By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: SALAM Institute Ungkap Realita ABK di Balik Bisnis Perikanan Tangkap
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Nasional

SALAM Institute Ungkap Realita ABK di Balik Bisnis Perikanan Tangkap

Last updated: 20 Maret 2024 12:36 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 20 Maret 2024
Share
SHARE
Salam Institute, Anak buah kapal, DFW, Realita ABK, Bisnis perikanan tangkap, ABK
Tangkapan gambar Miftachul Choir saat menyampaikan materi dalam Ngaji Pesisir SALAM Institute melalui Zoom Meeting, Selasa (19/3/2024). (Dok. Khusus).

Amanat.id- Komunitas Santri Alam (SALAM) Institute menggelar acara Ngaji Pesisir dengan tema “Ekonomi Politik Perikanan Tangkap: Akses, Sumber Daya, Modus Produksi” secara online melalui Zoom Meeting, Selasa (19/3/2024).

Anggota Destructive Fishing Watch (DFW), Miftachul Choir hadir menjelaskan realita Anak Buah Kapal (ABK).

Mifta menjelaskan bahwa dalam perekrutan ABK telah terjadi relasi kerja yang kapitalis.

“Di atas kapal, relasi kerja yang kapitalis itu sangat terlihat. Para ABK yang direkrut bukanlah dari orang-orang yang mengerti akan laut melainkan mereka yang tidak tamat sekolah dasar maupun yang pengangguran,” ucapnya.

Mifta juga menyampaikan bahwa para calon Awak Kapal Perikanan (AKP) yang mendaftar hanya bermodal nekat, sehingga mudah dimanipulasi.

“Dengan meminta uang panjar, calo memanipulasi para calon AKP dengan mengiming-imingi gaji yang tinggi,” ujarnya.

Bukan hanya itu, lanjutnya, para ABK juga diberikan perlakuan yang berbeda dalam pemberian fasilitas dan konsumsi dari pada divisi spasial.

“Divisi spasial itu mendapatkan fasilitas yang sangat memadai, mulai dari AC, kulkas, TV sedangkan ABK hanya mendapatkan satu kasur dan harus berbagi, ABK juga tidak difasilitasi kamar mandi,” terangnya.

Mifta juga menerangkan bahwa upah ABK tidak sesuai dengan risiko yang diterima.

“Dengan risiko yang tinggi, ABK hanya mendapatkan upah yang kecil, dengan pembagian 50 banding 50 antara kapten dengan seluruh ABK,” ucapnya.

Selain itu, tambah Mifta, ABK tidak mengetahui kemana hasil tangkap mereka dijual.

“Dari hasil dari tangkapan tersebut, mereka tidak mengetahui kemana hasil perikanan itu dijual,” katanya.

Sejak Januari 2024, pada rezim Jokowi ada istilah ekonomi hijau dan biru dengan disahkannya penangkapan ikan. Menanggapi hal tersebut, Pengurus SALAM Institute, Syatori mengatakan bahwa persaingan di laut lebih mengerikan.

“Sama seperti orde baru, ada istilah revolusi hijau dan biru pada era rezim Jokowi dengan disahkannya penangkapan ikan sejak Januari 2024. Sejak itu keadaan lebih mengerikan lagi,” tuturnya.

Syatori menyebutkan bahwa kekayaan laut sudah seperti dilelang.

“Kekayaan laut ini seperti dilelang, dibiarkan siapa saja yang memiliki modal besar akan memiliki keuntungan yang besar pula,” tuturnya.

Reporter: Febriyanti
Editor: Eka R.

Peran Orang Tua dalam Melatih Anak Berpuasa
Ganjar Pranowo: Daerah Lain Bisa Tiru UIN Walisongo Hibahkan Gedungnya Untuk Isolasi Terpusat
SKM Amanat Gelar Diskusi Film Dokumenter Kronik Sengketa Lahan di Pundenrejo
UIN Walisongo Turut Kehilangan KH Maimun Zubair
SKM Amanat Kembali Raih Penghargaan Bergengsi di ISPRIMA 2020
TAGGED:abkanak buah kapalbisnis perikanan tangkapdfwrealita abksalam instituteungkap realita abk
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Ilustrasi bersantai menikmati waktu sendiri.
ArtikelLifestyle

Pentingnya Investasikan Waktu 10 Menit per Hari untuk Sendiri

Khasan Sumarhadi
11 Juli 2022
Mahasiswa KKN Nusantara Bantu Vaksinasi Masal di Desa Kertosari Lampung Selatan
Budaya Ngopi Mahasiswa dan Manfaatnya Bagi Tubuh
Merintis Usaha Sejak Semester 4, Mirza jadi Wisudawan Terbaik FPK
Tahun Ini, UIN Walisongo Agendakan Wisuda Empat Kali Setahun
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: SALAM Institute Ungkap Realita ABK di Balik Bisnis Perikanan Tangkap
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: SALAM Institute Ungkap Realita ABK di Balik Bisnis Perikanan Tangkap
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?