By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: SEMA-DEMA; UIN Walisongo Perlu Perubahan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
UIN WalisongoVaria Kampus

SEMA-DEMA; UIN Walisongo Perlu Perubahan

Last updated: 6 April 2024 12:47 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 5 April 2024
Share
SHARE
UIN Walisongo, Dies Natalis UIN Walisongo, Kritik UIN Walisongo, SEMA UIN Walisongo, DEMA UIN Walisongo,
Seorang perempuan sedang berjalan di depan gerbang Kampus 3 UIN Walisongo, Kamis (12/1/2024). (Amanat/Saskia).

Amanat.id- Usia Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo kini telah menginjak 54 tahun. Perayaan melalui Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-54 juga telah digelar di Auditorium II Kampus 3, Kamis (4/4/2024).

Melihat UIN Walisongo yang sudah menginjak usia 54 tahun, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo, Bagas Adi Putra menuturkan bahwa tidak adanya perubahan yang signifikan di usia ke-54 ini.

“Tidak ada dampak yang signifikan sama sekali selama 54 tahun ini. Berarti memang kita harus berkaca lebih kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh kampus,” katanya, Kamis (4/4/2024).

Menurutnya, beberapa hal yang ada di UIN Walisongo masih kurang relevan, seperti pembangunan Fakultas Kedokteran (FK), pemerataan fasilitas, dan penanganan kekerasan seksual.

“Seperti memaksakan pembangunan FK, banyak tempat yang fasilitasnya belum terpenuhi, dan terindikasinya kasus kekerasan seksual,” tuturnya.

Bagas berharap UIN Walisongo dapat berubah dan lebih terbuka dengan aspirasi mahasiswa, sehingga dapat berkolaborasi aktif antar civitas akademika.

“Suara mahasiswa terus selalu didengar. Stakeholder yang ada di tatanan bawah itu terakomodir semua dan kasus-kasus yang hari ini masih sering muncul, seperti kekerasan seksual harus ditindak lanjuti,” tuturnya.

Lain halnya dengan Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Walisongo, Anfathony Alama Jidan berpendapat bahwa layanan Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) perlu ditingkatkan.

“Pelayanan PTIPD masih kurang cekatan,” ucapnya saat diwawancarai oleh tim Amanat.id, Jumat (5/4/2024).

Menurutnya, banyak permasalahan yang harus diselesaikan, seperti perizinan ma’had dan penanganan kasus kekerasan seksual.

“Perizinan ma’had dan penanganan kekerasan seksual perlu regulasi yang tegas dari Rektor,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penetapan golongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Walisongo yang tidak sesuai dengan pendapatan orang tua.

“Pembagian golongan UKT yang sampai hari ini banyak ketidaksesuaian dengan hasil pendapatan orang tua,” tuturnya.

Lanjutnya, UIN Walisongo juga tidak memiliki pedoman penentuan UKT seperti Universitas Indonesia (UI).

“Penentuan UKT UIN Walisongo tidak ada pedoman seperti halnya di UI yang transparan dan memiliki acuan jelas,” tutupnya.

Reporter: Moehammad Alfarizy
Editor: Gojali

Tanggapi Keluhan Jam Malam Kampus, Rektor: Boleh, Sesuai SK Rektor
Muhammad Da’i: Kelayakan Penerima KIP Didasarkan pada Mahasiswa yang Berkontribusi
PBAK 2018 UIN Walisongo Hadirkan Tamu Istimewa
Potensi Jadi Objek Fisik, Beberapa Mahasiswa UIN Walisongo Keluhkan Akun Kampus Cantik di TikTok
Calon Ketua dan Wakil Ketua, As’ad-Yusuf Janjikan DEMA UIN Walisongo sebagai Lembaga Responsif
TAGGED:dema uin walisongodies natalis uin walisongokritik uin walisongorefleksi uin walisongosema uin walisongouin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

UIN Walisongo Boyong Tiga Gelar Juara Islamic Finance Challenge 2018

Redaksi SKM Amanat
23 November 2018
73 Formasi MOB Genwa, Ramaikan Pembukaan PBAK 2018
[PUISI] Mengenang
Wajib Ma’had Jadi Syarat KRS dan Sidang Skripsi Maba UIN Walisongo 2023
Memahami Kartun Sebagai Media Penyampaian Pesan dan Kritik
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: SEMA-DEMA; UIN Walisongo Perlu Perubahan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: SEMA-DEMA; UIN Walisongo Perlu Perubahan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?