By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Toxic Parenting dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental Anak
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Artikel

Toxic Parenting dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental Anak

Last updated: 21 Juli 2022 7:36 pm
Lawinda Rahmawati
Published: 21 Juli 2022
Share
SHARE
Toxic parenting
Ilustrasi kesehatan mental anak yang terganggu akibat toxic parenting. (Dok. Internet)

Pola asuh orang tua terhadap anak memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian anak di masa depan. Ada harapan yang disematkan orang tua kepada anaknya sebagai penerus garis keturunan.

Akan tetapi, tak selamanya pola asuh orang tua selaras dengan yang diharapkan anak. Dalam beberapa kondisi, terkadang anak mengalami pola asuh yang terlalu keras atau terlalu lembut. Dua hal ini tentu memiliki pengaruh di kehidupan anak, baik masa sekarang atau masa mendatang.

Sigmund Freud melalui teori Psikoanalisis menyebut bahwa kepribadian seorang anak dipengaruhi pola asuh yang diberikan oleh orang tua semasa kecil. Jika anak terbiasa dimanjakan oleh orang tua, di kehidupan remaja dan dewasa akan berpeluang lebih besar menjadi pribadi yang manja. Begitupun ketika diperlakukan secara keras, anak justru akan trauma.

Pola asuh yang cenderung berlebihan ini, akan menimbulkan efek toksik bagi anak (toxic parenting). Toxic parenting adalah perilaku dan sikap orang tua dalam megasuh anak selalu dimanifestasikan dalam kekerasan ataupun pemanjaan berlebih.

Toxic parents juga bisa dimaknai bahwa orang tua tidak menghormati dan memperlakukan anaknya dengan baik sebagai seorang individu. Toxic parents memberikan efek negatif terhadap kesehatan fisik dan mental anak.

Dampak Toxic Parenting bagi Kesehatan Mental Anak

Melansir dari Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi, dan Kesehatan, disebutkan terdapat beberapa perilaku yang akan muncul pada anak yang memiliki toxic parents, di antaranya

1. Memiliki kecemasan tinggi serta perasaan takut dan tidak aman yang sangat besar terhadap lingkungan.

2. Merasa kesepian dan merasa tidak ada yang memahami dan mengerti dirinya.

3. Sering bersikap tidak konsisten, serta kesulitan membangun prinsip dan nilai hidup.

4. Kesulitan mengekspresikan emosi, respons emosi terkadang tidak sesuai dengan stimulus yang diberikan.

5. Memiliki ketergantungan yang kuat pada orang selain dirinya.

Penulis: Lawinda Rahmawati

Menunggu Sumpah Generasi Ngopi
September Hitam, Melawan dengan Merawat Ingatan
Detoks Digital Bisa Jadi Solusi Mengurangi Ketergantungan pada Teknologi
Masyarakat, Corona dan Plato
Sudan, Negeri yang Tak Henti Berperang
TAGGED:Artikel psikologikesehatan mentalToxic parenting
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Opini

Bencana, Kejahatan Lingkungan dan Kuasa Simbolis

Agus Salim I
15 Desember 2021
3 Syarat Utama Menuju Indonesia Emas 2045 Menurut Hendrar Prihadi
Orsenik 2017, FITK Rebut Medali Emas Debat Bahasa Inggris
3 Tuntutan Dema-Sema dalam Audiensi Soal Polemik TOEFL dan IMKA
Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, FPK Gandeng HIMPSI Gelar Seminar Tanggap Bencana
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Toxic Parenting dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental Anak
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Toxic Parenting dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental Anak
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?