By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Menunggu Sumpah Generasi Ngopi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sumber : majalah.ottencoffee.co.id
Esai

Menunggu Sumpah Generasi Ngopi

Last updated: 26 Januari 2021 9:28 pm
Muhamad syamsul ma arif
Published: 26 Januari 2021
Share
SHARE
Sumber : majalah.ottencoffee.co.id

Aktvitas ngopi, dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan trend yang cukup tinggi. Hal itu terlihat misalnya dari menjamur kedai kopi di banyak daerah dan kota besar di Indonesia. Namun, sebetulnya, ada perubahan dari aktivitas ngopi hari ini dengan semangat awalnya. Aktivitas ngopi kini seolah tak lebih dari sekedar pemenuhan gaya hidup dan status sosial dari si penikmat.

Anggur dari Arab

Sejarah mencatat bahwa kopi pertama kali ditemukan di dataran Afrika pada abad ke-9, tepatnya di dataran tinggi Ethopia. Akan tetapi, penyebaran penjualan kopi dikendalikan oleh pedagang Arab, hingga biji kopi ditanam luas di Afrika Utara hingga tersebar ke Asia dan Eropa.

Kata kopi sendri ada yang mengatakan berasal dari bahasa arab qohwah yang berarti kekuatan atau energi. Penggunaan bahasa qohwa tak lepas dari kandungan kopi yaitu kafein yang memiliki efek memabukan. Bangsa Eropa menyebut kopi sebagai “Anggur dari Arab”. Cukup masuk akal bangsa eropa menyebut seperti, karena memang kopi menjadi minuman orang Arab pada saat itu.

Bahkan sejarah membuktikan bahwa kopi sangat dekat para suffi saat itu, kopi membatu para mereka tetap terjaga di malam hari untuk mendekatkan diri pada sang ilahi. Salah satu ulama suffi yang begitu populer yaitu Syaid Abu Bakar Alidrus, ia sangat terkenal dengan dampak baik pemanfaatan kopi. Ia bahkan menuliskan sajak-sajak kosidah tentang kopi.

Bahkan kopi juga mendapatkan julukan minuman para malaikat. Menurut legenda persi, kopi untuk pertamakalinya diberikan oleh maliakat jibril kepada Nabi Muhammad SAW ketika beliau sedang mengantuk. Adapula yang menyebut bahwa kopi berasal dari kisah nabi Sulaiman yang ketika pergi ke sebuah kota yang masyarakatnya terjangkit penyakit misterius. Atas perintah malaikat jibril Sulaiman menyiapkan kopi tersangrai untuk diminum kepada penderita penyakit itu dan mereka berhasil sembuh.

Melihat kedua cerita di atas tentu tidak betul-betul benar, tidak ada bukti sejarah yang menyebutkannya, akan tetapi dari kisah itu kita dapat memahami bahwa kopi memberi dampak yang baik oleh para peminumnya. Selain kopi dengan para suffi, di Eropa tepatnya London pada tahun 1700 ada istilah “penny universites”.

Beberapa hikayat menyebutkan ada lebih 2000 kedai kopi yang menghargai kopinya hanya satu sen. Di dalam kedai orang berkumpul berjam-jam untuk mendengarkan berbagai diskusi menarik, mulai dari obat-obatan hingga berdagangan. Itu sebabnya disebuat “Univesitas Sen”.

Menanti sumpah dari secangkir kopi

Harus kita akui bahwa sejarah keemasan kopi telah berakhir. Sejarah kesucian kopi, agama, dan ilmu pengetahauan seolah tinggal cerita. Kopi yang tersaji di banyak kedai mewah dan biasa di seluruh Indonesia, kerap kalai dan hanya digunakanan untuk mengisi hati yang sepi dan konsumerisme gaya hidup.

Jumlah generasi ngopi hari ini memang tak sedikit. Namun, apakah lalu kemudian jumlah yang tak sedikit tersebut dapat membuat sebuah gerakan seperti halnya di Eropa? Pencerahan. Eureka.

Penulis : Syamsul

Kesadaran Menulis dari Perjumpaan dengan Soesilo Toer
Hak Buruh Perempuan yang Terabaikan
William Shakespeare dan Hakikat Kehidupan Sebagai Panggung Sandiwara
Alasan Mengapa Pikiran Harus Ditulis di Blog, Bukan di Story WA?
Fanatisme dalam Celebrity Worship
TAGGED:anggur arabgenerasi ngopikopisumpah kopi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Risya Runia
UIN WalisongoVaria Kampus

Risya Runia: 4 Cara Menjadi Beauty Influencer TikTok

Redaksi SKM Amanat
28 Februari 2023
Tanggapi Tuntutan Aktivis UKM, Dema Keluarkan Press Release
Gelar Annadwah al-Lugowiyah, UKM-U Nafilaah Ingin Hidupkan Bahasa Arab di UIN Walisongo
Nizar Ali Iingatkan Ijazah dan Gelar sebagai Amanah Perubahan
Peran Mahasiswa Runtuhkan Doktrin Orang Desa “Lemah”
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Menunggu Sumpah Generasi Ngopi
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Menunggu Sumpah Generasi Ngopi
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?