By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mencari Kebenaran Agama di Media
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Artikel

Mencari Kebenaran Agama di Media

Last updated: 13 Juli 2019 1:52 am
Mukhayatul Khoiroh
Published: 15 Mei 2019
Share
SHARE
(Sumber Foto: www.Bisnis.com).

“Kepada siapa saya harus mengikuti ajaran agama yang benar dan lurus, sesuai dengan prinsip Islam yakni Rahmatan Lil Alamin?”

Begitulah cuitan salah seorang teman saya saat sedang searching mencari materi untuk tugas kuliah. Ia dikejutkan oleh pertayaan salah seorang ustaz yang dalam isi cermahnya menghujat, mencela, dan mengkafir-kafirkan ustaz, ulama, dan kiai yang tidak memilki kesaamaan gagasan yang dibawanya.

Akhir-akhir ini banyak sekali tokoh-tokoh agama baru yang memanfaatkan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan ajaran Islam seperti Youtube, Facebook, dan Instagram. Tetapi dengan pesan-pesan dakwah yang menakutakan untuk didengar.

Banyaknya ustaz dan dai yang suka mengkafirkan, menyalahkan serta menghujat seperti, tatanan masyarakat yang sebelumnya sudah baik disalahkan, dan yang benar pun disesatkan. Tidak sebatas itu, isi ceramah yang disampaikan pun sampai mengklaim bahwa ajaran para ustaz, ulama, dan kiai sebelumnya dianggap salah.

Tentu tidak bisa dibenarkan perilaku ustaz seperti di atas. Islam sebagai agama yang mengajarkan kedamaiaan tentu melarangnya. Tetapi di era terbukanya semua suara, fenomena banyaknya ustaz yang menuai kontroversi tidak bisa kita hindari. Karena, arus media sosial tidak ada batas, tidak hanya para ustaz, bahkan siapaun bisa dengan mudah terkenal melalui media sosial.

Jika dikaji bersama, bisa saja yang dilakukan oleh mereka merupakan cara untuk mendapatkan perhatian khalayak. Maka, berani tampil beda dengan mencela perbedaan yang ada yaitu cara yang bisa saja dilakukan oleh mereka.

Membuat sensasi agar disorot oleh khalayak luas, agar mendapat perhatian. Padahal setelah penulis amati, ketika ceramahnya menjadi viral dan ia merasa enjoy dengan anime masyarakat, pelan-pelan ceramahnya tak ada beda dengan ulama lainnya.

Probematika penyebaran pesan agama di media memang masih menjadi perhatian di kalangan masyarakat kita. Polemik tentang isi ceramah juga masih belum memiliki aturan yang seragam dari pihak-pihak yang bertanggungjawab.

Banyaknya kebencian yang disampaikan oleh ustaz/dai di mimbar ceramah, mengingatkan kita pada peristiwa pembangkangan iblis atas perintah Allah Swt. Yang berdampak pada pengusiran Iblis dari surga. Dan sejak saat itu iblis berjanji untuk menjerumuskan manusia pada kesesatan hingga menggiringnya ke Neraka.

Seperti firman Allah Swt dalam surah Al A’raf : 16 – 17 yang artintya : Iblis berkata: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat),”

Dari firman Allah diatas, salah satu upaya Iblis untuk mencapai hajatnya adalah dengan menggiring manusia untuk menebar kebencian, kebohongan, perpecahan. Kebencian, kebohongan, perpecahan bisa muncul dari siapa saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Mereka yang kerap berperilaku seperti itu akan sulit mendengarkan nasehat orang lain.

Sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam untuk waspada, jangan mau diperalat iblis untuk menebar kebohongan dan jangan terbuai dengan kebohongan yang bertebaran. Berhati-hatilah! Karena selamanya, Iblis tidak akan menyerah untuk menjerumuskan manusia dalam kemungkaran sampai hajatnya diikuti oleh umat manusia.

Penulis: Liviana Muhayatul K

Akibat Keputusan Penempatan Ma’had, 321 Camaba Terancam Tidak Lanjutkan Kuliah
Hujan Deras Hari Pertama Sebabkan Rundown PBAK UIN Walisongo 2025 Berubah
Tips Sukses Public Speaking ala Eva Risti Winata
Dapatkan Informasi dari Grup Paguyuban, Pedagang Gerak Cepat ke UIN Walisongo
Enggan Melihat Orang Lain Lebih Maju? Waspada Crab Mentality!
TAGGED:artikel agamaberagama di sosial mediakebenaran agama di mediauin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Sritex, Sritex Pailit, Sritex Bangkrut, Penyebab Sritex Bangkrut, PHK Sritex
Artikel

Sritex Pailit; Petaka Banjir Impor oleh Pemerintah

Redaksi SKM Amanat
11 Maret 2025
Haidar Bagir Jelaskan Pesan yang Terkandung Dalam Bukunya “Dari Allah Menuju Allah”
Harmoni Cinta dalam Pendidikan
Krisis Hutan Hujan Tropis dan Sampah Plastik jadi Biang Pencemaran
3 Gaya Kepemimpinan Yang Dapat Ditiru Mahasiswa
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Mencari Kebenaran Agama di Media
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Mencari Kebenaran Agama di Media
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?