By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Menyimpan Tulisan Jelek
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Esai

Pentingnya Menyimpan Tulisan Jelek

Last updated: 6 November 2019 3:46 pm
Mohammad Iqbal Shukri
Published: 6 November 2019
Share
SHARE
Ilustrasi mengetik (Dokumen internet).

Jika berbicara tentang kualitas sebuah tulisan mungkin tak segan-segan kita menilainya dengan dua pilihan yakni tulisan jelek atau bagus. Namun jangan sampai kita lupa bahwa hakikat sebuah kualitas tulisan itu relatif, tergantung standar apa yang digunakan dalam sebuah penilaian.

Setiap penulis tak bisa memungkiri bahwa mereka punya standar tersendiri untuk menilai sebuah tulisannya. Salah satunya dengan pembandingan antara tulisan satu dengan tulisan lain. Baik pembandingan antar karya sendiri maupun karya orang lain.

Nah, di sini pentingnya untuk menyimpan sebuah tulisan. Kita tahu seorang penulis yang hebat dan menghasilkan beberapa buku pasti dia telah melalui proses penempaan yang begitu panjang. Tulisan dihujat, dikritik sana sini dan lainnya. Tetapi apapun itu adalah kenikmatan dari berproses menjadi seorang penulis.

Mereka telah melewati tulisan-tulisan jelek. Jika kita telaah sedikit bahwa tulisan jelek yang pernah kita buat mempunyai manfaat yang hebat yang tidak kita sadari. Dari tulisan jelek yang pernah dibuat kita bisa belajar, menganalisis kesalahan tulisan, baik dalam hal gagasan, pemilihan diksi, bahasa yang baik dan benar, kemudian melakukan perbaikan secara terus menerus. Hingga tulisan tersebut layak dianggap bagus. Kemudian siap disantap oleh pembaca.

Selanjutnya, dengan menyimpan tulisan jelek kita bisa mengabadikan sejarah yang telah kita buat dan kita tuliskan sendiri. Setidaknya ada bukti bahwa kita sudah pernah menulis. Ada bukti fisiknya. Bukan hanya sekedar ucapan saja.

Menulis bukan hanya soal bakat, namun tentang kemauan, keberanian, dan kebiasaan. Jadikan menulis sebuah kebiasaan. Menulis apapun itu. Baik bermula dari catatan harian sekalipun. Kita tahu beberapa di antara para aktivis telah melakukan kebiasaan menulis. Seperti Soe Hok Gie dengan catatan hariannya. Kartini dan surat-surat dan catatan yang dibuatnya.

Jadi dalam hal menulis, khususnya untuk penulis pemula jangan takut untuk menulis dan menerima kritik bahwa tulisan kita jelek. Tetap simpan tulisan jelek itu dan terus memperbaikinya. Lakukan berulang-ulang, jangan mudah putus asa. Hasilkan karya sebanyak-banyaknya. Jangan berpikir bahwa tulisanmu tidak bermanfaat, tapi yakinlah tulisan yang telah Anda buat suatu saat akan bermanfaat.

Namun tetap jangan mengesampingkan kegitan membaca. Sebab membaca dan menulis adalah sebuah kesatuan yang harus dimiliki oleh seorang penulis.

Penulis: Mohammad Iqbal Shukri

Baca ini Sebelum Cintamu Menjadi Sampah di Hidupmu [Bagian 2]
Angka dan Kehidupan Nyata
Baca ini Sebelum Cintamu Menjadi Sampah di Hidupmu
Seberkas Cahaya Cinta Isyraqi
Raja Jawa
TAGGED:kebiasaan menulisMenulispentingnya menulis
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Bebas kendaraan saat wisuda uin walisongo
UIN WalisongoWisuda

Himbauan Tidak Menggunakan Kendaraan Di Wisuda, Rektor Beri Tanggapan!

Redaksi SKM Amanat
23 Agustus 2022
Eksistensi Laki-laki dalam Lingkup Kesetaraan Gender
Lulus dengan Artikel SINTA 3, Itak Khoirunnisak Jadi Wisudawan Terbaik FDK
Sejumlah Mahasiswa FDK Keluhkan Sistem Perkuliahan Online
Pelantikan Pengurus Baru KOPMA Walisongo, Ketua Dinas Koperasi: Semoga Lebih Inovatif
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Menyimpan Tulisan Jelek
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Pentingnya Menyimpan Tulisan Jelek
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?