By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Menguak Misteri Di balik Mudah Hilangnya Sendal Jepit
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
OpiniUncategorized

Menguak Misteri Di balik Mudah Hilangnya Sendal Jepit

Last updated: 5 Desember 2021 11:27 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 5 Desember 2021
Share
SHARE
Sumber: Tempo.co

Fenomena hilangnya sandal jepit di tengah keramaian, apalagi usai salat jumat hingga kini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan.

Ada yang beranggapan bahwa sandal jepit lebih nyaman dipakai dibanding sandal-sandal yang lain. Sehingga banyak orang yang kemudian tertarik memakainya, meskipun tanpa seiring pemiliknya.

Tapi, kenyataannya memang demikian. Sandal jepit memang nyaman, bahkan untuk kalangan kaum proletariat, hingga borjuis pun pernah memakai sandal jenis ini.

Usut punya usut, konon ketenaran sandal jepit ini sudah lahir sejak zaman Mesir Kuno. Orang India, Assyria, Romawi, Yunani, dan Jepang kuno pun sudah mengenakan sandal jepit. Dan sandal jepit pun kian populer setelah Perang Dunia II.

Dalam sebuah catatan, seorang tentara Amerika Serikat pernah membawa sandal jepit milik tentara Jepang yang terbuat dari ban bekas. Pada tahun 1960-an, alas kaki ini pun lantas populer di Amerika Serikat. Orang-orang Amerika mulai mendesain sandal jepit dengan warna dan motif yang lebih cerah. Hingga akhirnya sandal jepit telah menjadi bagian dari gaya hidup orang-orang di daerah California.

Ini membuktikan bahwa sandal jepit bernilai, legendaris, serta simbol pemersatu dan kemajemukan. Hal itu dibuktikan dengan kehadirannya yang selalu dibutuhkan. Tak peduli harganya yang murah, jika sandal itu berpindah, sang pemilik akan berusaha mencari meskipun ia kehilangan sandal tersebut.

Sandal jepit merupakan simbol pemersatu, bahkan mengandung nilai-nilai sosialisme. Barangkali, masyarakat tanpa kelas-nya Karl Marx hanya bisa tercipta di atas sandal jepit, bukan akibat pertentangan antara kaum borjuis dan proletar.

Semahal apapun sandal jepit ia akan selalu siap kapanpun akan digunakan, tidak perduli kaki sang pemilik kotor ataupun bersih. Tidak peduli dengan siapa mereka bergaul, dengan sandal mahal atau murah. Mereka semua sama-sama memberi manfaat.

Dan sandal jepit adalah milik semua orang, tidak perduli apa pekerjaanmu, apa agamamu, apapun suku, ras dan budayamu.

Jadi, sudahkah anda memakai sandal jepit? Atau barangkali anda merencanakan untuk mengambil sandal jepit di teras-teras masjid?

Penulis: Lawinda Rahmawati

Ma’had Online UIN Walisongo Sebagai Syarat Kelulusan MK Bahasa Arab
Radikalisme Agama dan Perguruan Tinggi
Abdul Ghofur Prioritaskan Green Campus, Riset, dan Penguatan SDM dalam Debat Calon Rektor UIN Walisongo
Ambivert; Kepribadian atau Tuntutan?
FISIP Mengadakan Silaturahmi Wali Mahasiswa Guna Persiapan PTM Terbatas
TAGGED:hilangMasjidopinisandal jepit
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
wisudawan terbaik febi, wisuda uin walisongo, risalatul muawanah, uin walisongo, febi uin walisongo, wisuda ke-97
Sosok

Aktif di Berbagai Kegiatan hingga Magang BEI, Risalatul Muawanah Berhasil Raih Wisudawan Terbaik FEBI

Redaksi SKM Amanat
25 Agustus 2025
Lara
Ikuti Diskusi Menjelang G20, Begini Tanggapan Duta Besar Rusia
Sempat akan Dibubarkan, Paduan Suara Hadiahkan Emas untuk FDK
Rangkaian Acara Comfest 2017, Bedah Buku sebagai Pematik Literasi Mahasiswa
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Menguak Misteri Di balik Mudah Hilangnya Sendal Jepit
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Menguak Misteri Di balik Mudah Hilangnya Sendal Jepit
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?