By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Nalar Cacat Clickbait Pada Media
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
(Dokumen IndonesiaGo.Digital).
Artikel

Nalar Cacat Clickbait Pada Media

Last updated: 8 Juni 2020 3:53 pm
Shafril Hidayat
Published: 8 Juni 2020
Share
SHARE
(Dokumen IndonesiaGo.Digital).

Saat berselancar di media sosial, sering kita jumpai berita-berita dengan judul cukup bombastis, dramatis dan lainnya. Padahal saat berita itu dibuka terkadang judul yang dibuat tidak sesuai dengan isinya. Seolah media hanya ingin mencari clickbait dari pembaca.

Namun fenomena tersebut, tak bisa dinafikan juga atas dampak dari perkembangan teknologi. Dalam konteks media, yakni masifnya kemunculan media online.

Hingga kemudian dari banyaknya media online saling bersaing, untuk menjadi sebuah media yang terdepan. Di mana salah satu cara jahatnya menggunakan sistem clickbait.
Ditambah media online, memang dituntut untuk memproduksi berita dengan cepat. Sehingga seringkali keakuratan pada berita diabaikan.

Sebab dalam nalar media online, saat berita ada sedikit kesalahan bisa secepatnya dihapus. Dalam hal ini memang berbeda dengan media dengan menggunakan medium cetak, yang memang ketika ada kesalahan dan terlanjur dicetak dan di distribusikan, pihak media tidak dapat menghapusnya, salah satu jalannya memang harus dengan klarisfikasi dari pihak media.

Padahal meskipun mediumnya berbeda, kebenaran dalam jurnalistik harus tetap hal yang utama. Sebagaimana dikatakan oleh Bill Kovach dan Tom Rosentiel, di mana penulis berita (wartawan) dilarang menambah, mengarang apapun, jangan menyesatkan pembaca dan bersikap jujur.

Hingga kemudian, tindakan clickbait dengan cara-cara yang menyesatkan tidak bisa dibenarkan.

Edukasi Bukan Bodohi

Lazim kita ketahui bahwa fungsi pers (media), yakni sebagai media informasi, edukasi, hiburan dan kontrol sosial. Namun apa yang terjadi ketika sebuah media lebih mengedepankan clickbait, yang mengesampingkan beberapa nilai-nilai jurnalistik yang benar pada berita?

Ya, tidak lain pembaca seolah terkesan dibodohi dengan produksi berita-berita yang kurang mendidik. Baik dalam karakter berita dari sebagian media online yang hanya memberikan informasi setengah-setengah, hingga kemudian menimbulkan multitafsir bagi pembaca yang menyesatkan.

Bukan hanya pada konten, tapi juga dalam struktur penulisan sebuah berita seyogyanya media sudah sepantasnya, mengedukasi masyarakat melalui berita yang taat pada prinsip dan kode etik jurnalistik yang ada. Bukan malah terkesan membodohi pembaca.

Penulis teringat memang tujuan clickbait kan untuk mencari penghasilan dari klik pembaca, bukan memberikan informasi atau edukasi pembaca.

Analoginya mungkin seperti ini. Siapa anda (pembaca) berhak mengatur kami (media)?
Ya, apalah daya kami (pembaca) yang hanya bisa berharap padamu media. Eh…

Penulis: Shafril Hidayat

Saat Kebenaran yang Diyakini Ternyata Sebuah Kebohongan
Pakaian Perempuan dan Kesenangan Laki-laki dalam Tren Stecu-Stecu
Kita yang Semakin Dibodohi Oleh Buku Motivasi
Pembusukan Otak Akibat Terjebak Scrolling Tanpa Akhir
Nasehat Ukhrowi yang “Menyesatkan”
TAGGED:Clickbaitmedia onlinetulisan tidak berimbang
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
PuisiUncategorized

Sore Itu

Shokhiful Fikri
25 Juli 2020
Bahtera Mimpi
Metode ATM Tidak Bisa Dijadikan Sebagai Acuan Kreativitas Otak
Dekan FITK: KH Hasyim Muzadi Penerus Pemikiran Gus Dur
Tiga Dalang Penolakan Jenazah Covid-19 di Semarang Akhirnya Ditahan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Nalar Cacat Clickbait Pada Media
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Nalar Cacat Clickbait Pada Media
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?