Penghargaan Internasional, Jitet Pecahkan Rekor LEPRID
Caligula dan Kegilaannya
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Ziarah Batin – Puisi Hasan Tarowan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Ziarah Batin – Puisi Hasan Tarowan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?