By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Yang Tak Disentuh Gerakan Mahasiswa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
(Sumber Foto: www.fmd.or.id)
Artikel

Yang Tak Disentuh Gerakan Mahasiswa

Last updated: 3 Mei 2019 11:43 am
Agus Salim I
Published: 3 Mei 2019
Share
SHARE
(Sumber Foto: www.fmd.or.id)

Pembicaraan mengenai mahasiswa selalu menjadi sajian menarik dalam setiap obrolan. Selain mempunyai pendidikan tinggi, julukan mahasiswa sebagai makhluk yang kritis dan idealis terdengar istimewa di tengah masyarakat.

Dengan entitas spirit yang mengedepankan intelektualitas dan dialektika, mahasiswa menjadi sosok yang berperan penting dalam percaturan sejarah sebuah bangsa.

Ketika terjadi sebuah penyelewengan kekuasaan, mahasiswa dengan lantang berada di garda terdepan sebagai penyeru keadilan. Keberanian dalam menguak kebenaran pun menjadi tekad yang melekat dalam diri mereka.

Rumusan penggulingan kekuasaan bukan lagi dipandang sebagai sesuatu yang tabu. Runtuhnya rezim otoriteranisme Soeharto dan Totaliterianisme Soekarno menjadi bukti nyata keganasan mahasiswa kala itu.

Hari ini, pergerakan mahasiswa masih menjadi suatu gerakan yang ditakuti penguasa. Rekam jejaknya yang menawan, seringkali membuat pemilik singgasana ketar-ketir. Tak pelak, tuntutan pun mau tak mau harus dituruti pemerintah.

September tahun lalu, ribuan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) memadati halaman Gedung DPRD Provinsi Riau. Permasalahan perekonomian negara, penyelamatan demokrasi di Indonesia dan permintaan pengusutan secara tuntas kasus korupsi PLTU Riau menjadi sesuatu yang lantang disuarakan.

Tak tanggung-tanggung, tuntuan untuk menurunkan Presiden Jokowi riuh diteriakkan mahasiswa. Ketidakpuasan menjadi alasan mereka dalam usaha penggulingan tahta Jokowi yang dinilai lemah dalam pembangunan ekonomi (Tirto.id, 12/09/18).

Memang, mahasiswa telah lama menjadi senjata untuk melawan sebuah rezim. Mereka pun telah menjadi bagian dari civil society yang dianggap sebagai satu-satunya lawan yang seimbang terhadap penguasa.

Mengutip pernyataan salah seorang pengamat politik Max Regus, bahwa mahasiswa tidak hanya mengejar idealisme formal semata, yaitu gelar kesajarnaan tetapi harus keluar dari menara gading (baca: kampus) demi memperjuangkan sederet persoalan yang mendesak.

Orientasi gerakan baru

Era kemajuan dan teknologi memang memberi kemudahan dalam melakukan suatu tindakan. Sejumlah tantangan pun menanti di tengah perkembangan zaman. Ya, salah satu tantangan besar itu berasal dari mahasiswa.

Hari ini, gerakan yang diusung mahasiswa masih cenderung terjebak dalam romantisme masa lalu. Bentangan spanduk dengan berbagai tulisan penolakan masih menjadi senjata andalan melawan ketidakadilan.

Bukan berarti demonstrasi sudah tidak relevan lagi. Ada banyak fenomena di negeri ini yang sebenarnya tidak cukup dilawan dengan cara lama. Apa yang telah dilakukan mahasiswa di zaman post-truth? Bagaimana sikapnya melihat politisasi agama yang memecah belah? Apa alternanif mahasiswa melihat perpolitikan yang semakin membinal? Sebagai bagian dari civil society, peran mahasiswa tentu dipertanyakan ulang.

Pemaknaan Agent of Change

Salah satu peran yang selalu ada saat membicarakan mahasiswa adalah sebutannya sebagai agent of change. Sebutan tersebut tentu bukan main-main. Akan tetapi, menjadi sebuah beban dan tanggung jawab yang harus disadari.

Pemahaman agent of change bukanlah sebatas peran seorang pahlawan super yang datang ke medan pertempuran, lalu dengan gagahnya menantang monster pembuat kekacauan demi mendapat riuhan tepuk tangan.

Mengangguk tanpa mendangak pun bukanlah solusi yang tepat. Sebagai kaum intelektual muda, mereka harus tetap ada dalam setiap titik kritis dengan pemerintahan.

Saat ini, kondisi negara jauh dari kata ideal. Penyakit masyarakat terlihat merajalela dan menggerogoti setiap tubuh bangsa. Kini, mahasiswa dinantikan kembali menjadi dokter bangsa dan negaranya.

Penulis: Agus Salim I.

5 Aksi Kecil Menjaga Bumi yang Kita Huni
Mendalami Pramuka di Racana Walisongo
Rumah Ibadah adalah Milik Tuhan dan Hamba-Nya
Ketika Orang-Orang Perkotaan Terjangkit Penyakit Tifus”
Glorifikasi ‘PNS Profesi Idaman’
TAGGED:agent of changegerakan mahasiswamahasiswa hari ini
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Pentas "Mesin Jemaat", Teater Beta UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Pentas “Mesin Jemaat” Teater Beta UIN Walisongo; Konspirasi Agama untuk Politik 

Fitri Arifah
17 Juni 2023
PekaKota Forum ke 76 Sebagai Ruang Refleksi Menjaga Tradisi, Merawat Lingkungan
Pentingnya Tabarruk Menurut Yahya Cholil Staquf
Bagaimana Bisa Cokelat Memiliki Efek Menenangkan?
Beasiswa Tahfidz UIN Walisongo 2019 Sudah Dibuka, Begini Syaratnya
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Yang Tak Disentuh Gerakan Mahasiswa
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Yang Tak Disentuh Gerakan Mahasiswa
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?