By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Puluhan Atlet Beladiri Cidera, Tim Medis Khusus Tak Tersedia
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Atlet
Varia Kampus

Puluhan Atlet Beladiri Cidera, Tim Medis Khusus Tak Tersedia

Last updated: 22 September 2018 6:10 pm
Zulfiyana Dwi
Published: 22 September 2018
Share
SHARE

 

Atlet lomba Karate dan Kempo mengalami cidera saat perlombaan berlangsung di Auditorim II UIN Walisongo (22/9/2018) (Amanat/Fiya)

Skmamanat.com- Sejumlah peserta cabang lomba Karate dan Kempo  mengalami cidera di Orientasi Olahraga, Seni, Ilmiah dan Keterampilan (Orsenik), Sabtu (22/9/2018).

Insiden yang berlangsung di Auditorium 2 kampus III UIN Walisongo itu terjadi saat kegiatan lomba sedang berlangsung.

Salah satu dokter dari Polikinik UIN Walisongo, Sri Hartiningsih mengatakan, cidera serius dikarenakan terkena tendangan pada ulu hati dan kepala.

“Seharusnya dalam kegiatan olahraga berat ada tim kesehatan khusus yang menangani,” kata Sri.

Penanggung Jawab (PJ) cabang lomba Karate, Agus Budi Santoso mengatakan, lomba ini melibatkan kontak fisik dan berpotensi cidera. Seharusnya ada tim khusus dan ambulans yang siaga di area lomba.

Agus menambahkan, sebenarnya PJ lomba sudah mengantisipasi akan adanya kejadian seperti itu. Tim juga sudah meminta kepada Dema agar disediakan tim medis khusus.

“Seharusnya ada tim khusus, yang dikerahkan malah pihak Poliklinik UIN Walisongo dan tim Korps Suka Rela (KSR), jadi kita kebingungan kalau begini”, lanjutnya.

Ketua panitia Orsenik, Lenny Ristiyani mengatakan, hal ini terjadi karena kurang koordinasi. Kedepannya harus ada koordinasi yang lebih jelas. Panitia merasa sudah memenuhi permintaan dengan menyediakan tim kesehatan, namun untuk tim khusus sendiri tidak ada permintaan yang lebih spesifik.

“Dari panitia sendiri sebenarnya sudah meminta tim atau dokter dari luar, tapi pihak kampus 1 bilang itu akan susah untuk mengurusnya, dan putusan akhirnya menggunakan Poliklinik dan tim KSR,” paparnya saat ditemui skmamanat.com

Ia juga menambahkan penggunaan jasa Poliklinik dan KSR untuk menghormati fasilitas yang ada.

“Dengan memanfaatkan Poliklinik dan tim KSR kita kan bisa lebih memanfaatkan fasilitas kampus,” tandasnya

Reporter : Zulfiyana 
Editor : Liviana Muhayatul Khoiroh

Pentas Teater Koin FEBI UIN Walisongo “Mantep”: Kisah Kelam Dispensasi Nikah
Makmur Efendi: Jangan Berpikir Sukses Jika Tak Berorganisasi
Hand Sanitizer Gratis Dibagikan Khusus Mahasiswa Jurusan Kimia
Keamanan Kurang Tegas, Pedagang Panen Cuan di UIN Walisongo Bersholawat
Kiai Fadlolan Musyaffa’ Terbitkan Buku Berjudul “Jilbab Yes, Niqob No”
TAGGED:atletcideraorsenikorsenik 2018orsenik uin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Sosok

Berwirausaha Tak Menghalangi Mahasiswa Ini Untuk Berprestasi

Redaksi SKM Amanat
28 Agustus 2019
Harlah ke-25, UKM JHQ UIN Walisongo Hadirkan Lora Ismael dan Gus Kafa
Mencari Arti Bahagia dalam Sebuah Keluarga
Mendes PDTT: Mahasiswa Harus Mendidik Dirinya Agar Dibutukan di Dunia Kerja, Masyarakat dan Umat
UM-PTKIN 2022 Resmi Dibuka, UIN Walisongo Sediakan 1.959 Kuota
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Puluhan Atlet Beladiri Cidera, Tim Medis Khusus Tak Tersedia
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Puluhan Atlet Beladiri Cidera, Tim Medis Khusus Tak Tersedia
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?