By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat “Salah Jurusan”, Ahwan Fanani Malah Jadi Guru Besar Ilmu Pemikiran Hukum Islam
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Guru Besar Ilmu Pemikiran Hukum Islam, Ahwan Fanani, UIN Walisongo
Foto Ahwan Fanani, Guru Besar Ilmu Pemikiran Hukum Islam FISIP UIN Walisongo, Rabu (25/10/2023). (Amanat/Gojali).
Sosok

Sempat “Salah Jurusan”, Ahwan Fanani Malah Jadi Guru Besar Ilmu Pemikiran Hukum Islam

Last updated: 26 Oktober 2023 9:13 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 26 Oktober 2023
Share
SHARE
Guru Besar Ilmu Pemikiran Hukum Islam, Ahwan Fanani, UIN Walisongo
Foto Ahwan Fanani, Guru Besar Ilmu Pemikiran Hukum Islam FISIP UIN Walisongo, Rabu (25/10/2023). (Amanat/Gojali).

Amanat.id- Sambil mengingat masa lampaunya, Ahwan Fanani mengaku dibohongi oleh temannya ketika hendak memasuki dunia perkuliahan, Rabu (25/10/2023).

Pria usia 45 tahun ini mengaku menaruh keinginan awalnya untuk menekuni bidang sastra dan sejarah. Alih-alih belum mengetahui informasi sepenuhnya tentang kampus yang dituju, dirinya pun mengikuti ajakan temannya untuk berkuliah di UIN Walisongo.

“Bisa dibilang masuk ke UIN Walisongo ini kecelakaan,” tuturnya saat diwawancarai oleh tim Amanat.id.

Ketika awal masuk ke UIN Walisongo, sontak dirinya pun merasa kaget ketika tidak menemukan jurusan yang hendak ditekuninya.

Bukannya merasa marah dan mengurungkan niat untuk kuliah, dirinya secara tegas membuang pikiran negatifnya bahkan menjadikannya sebagai semangat baru.

Dengan penuh keyakinan, dirinya pun memantapkan niat untuk berbelok arah ke ranah syari’ah dan hukum.

Saat ini, dirinya pun diangkat menjadi Guru Besar Ilmu Pemikiran Hukum Islam.

“Saya ingin masuk ke fakultas sastra, diajak teman ke UIN Walisongo ternyata tidak ada, akhirnya saya masuk Fakultas Syar’iah. Maka dari itu, tulisan jurnal saya secara tidak langsung merujuk pada sejarah,” ujarnya.

Impian Sejak Kecil

Pria yang sekarang menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Pemikiran Hukum Islam ini sempat mengingat masa di mana dirinya tidak diperbolehkan memiliki pekerjaan yang sama dengan ayahnya selaku seorang petani.

“Saya dari keluarga petani, tapi ayah saya tidak ingin saya menjadi seorang petani,” ucapnya.

Meskipun terlahir dari keluarga petani, Fanani merasa yakin dan tanpa menaruh gengsi sedikitpun ketika memilih untuk menjadi seorang profesor.

“Semenjak kecil ingin menjadi seorang profesor. Jika tidak menjadi ahli pertanian, paling tidak menjadi profesor sejarah, itu cita-cita saya ketika Madrasah Ibtidaiyah (MI),” tuturnya.

Menurutnya, pola pikir sederhana dan memiliki sebuah tujuan yang jelas harus dimiliki setiap orang bahkan akademisi. Prinsip itulah yang membantunya meraih impian menjadi guru besar.

“Memang wajar sebagai manusia, rasa eksplorasinya masih tinggi, tapi untuk ukuran menjadi guru besar tujuannya adalah akademik. Kita hanya perlu menyederhanakan yang sederhana dan berpikir yang seharusnya saja, selesai,” tambahnya.

Setelah menjadi guru besar, ia merasa masih belum memberikan sebuah karya yang berkesan. Hal tersebut menjadi PR tersendiri baginya.

“Semua ilmuwan harus mempunyai masterpiece-nya. Sebuah karya yang kira-kira monumental dan menjadi ikon kita sendiri. Saya merasa belum mempunyai ikon itu. Hal itu juga yang menjadi PR bagi saya sendiri,” ucapnya.

Di akhir wawancaranya, Fanani mengingatkan bagi seluruh akademisi, baik mahasiswa dan dosen untuk mempunyai rencana dan tujuan yang jelas dalam kehidupan di perguruan tinggi.

“Bagi mahasiswa, yang terpenting adalah mau jadi apa setelah kuliah. Itulah yang membuat ada mahasiswa kupu-kupu, sayang waktu dan investasi,” tutupnya.

Reporter: Rizki Gojali

Editor: Revina

KUPI II Gandeng LPDP Adakan Seminar Meraih Peluang Beasiswa
Perjuangan Menulis Najhaty Sharma di Tengah Lingkungan Pesantren
Plt Rektor UIN Walisongo Beri Pesan bagi Para Wisudawan November 2023
Jitet Kustana Bakal Pamerkan 147 Karyanya di Europan Cartoon Center
Ini Alasan Yel-yel UKT Mahal Menggema di GSG
TAGGED:ahwan fananifisip uin walisongoguru besar ilmu pemikiran dan hukum islamguru besar uin walisongosalah jurusanuin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Beasiswa Bank Indonesia, Beasiswa BI, Beasiswa BI UIN Walisongo, Beasiswa BI 2025, UIN Walisongo, Beasiswa UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

UIN Walisongo Kembali Buka Pendaftaran Beasiswa Bank Indonesia

Redaksi SKM Amanat
22 Januari 2025
Hari Ini SKM Amanat Genap Berusia 34 Tahun
Awal Tahun 2017, MPI Menyambut Tamu dari Pamekasan Madura
Lara
Jadwal Lengkap Orsenik 2017 UIN Walisongo
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat “Salah Jurusan”, Ahwan Fanani Malah Jadi Guru Besar Ilmu Pemikiran Hukum Islam
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Sempat “Salah Jurusan”, Ahwan Fanani Malah Jadi Guru Besar Ilmu Pemikiran Hukum Islam
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?