By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Yang Melejit dan Hilang Seketika di Pilpres 2019
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Esai

Yang Melejit dan Hilang Seketika di Pilpres 2019

Last updated: 13 Juli 2019 1:52 am
Agus Salim I
Published: 16 April 2019
Share
SHARE
(Ilustrasi foto: www.asumsi.co)

Menjelang Pemilu 2019, beberapa bulan lalu wisatawan demokrasi di Indonesia dihebohkan dengan kemunculan sosok baru dalam diri Nur Hadi-Aldo, yang secara diam-diam mencalonkan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Pasangan fiktif yang bertemu di media sosial itu, dengan berani mengajukan diri ke KPU untuk menjadi penantang serius dua calon sebelumnya yang telah bertarung sejak edisi 2014 lalu.

Strategi tronjal-tronjol adalah bukti keseriusan mereka dalam menghadapi muramnya wajah demokrasi Indonesia. Mengusung prinsip 5S (Salam, Senyum, Sapa, Sopan, Santun), taktik ini terbukti ampuh ketika diterapkan.

Benar saja, baru dua minggu melakukan kampanye, pendukung Nur Hadi-Aldo sudah mencapai angka 81.000. Hebatnya lagi, pasangan ini hanya mempunyai 8 orang Tim Sukses yang rata-rata berusia 17-23 tahun (BBC.com, 22/02/19).

Hal ini tak lepas dari prinsip 5S yang diterapkan pasangan nomor urut 10 ini dalam merebut hati pendukungnya. Sebuah prinsip yang tak tercantum dalam rancangan kampanye paslon lain.

Melihat lawannya menjadi idola baru, dua kubu paslon lain merasa terpojokkan. Berbagai jalan kampanye pun mereka lakukan demi mengamankan jumlah dukungan. Namun, tetap saja tidak ada perubahan. Justru semakin hari dukungan terhadap Nur Hadi-Aldo semakin bertambah.

Tak sampai di situ, pesona Dildo (sapaan akrab Nur Hadi-Aldo) membuat sejumlah pendukung paslon lain berhijrah ke pasangan ini. Mereka menganggap, Dildo adalah dua sosok yang tepat untuk membawa perubahan negara.

Maklum saja, pelbagai permasalahan tumbuh subur di daratan Indonesia. Satu masalah dipangkas, seribu masalah semakin menjamur.

Elektabilitas menurun?

Setelah mendekati hari pesta demokrasi, elektabilitas Nur Hadi-Aldo tiba-tiba saja menurun. Padahal, dalam kampanye yang dilakukan jelas menunjukkan geliat lonjakan pendukung. Adanya penurunan ini sudah barang tentu menjadi masalah besar bagi Tim Sukses paslon dengan nomor urut 10 ini.

Gelagat penurunan mulai dirasakan Aldo sejak debat Capres dan Cawapres putaran pertama dan kedua. Menurutnya, penurunan ini wajar sebab pada debat yang lalu, pihaknya banyak kalah argumen dengan paslon lain.

Bukan hanya itu, kurangnya persiapan dan seringnya mengadakan kampanye membuat mereka kecolongan dalam hal materi debat. Anggota Tim Sukses yang hanya berjumlah 8 orang juga menambah daftar kekalahan Nur Hadi-Aldo menghadapi gelombang dukungan.

Bandingkan, dua kubu lain yang mempunyai banyak Tim Sukses, kini berbalik menyerang Dildo. Bahkan ketika debat berlangsung, banyak argumen kelas dewa terlontar dari mulut mereka. Tak heran jika kemudian Dildo terdiam dan hanya bisa mengangguk tak paham.

Minim dana kampanye

Terpuruknya posisi Nur Hadi-Aldo dalam Pilpres kali ini, membuat banyak pihak saling berlomba melontarkan kata-kata dan menerka penyebab turunnya pesona pasangan yang murah senyum ini.

Tak pelak, anggapan mengenai kurangnya dana kampanye menjadi hipotesis yang mencuat ke permukaan. Tak sepeser pun rupiah keluar dari kantong mereka. Bandingkan dengan dua paslon lain yang gencar melakukan bermacam cara untuk mendapatkan suntikan dana kampanye.

Padahal, Tim Sukses Dildo memang sengaja tidak menggunakan uang sebagai alat untuk berkampanye. Namun apa boleh buat, budaya masyarakat yang menganggap uang di atas segalanya membuat pasangan ini perlahan tersisihkan.

Hal ini sesuai dengan artikel yang ditulis oleh Gerhard Horweber dengan judul Philosophie des Geldes: Wir haben die Vernunft verloren (2010), menjelaskan bahwa manusia telah kehilangan akal sehatnya dengan mendewakan uang di atas segalanya.

Andai Capres dan Cawapres Nur hadi-Aldo itu nyata, nasibnya tentu juga tak jauh beda.

Penulis: Agus Salim I.

Bukan Sekadar Komentar, Mengkritik Film itu Harus Bijak
Menunggu Sumpah Generasi Ngopi
Fenomena LGBT di Indonesia
Tradisi Lebaran, Dari Baju Baru Hingga Ketupat dan Opor Ayam yang Harus Ada
Melodi Pencari Ketenangan
TAGGED:menjelang pilpres 2019nurhadi aldopilpres 2019
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Pemilwa, Pemilwa UIN Walisongo, DEMA UIN Walisongo, KPM UIN Walisongo, UIN Walisongo, Pemilwa 2024
UIN WalisongoVaria Kampus

KPM Nilai Minimnya Pendidikan Politik Picu Banyaknya Calon Tunggal di Pemilwa 2024

Rizki Gojali
25 Desember 2024
Arif Budiman: Kopma Mampu Menjadi Media Pendidikan untuk Mahasiswa
Pentas MorSa, Kolaborasi Teater ASA dengan Beberapa Teater UIN Walisongo
Nota Keberatan Tak Direspon, Dema Pastikan Ada Aksi Massa Besar-besaran
6 Manfaat Minum Air Hangat Sebelum Tidur
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Yang Melejit dan Hilang Seketika di Pilpres 2019
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Yang Melejit dan Hilang Seketika di Pilpres 2019
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?