By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tiga Golongan Radikal Menurut Gus Nadir
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Tiga Golongan Radikal Menurut Gus Nadir

Last updated: 29 Februari 2020 8:02 pm
Ivatunisa Khasanah
Published: 29 Februari 2020
Share
SHARE
Gus Nadir sedang mengisi diskusi publik yang berlangsung di Gedung FISIP, Kampus 3 UIN Walisongo, Jumat (28/02/2020) (Amanat/Fikri).

Amanat.id- Dalam rangka menyambut Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengadakan diskusi publik dengan mendatangkan Nadirsyah Hosen sebagai pembicara, Jumat (28/02/2020).

Bertempat di Gedung A lantai 3 FISIP, diskusi publik tersebut mengangkat tema “Moderasi Islam di Dunia Virtual”.

Nadirsyah Hosen atau yang kerap disapa Gus Nadir, mengkategorikan tiga golongan yang dimaksud radikal.  Pertama, gerakan Takfir yaitu radikal secara keyakinan.

“Ini semua orang menjadi kafir kecuali dia, ini radikal dalam keyakinan. Jadi, seperti orang yang bercadar, menganggap orang yang tidak bercadar itu kafir. Itu yang salah dan berbahaya,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan radikal yang selanjutnya yaitu gerakan Jihadis atau gerakan yang merasa berhak membunuh orang lain tanpa alasan dan dibenarkan oleh syariat.

“Jadi, kadang-kadang bisa menjadi satu bagian yang saling berkaitan ketika seseorang dikatakan kafir. Misalnya, ada fatwa bahwa syiah itu kafir. Maka fatwa keduanya adalah halal darahnya,” lanjut Gus Nadir.

Kelompok radikal ketiga menurut Gus Nadir adalah gerakan radikal secara ideologis yang ingin mengganti ideologi negara. Menurutnya, kelompok jenis ini seringkali menganggap kafir orang yang tidak berpakaian celana cingkrang.

“Kalau yang menganggap celana cingkrang ini dari sunah nabi ya silahkan monggo. Semoga dengan kecintaan mereka kepada nabi akan mendapat pahala. Tapi orang ini tidak boleh menganggap orang yang tidak bercelana cingkrang menjadi kafir,” jelasnya.

Di akhir acara, Gus Nadir mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan tahu batasan dalam bersosial, karena terdapat orang-orang yang sengaja memproduksi ujaran kebencian secara massal.

Reporter: Ivatunisa Khasanah
Editor: Afifah Kamaliyah

Dwi Larso Bagikan Kriteria Calon Pendaftar Beasiswa LPDP
Ketua DEMA UIN Walisongo 2024 Klarifikasi Soal Banner Kritikan dan Kerja Sama UKM Musik
Terlambat Datang Visit UKM, Beberapa Ketua UKM-U Jemput Maba FSH ke Fakultas
Soal Permohonan Maaf HMI, PU Amanat: ke Depan Harus jadi Pelajaran Bersama
Sambut Perkuliahan Offline, UIN Walisongo Adakan Halalbihalal
TAGGED:dies natalisfisipgus nadirradikaluin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Tes Wawancara SKM Amanat
Varia Kampus

Tahap Pra-Workshop 2022 akan Segera Dilaksanakan, Cek Namamu Di Sini!

Redaksi SKM Amanat
15 September 2022
Rembulan Kesepian
4 Sektor Potensial dalam Dunia Saham di Tahun 2024
Sejumlah Mahasiswa FDK Keluhkan Sistem Perkuliahan Online
Mahasiswa Gunakan Tempat Parkir Khusus Dosen dan Pegawai FITK UIN Walisongo
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Tiga Golongan Radikal Menurut Gus Nadir
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Tiga Golongan Radikal Menurut Gus Nadir
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?