By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Meluruskan Sejarah Menurut Romo Tjahyadi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Pentingnya Meluruskan Sejarah Menurut Romo Tjahyadi

Last updated: 19 Februari 2020 6:59 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 19 Februari 2020
Share
SHARE
Tjahyadi Nugraha menanggapi buku yang ditulis Virdika, dalam acara Diskusi Publik Nasional dan Bedah Buku “Menjerat Gus Dur” di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa (18/02/2020) (Amanat/Yessi).

Amanat.id- Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pendeta Indonesia, Tjahyadi Nugraha hadir sebagai pembicara dalam acara Diskusi Publik Nasional dan Bedah Buku “Menjerat Gus Dur” yang berlangsung di Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo, Selasa (18/02/2020).

Tjahyadi Nugraha atau yang akrab dipanggil “Romo”, merupakan sahabat Gus Dur yang telah menemani perjalanan beliau sejak tahun 1987 hingga wafat. Tjahyadi menjelaskan selama menemani Gus Dur, ia menuntun, menulis dan membacakan berita untuk Gus Dur.

“Selama saya mendampingi Gusdur, tugas saya yah hanya nuntun, nulis, dan membacakan surat atau berita untuk Gus Dur,” jelas Romo.

Dalam kesempatannya menanggapi buku yang ditulis Virdika, Romo menyampaikan bahwa betapa pentingnya sejarah itu diluruskan.

“Sebuah bangsa jika sejarahnya tidak lurus, bangsa itu pasti hancur,” kata Romo.

Menurutnya, kehadiran buku ini tujuanya tidak untuk mengorek luka lama atau memecah kaum nasionalis dan nahdhiyin, tetapi buku ini hadir untuk meluruskan sejarah yang selama ini masih abu-abu.

“Justru bangsa ini akan makmur apabila keduanya seperti kaum nahdliyin dan nasionalis bersatu,” imbuhnya.

Dengan adanya buku ini, ia berharap kepada para pelaku atau saksi hidup yang terlibat dalam penjatuhan Gus Dur agar mau membuka sejarah dengan jujur.

“Pro dan kontra itu pasti ada, jadi jangan takut untuk menulis sebuah karya,” lanjutnya.

Diakhir kesempatanya, Romo berharap semoga semua yang hadir di acara tersebut dapat tertular kecerdasan Verdika, karena menurutnya ukuran intelektual seseorang bukan diukur dari pencapaian akademik  tetapi skill, dan ukuran sebuah skill adalah karya.

“Berkaryalah, agar Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar, karena hanya dengan sebuah karya nama kalian akan diabadikan oleh sejarah,” tegasnya.

Reporter: Yessi Zuana 
Editor: Mohammad Shafril 

Tahun Ini Anggaran Dana ORSENIK Naik 170 Juta
Studi Pentas “Retno Manggali” Teater Mimbar Angkat Isu Pergeseran Nilai dan Dualisme
HMJ PGMI Hadirkan Haekal Adha Jelaskan Definisi dan Manfaat AI dalam Kehidupan
UIN Walisongo Bersholawat Membludak, Begini Tanggapan Peserta dan Menwa
Menulis Kunci Eksistensi LPM UIN Walisongo
TAGGED:dialog publikmenjerat gus durTjahyadi Nugrahauin walisongoVirdika Rizky
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
ksk wadas, pentas ksk wadas, studi pentas wadas, ksk wadas uin walisongo, pentas pada suatu hari, karya arifin c noer
UIN WalisongoVaria Kampus

Bahas Isu Media Sosial, KSK Wadas Adakan Studi Pentas Bertajuk ‘Pada Suatu Hari’

Redaksi SKM Amanat
26 April 2025
HUT ke-22, HMJ Tasawuf dan Psikoterapi adakan Talkshow
Rokok dalam Lakon Kebudayaan
Simulakra dan Cermin Kejahatan Anak
Tanggapi Keluhan Mahasiswa, FDK Perbaiki Tujuh Toilet Rusak
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Pentingnya Meluruskan Sejarah Menurut Romo Tjahyadi
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Pentingnya Meluruskan Sejarah Menurut Romo Tjahyadi
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?