By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Youtube VS Televisi, Siapa yang Akan Mati?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
(Dokumen Kompasiana.com).
Artikel

Youtube VS Televisi, Siapa yang Akan Mati?

Last updated: 10 Juni 2020 7:17 am
Afifah Kamaliyah
Published: 10 Juni 2020
Share
SHARE
(Dokumen Kompasiana.com).

Penggunaan YouTube di Indonesia bahkan dunia sebagai sarana publikasi konten video terus meningkat pesat dari tahun ke tahun. Lebih dari dua miliar orang di dunia saat ini menjadi pengguna Youtube. Ini artinya YouTube digunakan oleh sepertiga dari seluruh pengguna internet di dunia.

Dilansir dari Pers-Youtube, jam tayang YouTube setiap harinya mencapai 1 miliar jam konten ditonton. Perhitungan tersebut sebagai jam penayangan video YouTube yang ditonton setiap hari. Berbeda dengan kondisi televisi saat ini. Dari sisi penonton, YouTube telah menyaingi televisi sebagai media yang sebelumnya lebih sering diakses orang Indonesia.

Menurut pengamat media Universitas Indonasia, Amelia Hezkasari Day, beralihnya masyarakat ke digital bukan berarti orang menghilangkan kebiasaan menonton televisi. Masyarakat hanya beralih ke medium lain.

Penelitian lembaga rating AC Nielsen pada 2019 menemukan fenomena bahwa kepemilikan smartphone dalam lima tahun terakhir sangat pesat, mencapai 250 persen.

Peningkatan yang begitu pesat membuat waktu yang dihabiskan masyarakat yang mengkonsumsi media digital meningkat dalam tiga tahun terakhir. Jika awalnya hanya 2 jam 26 menit, menjadi 3 jam 20 menit perhari.

Masih dalam periode yang sama, waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi, baik streaming, kabel, maupun gratis hanya mengalami kenaikan sedikit, dari 4 jam 54 menit menjadi 4 jam 59 menit.

Tidak hanya masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan, masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah pedesaan juga semakin banyak yang mengakses YouTube. Beberapa faktor yang melatarbelakangi hal tersebut antara lain penyediaan internet yang baik dan harga paket data yang semakin terjangkau.

Youtube sesuai dengan keinginan milenial

Dari hasil penelitian yang dikutip dari ITS News menyebutkan bahwa konsumen berusia 13-24 tahun menghabiskan 11,3 jam perminggu hanya untuk menonton video online dibandingkan dengan 8,3 jam untuk menonton jadwal rutin televisi.

Beralihnya milenial ke medium baru tentu saja bukan tanpa alasan. YouTube sebagai platform untuk menonton video saat ini paling banyak diminati milenial karena dapat ditonton di manapun dan kapanpun.

YouTube lebih banyak pilihan tontonan yang dapat diakses semua kalangan. Sedangkan televisi, tidak dapat memilih lebih banyak tontonan. Konsumen hanya bisa mengikuti apa yang ditayangkan saja. Dapat disimpulkan jika konten televisi sangat terbatas dan tidak begitu menarik bagi generasi saat ini.

Apakah YouTube akan menggeser Televisi?

Hadirnya televisi dan youtube memiliki peran yang sama sebagai media informasi. Yang membedakan, televisi hanya berbentuk informasi satu arah, sedangkan YouTube mampu memberikan ruang bagi penontonnya untuk berkomentar, kritik, dan saran melalui kolom komentar yang disediakan. Meski begitu, hingga saat ini di banyak rumah yang ada televisi, tak jarang memiliki lebih dari satu televisi.

Sebelum maraknya media daring, media cetak seperti koran maupun tabloid menjadi sesuatu yang banyak diminati masyarakat. Namun, seiring banyaknya media daring, media cetak masih ada walaupun mengalami penurunan peminat.

Tak berbeda jauh dari kasus televisi dan YouTube. Meski penikmat acara televisi banyak yang beralih ke medium yang baru, televisi akan tetap hidup dengan terus menerus mengalami penurunan peminatnya. Namun, bagaimana dengan televisi, akankah akan mati?

Penulis: Afifah

Pergeseran Makna Cancel Culture di Media Sosial
Drama Pemilu yang Terus Berlanjut
Pesan Tersirat Tradisi Warak Ngendog
Manfaat Kerja Part Time Bagi Mahasiswa
Apakah Kamu Termasuk Orang Baperan? Cek Ciri-Cirinya Di sini
TAGGED:perkembangan youtubetelevisiYouTube
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Kesetaraan Gender Perempuan dalam Lingkaran Marginalisasi

Zulfiyana Dwi
21 Agustus 2019
Daftar Nama Calon Kru SKM Amanat 2019 yang Lolos Tes Tulis dan Wawancara
Talkshow Moderasi Beragama, Fahmi Latifudin Ajak Generasi Milenial Tolak Radikalisme
Petani Sayur Cisarua; Harga Pupuk Melambung Hingga Cuaca Labil
Upaya Perempuan Raih Kemuliaan di Bulan Ramadan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Youtube VS Televisi, Siapa yang Akan Mati?
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Youtube VS Televisi, Siapa yang Akan Mati?
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?