By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Petani Sayur Cisarua; Harga Pupuk Melambung Hingga Cuaca Labil
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Petani Sayur Cisarua, KKN UIN Walisongo, Kelompok 59 KKN MIT XIV UIN Walisongo Semarang
Anggota Kelompok 59 KKN MIT XIV UIN Walisongo Semarang saat wawancara dengan petani Sayur Kampung Cibolang Desa Kertawangi (Dok. Khusus)
KKNNasional

Petani Sayur Cisarua; Harga Pupuk Melambung Hingga Cuaca Labil

Last updated: 6 Juli 2022 7:50 am
Redaksi SKM Amanat
Published: 6 Juli 2022
Share
SHARE
Petani Sayur Cisarua, KKN UIN Walisongo, Kelompok 59 KKN MIT XIV UIN Walisongo Semarang
Anggota Kelompok 59 KKN MIT XIV UIN Walisongo Semarang dengan petani Sayur Kampung Cibolang Desa Kertawangi (Dok. Khusus)

Bandung Barat– Naiknya harga pupuk dan pestisida membuat petani sayur di Kampung Cibolang Desa Kertawangi Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat keluhkan penjualan hasil panen. Selain itu, perubahan cuaca yang tak menentu juga menjadi faktor penghambat produktivitas sayur. Minggu, (03/07/2022).

Kedua faktor tersebut berpengaruh signifikan terhadap harga jual sayuran dari petani pada pengepul ataupun harga di pasaran. Saat ini (2/7) harga brokoli per kilo tembus di angka 15.000 lebih.

“Brokoli sekarang lagi 15.000 lebih per kilo karena pupuk dan obatnya mahal. Apalagi kalau seledri yang gampang diserang hama. Harapannya sih harga pupuk dan pestisida segera turun”, ungkap Muhammad, pemilik kebun brokoli seluas 250 tumbak.

Lain dari brokoli, komoditas selada justru turun harga dari 15.000 menjadi 10.000 per kilo. Meski selada tergolong memiliki masa panen yang singkat, yakni satu bulan setengah. Akan tetapi, cuaca harian yang labil menjadi faktor utama yang mengendalikan harga. Panas berlebih saat siang dan hujan deras saat malam menjadikan selada rentan lembek dan rusak.

“Sekarang mah (selada) lagi turun harga, per kilo cuma 10.000. Kalau kemarin-kemarin mah sempat 15.000 per kilo. Kalau lagi sering hujan bisa turun jadi 500 sampai 1.000 rupiah. Kalau kelebihan air mah banyak yang rusak”, terang Yuyun, salah satu pekerja kebun brokoli dan selada.

Melimpahnya stok sayur yang tidak diimbangi dengan tingginya permintaan di pasaran juga memicu lonjakan harga. Hal ini pernah dialami Yuyun saat menanam tomat. Ia mengaku pernah mengalami gagal panen, sebab melimpah ruahnya stok tomat namun permintaan pasar sedang surut sehingga banyak tomat yang disimpan hingga busuk.

“Pernah menanam tomat, tapi ya bisa dibilang belum bisa balik modal bagi petani. Cuma bisa buat makan sehari-hari saja”, lanjut Yuyun sehari seusai panen selada hampir 2 kwintal (3/7).

Keluhan serupa juga datang dari Yayan, pemilik kebun sayur dan greenhouse bunga Mawar di area Situreret Kertawangi. Pihaknya mengaku bahwa petani sayur hanya bisa ikut arus harga pasaran karena tak adanya standar harga sayur di tingkat petani.

“Sebenarnya, kendala petani sayur itu ya seputar perawatan yang masih bergantung cuaca dan cenderung tak bisa mengendalikan harga. Biasanya kan pemasaran hasil panen relatif masih konvensional, sekedar tanam, rawat, panen lalu dijual ke pengepul tanpa standar harga tertentu”, ungkap Yayan, pemilik kebun yang mulai berinovasi merintis agriwisata kebun di Situreret.

Sebagai pemilik utama kebun, Yayan berharap adanya pihak ketiga (vendor) yang membantu pemasaran hasil bumi di Kertawangi agar menguatkan daya saing produk lokal yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan para petani kebun.

Reporter: Moh. Jamalul Lail

Imbas Efisiensi Anggaran, KKN Internasional dan Nusantara UIN Walisongo 2025 Ditiadakan
Antisipasi Banjir, Warga Karangrandu Bersama Tim KKN Bersihkan Sampah
Mahasiswa KKN Nusantara Bantu Vaksinasi Masal di Desa Kertosari Lampung Selatan
Rektor UIN Walisongo Lepas 2156 Peserta KKN Secara Virtual
Ini Kata Dekan FISIP UIN Walisongo soal Lawatan Raja Salman ke Indonesia
TAGGED:Harga pupuk melambungkkn uin walisongoKKN UIN Walisongo 2022Petanipetani Cisaruapetani sayur
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Lilis Kuraisin, Wisudawan Terbaik FDK, UIN Walisongo
SosokUIN WalisongoWisuda

Lika-liku Perjuangan Lilis Kuraisin Raih Wisudawan Terbaik FDK

Redaksi SKM Amanat
23 Agustus 2023
Sebelum Tes, Yuk Tengok Denah Lokasi Ruang UJM UIN Walisongo 2018
Ini Atraksi Menwa yang Menghebohkan Mahasiswa Baru
Bukan Corona, Tiga Virus Ini Lebih Bahaya dan Mematikan
Tak Usah Resah, Indeks Prestasi Bukan Harga Mati
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Petani Sayur Cisarua; Harga Pupuk Melambung Hingga Cuaca Labil
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Petani Sayur Cisarua; Harga Pupuk Melambung Hingga Cuaca Labil
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?