By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Miracle in Cell no. 7: Potret Kedzaliman Penguasa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
miracle in cell no. 7
Poster film "Miracle in Cell no. 7". (Dok. Internet)
Film

Miracle in Cell no. 7: Potret Kedzaliman Penguasa

Last updated: 6 Oktober 2022 6:58 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 6 Oktober 2022
Share
SHARE

Miracle in Cell no. 7 berkisah mengenai kebahagiaan anak perempuan (Kartika) yang sirna. Tatkala, ayahnya (Dodo) yang mengidap autisme, menjadi terdakwa dalam kasus pembunuhan anak gubernur dan harus dihukum mati tanpa pembelaan dan bukti yang konkrit, meskipun Dodo bukanlah pelakunya. Dengan menyampaikan alur film secara campuran, MIracle in Cell no. 7 sukses mengetuk sisi melankoli pembaca.

Film Miracle in Cell no. 7 yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo adalah hasil adaptasi dari film Korea Selatan dengan judul yang sama pada tahun 2013.  Rating Miracle in Cell no. 7 versi Indonesia mencapai 8.1/10, seri dengan versi originalnya.

Apabila diperhatikan dengan seksama, film Miracle in Cell no. 7 menyelipkan sindiran halus atas praktik kedzaliman tokoh publik yang seringkali berbuat sewenang-wenang. Ini dibuktikan pada adegan ketika surat pernyataan Dodo telah direkayasa atas permintaan Gubernur.

Dodo dihampiri langsung oleh Gubernur untuk menyatakan pernyataan palsu di depan hakim dengan taruhan nyawa Kartika. Tidak berhenti sampai di situ, Gubernur juga mengancam Pengacara pembela Dodo, ia terpaksa bungkam untuk menyelamatkan karier dan hidupnya sendiri.

Dalam dunia pengadilan, ketika terdakwa mengakui kesalahannya, maka segala bukti ataupun pembelaan tidak lagi bernilai. Secara tidak langsung, mungkin seperti inilah salah satu gambaran kedzaliman tokoh publik yang tidak terekspos oleh media—memanfaatkan jabatan dan kuasanya untuk menindas rakyat yang (dianggap) lebih lemah.

Dodo (Vino G. Bastian) sebagai tokoh protagonis memiliki jiwa pemaaf digambarkan melalui sikapnya yang gemar menolong meskipun dia pernah dijahati oleh orang tersebut, rela berkorban demi sosok yang dicintai, dibuktikan melalui scene ketika ia harus berkata bohong di depan hakim untuk menyelamatkan nyawa putrinya.  Berlawanan dengan tokoh Gubernur Willy Smith (Iedil Putra) yang pendendam dan licik.

Meski cerita mengharukan sekaligus mencekam, di dalam Miracle in Cell no. 7 disisipkan humor melalui teman seperjuangan Dodo selama di penjara. Tokoh banyol yang diperankan oleh Indro Warkop, Bryan Domani, Indra Gunawan, dan Rigen Rakelna sukses mengocok perut pemirsa. Selain lucu, mereka juga menunjukkan sisi kehidupan manusia yang tak selalu hitam atau putih saja. Meski berstatus sebagai tahanan, mereka memiliki hati yang murni dan secara kooperatif membantu Dodo melarikan diri atas tuduhan palsu yang diterimanya.

Sinematik dalam film ini cukup bagus, salah satunya ketika mereka menggunakan teknik pengambilan gambar bird view, yang memperlihatkan bentuk penjara dari luas secara jelas dan sebagai pembuktian bahwa lokasi shooting benar-benar dilakukan di penjara asli. Backsong yang dipakai sangat mendukung, sehingga berhasil mengaduk emosi penonton dan berlinang air mata.

Dialog yang digunakan adalah bahasa percakapan sehari-hari yang cukup ringan dan mudah dicerna, selaras dengan rating film yang ditujukan untuk Semua Umur (SU). Akan tetapi, dalam film Miracle in Cell no. 7 terdapat banyak adegan kekerasan secara fisik dan verbal, seperti adegan berkelahi dan kosakata kasar. Mengingat rating film SU, dikhawatirkan penonton yang masih anak-anak atau remaja dapat terpengaruh buruk jika menonton tanpa pendampingan dan pengawasan orang tua.

Kendati demikian, Miracle in Cell no. 7 sangat direkomendasikan untuk ditonton, karena terselip beberapa pesan moral, di antaranya untuk menumbuhkan jiwa humanisme di tengah perkembangan kejahatan di zaman modern ini, berani membela kebenaran, jangan menyimpan dendam, dan yang paling penting tidak memanfaatkan kekuasaan untuk hal negatif yang merugikan orang lain.

Melalui film ini juga dapat mengubah persepsi masyarakat, bahwa tidak semua manusia yang mendekam di penjara adalah makhluk yang hina dan tidak semua penguasa dapat mengayomi rakyatnya. Kehidupan manusia bukan hanya hitam atau putih, tetapi setiap manusia memiliki sisi hitam, putih, dan warna lainnya dalam hidup masing-masing.


Identitas Film:

Judul Film: MIracle in Cell no. 7
Pemeran: Vino G. Bastian, Graciella Abigail, Mawar de Jongh.
Production House: Falcon Pictures
Produser: Frederica
Sutradara: Hanung Bramantyo
Skenario: Lee Hwan-kyung, Alim Sudio
Penata Musik: Purwacaraka

Rilis: 8 September 2022
Durasi: 2 jam 25 menit
Kategori: Anak-anak
Rating: Semua Umur (SU)
Resentator: Shinta Ayu Aini

[Resensi Film] Kisah Pencarian dan Balas Dendam Saudari Perempuan
[Resensi Film] Teori Relativitas Waktu Albert Einstein dalam Panggung Film
Recall Reformasi Melalui Mockumentary
Mencari Arti Bahagia dalam Sebuah Keluarga
Kebebasan Absolut dalam Nihilisme Joker
TAGGED:drama koreamiracle in cell no. 7resensi filmresensi film miracle in cell
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Syaifuddin Zuhri, Implementasi sifat Rasulullah, UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria Kampus

Implementasi Sifat Rasulullah guna Raih Integritas dan Sinergitas

Redaksi SKM Amanat
24 Maret 2023
Tabloid SKM Amanat Edisi 70
Imam Taufiq: UIN Walisongo Bersholawat Tembus Lebih dari 10 Ribu Peserta
Pesan Orang Tuanya Dorong Siti Mudrikah Raih Wisudawan Terbaik FEBI
Trisyana Bagikan Kunci Jadi Penyiar dalam Talkshow Penyiaran MBS FDK
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Miracle in Cell no. 7: Potret Kedzaliman Penguasa
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Miracle in Cell no. 7: Potret Kedzaliman Penguasa
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?