By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Toxic positivity : Emosi Negatif Itu Perlu
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sumber: Fimela.com
Lifestyle

Toxic positivity : Emosi Negatif Itu Perlu

Last updated: 10 November 2021 5:18 pm
Syifa Mariyatul Kibtiyah
Published: 10 November 2021
Share
SHARE
Sumber: Fimela.com

Kita pasti pernah menjadi tempat curhat bagi seseorang, atau bahkan kita sendiri pernah melakukannya. Namun terkadang kita menjadi bingung untuk memberikan tanggapan juga solusi, apalagi jika terkait masalah pribadi.

Akhirnya, memberikan kata-kata positif menjadi pilihan yang bisa kita lakukan. Padahal sebenarnya bukan hal itu yang orang tersebut perlukan. Terlebih, memberikan kata-kata positif justru dapat memberikan dampak buruk bagi orang tersebut. Itulah yang dikenal dengan istilah toxic positivity.

Toxic positivity merupakan suatu keadaan dimana seseorang mencoba untuk menuntut dirinya sendiri ataupun orang lain agar selalu bersikap serta berpikir positif, dan menolak emosi negatif.

Seorang psikolog, Mary Hoang berpendapat bahwa kata-kata penyemangat yang dianggap positif sering kali bisa membuat orang merasa lebih buruk. Sebab dituntut untuk selalu bersikap positif mengakibatkan emosi yang ingin diluapkan menjadi tertahan dan terpendam.

Tak jarang juga, kita membandingkannya dengan keadaan orang lain. Hal itu justru dapat menyebabkan masalahnya terasa diremehkan karena dianggap tidak memiliki hak untuk merasakan emosi negatif.

Mungkin maksudnya memang baik, tetapi jika terus menerus dilakukan, menahan emosi dapat menyebabkan seseorang semakin terjebak pada masalahnya sendiri. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, termasuk bersikap positif.

Lalu, bagaimana menghadapinya?

Cobalah ganti perkataan yang cenderung menuntut positif dengan “Aku paham perasaan kamu, wajar kamu bisa merasa begitu”, “Kalau mau nangis jangan ditahan, biar kamu lega”, dan masih banyak lagi perkataan yang menenangkan.

Setelah keadaan sudah menjadi tenang, barulah memulai berbicara dan mendiskusikan langkah kedepannya untuk mencari solusi bersama.

Membiarkan seseorang meluapkan emosi negatif itu perlu, bahkan merupakan hal yang normal. Sebab, hal itu meupakan salah satu bentuk kita menghargai juga mencintai diri sendiri. Perlu diingat kembali, jika dapat menjadi pendengar yang baik, kita pun akan didengarkan orang lain dengan baik.

Penulis: Syifa Mariyatul Kibtiyah

Beberapa Olahraga yang Dapat Dilakukan Dalam Ruangan
Lakukan 7 Hal ini, Agar Skripsimu Bisa Selesai Tepat Waktu
5 Hal Penting yang Perlu Dipikirkan Sebelum Membeli Buku
6 Tips Aman untuk Perempuan Saat Mudik Sedirian
Jalan Bahagia, Kamu Tipe yang Mana Altruisme atau Egoisme?
TAGGED:emosi negativpositivityToxic
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Artikel

Realita yang Harus Dihadapi Setelah Wisuda

Redaksi SKM Amanat
6 Maret 2018
Beberapa Olahraga yang Dapat Dilakukan Dalam Ruangan
Sempat Terhalang Ekonomi, Tak Halangi Sekar Sabet Wisudawan Terbaik FITK
Aksi May Day Layangkan 16 Tuntutan untuk Sejahterakan Buruh
Alasan Mahasiswa Wajib Paham Investasi
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Toxic positivity : Emosi Negatif Itu Perlu
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Toxic positivity : Emosi Negatif Itu Perlu
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?