By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mengembalikan Fungsi Teknologi
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
ArtikelEsai

Mengembalikan Fungsi Teknologi

Last updated: 13 Februari 2020 5:12 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 13 Februari 2020
Share
SHARE

 

ilustrasi keberadaan teknologi dan manusia (www.pinterst.com).

Abad ke-21 bisa dibilang menjadi babak baru keberhasilan manusia dalam mengembangkan teknologi. Di abad ini pula teknologi menjadi lebih dominan dalam menguasai manusia.

Teknologi pada intinya adalah alat-alat ciptaan manusia yang ditemukan untuk memudahkan manusia menjalankan aktivitas kehidupannya. Namun, pada kenyataannya saat ini, teknologi tidak hanya memiliki fungsi demikian.

Ketika teknologi menjadi sangat dominan, tentu akan menimbulkan berbagai pertanyaan. Apakah manusia bisa merdeka dari jajahan teknologi? Bagaimana mereka menghadapi itu? Lalu, siapa yang diuntungkan dari kemajuan teknologi ini?

Yuval Noah Harari dalam bukunya 21 Lessons for the 21st Century menjawab pertanyaan situasi terkini yang dihadapi oleh manusia. Kendati banyak kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, nyatanya perkembangan itu juga menjadi bumerang bagi manusia hingga menimbulkan kecanduan yang berlarut-larut.

Hal itu tampak nyata, manakala sesuatu yang menjadi dasar dari perubahan teknologi mengalami kerusakan dan gangguan. Padamnya listrik massal atau Black Out beberapa waktu lalu, cukup untuk mengatakan bahwa, manusia abad-21 belum siap menghadapi efek ketergantungan teknologi.

Seperti kita ketahui, fenomena Black Out telah membuat Ibu Kota dan sekitarnya terjebak dalam kegelapan. Tak hanya itu, berbagai provider penyedia jaringan internet pun mengalami kelumpuhan.
Akibatnya, lebih dari 3 juta populasi manusia wilayah Ibu Kota dan sekitarnya mengalami kepanikan luar biasa.

Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita cenderung menghambakan diri dan mendewakan teknologi. Mereka lupa bahwa teknologi hanyalah sebuah alat, dan sebagai pencipta alat, sudah selayaknya manusia mampu menghadapi dengan kekuasaannya dan mengontrol diri agar tidak terjebak dalam kecanduan yang berlebihan.

Belajar dari fenomena ini, penulis ingin mengatakan bahwa perubahan yang akan terjadi di masa depan cenderung lebih cepat dan berbeda dibandingkan perubahan yang sudah terjadi sebelumnya seperti aufklarung, renaissance, dan revolusi industri.

Agaknya, manusia memang perlu menempatkan kembali teknologi sebagai alat, apabila tak ingin terus-menerus termodifikasi oleh teknologi. Dengan begitu keberadaan manusia sebagai tuan atas dirinya sendiri tidak bergeser.

Penulis: Fatimah Azzahro

Berani Berharap Harus Siap Kecewa
Menyoal Media Masa Kini
Ita Martadinata dan Pemerkosaan Massal 1998: Fakta yang Dirabunkan dari Penulisan Ulang Sejarah Indonesia
Menyoal Hukum Mengerjakan Salat di Akhir Waktu
Wacana Living Books di Tengah Nomophobia
TAGGED:esai teknologi dan keberadaanyafungsimanusiarevolusi industriteknologi
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Raih Runner Up I Kompetisi Siaran Radio Internasional, Mahasiswa UIN Walisongo Harumkan Indonesia

Khanif Maghfiroh
4 Juni 2017
Pelaku Pencuri Helm di Kampus UIN Walisongo Tertangkap, Ini Kronologinya
Kepala PSGA: 41,2% Mahasiswa Pernah Mengalami Pelecehan Seksual di Kampus
Wirda Mansyur dan Iqbalina Zahro Meriahkan Pembukaan Harlah HMJ Biologi
UKM Musik Bakal Rilis 7 Lagu Baru di Konser Sinfonia XIII
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mengembalikan Fungsi Teknologi
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Mengembalikan Fungsi Teknologi
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?