By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat Jadi Penjual Gorengan, Ida Arofa Raih Wisudawan Terbaik FDK
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Ida Arofa, Wisudwan terbaik Fakultas Dakwah Dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo.
Sosok

Sempat Jadi Penjual Gorengan, Ida Arofa Raih Wisudawan Terbaik FDK

Last updated: 6 September 2018 4:44 pm
Mohammad Azzam
Published: 6 September 2018
Share
SHARE
Ida Arofa, Wisudwan terbaik Fakultas Dakwah Dan Komunikasi (FDK) UIN Walisongo.

Skmamanat.com – Ida Arofa, mahasiswi jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) berhasil menjadi wisudawan terbaik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) dengan capaian Indeks Prestasi kumulatif (IPK) sebesar 3,86.

Ida sapaan akrabnya, mengaku harus melalui proses yang tidak mudah untuk lulus delapan semester dan menjadi wisudawan terbaik difakultasnya. Berasal dari keluarga yang sederhana, sempat membuatnya merasa tidak yakin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan karena faktor ekonomi.

Perjuangan meraih beasiswa

Wisudawan asal Batang itu memulai kehidupan kuliah dengan tidak lolosnya beasiswa bidikmisi yang sangat diharapkannya. Selain itu, Ida juga beberapa kali gagal mendapat beasiswa dari berbagai instansi. Namun hal demikian tidak membuatnya menyerah. Ia terus berusaha.
Akhirnya Ida berhasil mendapatkan beasiswa Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) saat semester dua dan beasiswa Badan Amal Zakat Naional (Baznas) di semester empat. Semua itu diperjuangkan untuk meringankan biaya kuliahnya.

Selain mengandalkan beasiswa, ia juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup di Semarang. Ida sempat berjualan gorengan di belakang swalayan Aneka Jaya saat semester dua meskipun saat itu ia merupakan santriwati Ma’had Al-jami’ah Walisongo dengan jam keluar terbatas . Selain itu ia juga berjualan donat di kampus dan tidak merasa malu saat harus menawarkannya ke teman-temannya.

“Kenapa harus malu. Justru itu melatih mental kita,” jelasnya.

ketika menginjak semester empat, Ia mendapat kesempatan mengajar di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Kesempatan itu digunakannya untuk mengamalkan ilmu yang ia miliki dan mencoba menambah pengalaman. Sekarang Ida aktif sebagai pengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Dengan menahan air mata, ia menambahkan saat liburan sebelum semester enam, ia sempat hampir putus asa untuk melanjutkan kuliah karena biaya yang semakin besar. Ia yang terdidik mandiri merasa berat untuk meminta uang guna membayar biaya kuliah. Apalagi setelah mengetahui orang tua nya harus berhutang terlebih dahulu untuk mendapatkan biaya tersebut.
“Saya paling benci sama yang namaya utang, tetapi gimana lagi, saya tidak bisa membantu banyak,” terangnya ketika ditanya perihal titik lemahnya.

Motivasi mengalahkan rintangan.

Wisudawan terbaik FDK itu tidak menyerah begitu saja. Motivasi besar yang dimilikinya berhasil membuatnya melewati segala rintangan. Kata-kata dari keluarga yang mendukung dan percaya bahwa ia adalah seorang hebat yang mampu mengangkat derajat keluarganya, membuat Ida bangkit dan berusaha menjawab kepercayaan itu.

Setelah menyelesaikan program S1 ini, ia ingin mencari pekerjaan dan pengalam baru yang jauh dari kampung halamannya sebelum menikah. Tentu saja ia juga ingin melanjutkan S2, namun Ketika sudah memiliki biaya sendiri.
“Siapa sih mas yang tidak ingin melanjutkan S2, bisa dapat teman dan pengalam baru, serta bisa dekat dengan tokoh-tokoh penting, tapi ya nanti lihat aja nanti,” tuturnya kepada kru skmamanat.com.

Kepada teman-teman yang masih menempuh kuliah di fakultas dakwah dan komunikasi, ia berpesan untuk tidak hanya fokus pada kuliah, walaupun tujuan awal sampai di UIN walisongo adalah kuliah. Tetapi alangkah lebih baik jika diimbangi dengan kegiatan dan organisasi untuk menambah pengalaman dan kemampuan leadership asalkan tidak menggangu kegiatan perkuliahan.

“Waktu itu sangat berharga, jangan sia-siakan kesempatan yang datang sekarang atau nantinya akan menyesal,” pungkasnya.

 

Reporter : Mohammad Azzam
Editor : Khanif Maghfiroh

Punya Target yang Jelas, Kunci Erina Jadi Wisudawan Terbaik FITK
Tekad Jadi Dosen Muda, Muhammad Yusuf Pratama Raih Wisudawan Terbaik FUHUM Lewat Artikel SINTA 2
Batal Gabung UKM Musik, Shinta Pulang Bawa Hadiah
Aktif Kegiatan Di Luar Perkuliahan, Shifah Jadi Wisudawan Terbaik FITK
Patahkan Omongan Tetangga, Ratna Raih Predikat Wisudawan Terbaik FPK
TAGGED:wisuda uin walisongowisudawan fdkwisudawan terbaik
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Tampilan SE Bantuan UKT UPZ UIN Walisongo. (Dok. Khusus)
Beasiswa

Rekrutmen Bantuan UKT UPZ UIN Walisongo Resmi Dibuka, Apa Saja Syaratnya?

Redaksi SKM Amanat
30 September 2022
SEMA FITK UIN Walisongo Tindak Lanjuti Isu Iuran Pagelaran
Darurat Corona, UIN Walisongo Terapkan Aturan Baru Aktivitas Mahasiswa
Tim KKN Posko 73 Mulai Program TPQ Lansia
Penerimaan Diri
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Sempat Jadi Penjual Gorengan, Ida Arofa Raih Wisudawan Terbaik FDK
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Sempat Jadi Penjual Gorengan, Ida Arofa Raih Wisudawan Terbaik FDK
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?