By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Menguak Rahasia CME Saat Gerhana Matahari Total
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
Artikel

Menguak Rahasia CME Saat Gerhana Matahari Total

Last updated: 8 April 2024 10:40 pm
Eka Rifnawati
Published: 8 April 2024
Share
SHARE
Gerhana matahari total, Fenomena ledakan matahari, Fenomena CME, Solar flare, GMT,
Ilustrasi solar flare (istockphoto.com)

Apa jadinya jika matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus? Mungkinkah hal seperti itu terjadi?

Ketika ketiganya dalam keadaan sejajar, belahan bumi yang terpapar bayangan bulan akan menjadi gelap seperti malam hari. Kejadian ini dikenal dengan Gerhana Matahari Total (GMT).

Menurut laporan Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA), GMT terjadi setidaknya dua kali dalam satu tahun. Intensitas terjadinya GMT maksimal lima kali dalam setahun.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi GMT akan terjadi pada hari ini, 8 April 2024.

Di tahun 2021, GMT bisa disaksikan di Indonesia. Namun tahun ini hanya akan terlihat di tiga wilayah dunia, Amerika, Mexico, dan Kanada.

National Center for Atmospheric Research (NCAR) menyebut bahwa GMT diiringi dengan ledakan pada matahari atau disebut solar flare. Muncratan dari ledakan ini disebut Coronal Mass Ejection (CME).

CME terjadi karena adanya aktivitas tak wajar pada atmosfer terluar matahari, yaitu corona. Gangguan magnetis pada lapisan ini umum terjadi pada fase maksimum matahari dalam siklus bintik matahari.

Saat CME terjadi, sekitar satu miliar ton material keluar dari matahari, dengan kecepatan ratusan kilometer per detik. Perbandingan jarak dan waktu yang sangat cepat ini bisa memunculkan ledakan dan kemungkinan bisa memengaruhi magnetosfer bumi atau perisai magnet yang mengelilingi bumi dan melindungi dari radiasi sinar matahari.

Jika terjadi tabrakan antara material matahari dengan magnetosfer, maka akan terjadi semburan radiasi ke atmosfer bagian atas bumi. Interaksi ini akan menyebabkan molekul gas atmosfer melepas cahaya dan bersinar, sehingga tercipta suatu pertunjukan cahaya luar biasa dalam bentuk aurora.

CME memang terjadi tepat ketika gerhana. Namun laporan BMKG menyebutkan bahwa GMT 8 April 2024 tidak memiliki keterhubungan dengan CME. Hanya saja ketika GMT berlangsung, pandangan matahari dari bumi terhalang oleh bulan dan terlihat sisi tepi. Pada sisi tepi inilah kita bisa menyaksikan dari bumi, tepian plasma matahari tampak meledak-ledak.

CME hanya akan terlihat di bagian yang terdampak gerhana saja. GMT tidak akan terlihat di wilayah Indonesia karena saat kejadian ini berlangsung, wilayah Indonesia dalam fase malam hari.

Eka Rifnawati

Menghilangkan Sakit Hati Akibat Penolakan
Wabah Virus Hanta dan Penyebarannya di Indonesia
Terjebaknya Generasi Milenial dalam Perangkap Sandwich Generation
Teddy, TNI, dan Potensi Dwifungsi ABRI II
Doa Keseharian yang Sering Terlupakan
TAGGED:cmefenomena gerhana Matahari totalfenomena gmtfenomena ledakan mataharifenomena solar flaregerhana matahari total
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Varia Kampus

Untuk Langgengkan Selawatan, Rektor Akan Undang Tokoh Ternama Tahun Depan

Afifah Kamaliyah
5 Oktober 2019
7 Cabang Lomba Bahasa Asing Ini Bakal Meriahkan Anniversary FUPK
Imam Taufiq Lantik Tiga Wakil Rektor Baru UIN Walisongo
Peringati Hari Kesehatan Mental Sedunia, FPK Gandeng HIMPSI Gelar Seminar Tanggap Bencana
Beredar Informasi KKN ‘Hantu’, LP2M Angkat Bicara
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Menguak Rahasia CME Saat Gerhana Matahari Total
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Menguak Rahasia CME Saat Gerhana Matahari Total
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?