By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Memperbaiki Akses Baca, Menyelamatkan Peradaban Bangsa
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Dua anak sedang membaca buku (Dokumen Pixabay).
Opini

Memperbaiki Akses Baca, Menyelamatkan Peradaban Bangsa

Last updated: 15 Juni 2020 6:57 am
Agung Prastio
Published: 15 Juni 2020
Share
SHARE
Dua anak sedang membaca buku (Dokumen Pixabay).

Tolak ukur kemajuan dan peradaban suatu negara itu tergantung dengan bagaimana budaya minat baca dalam masyarakat. Jika minat baca warganya rendah, bukan tidak mungkin Negara itu akan tertinggal, karena perkembangan suatu Negara berjalan selaras dengan ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan hanya bisa di dapatkan dengan cara membaca. Apapun medianya.

Berdasarkan laporan dari Programme for International Student Assesment (PISA) 2018 tentang minat baca warga negara anggota The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Indonesia berada di skor 371 dari rata-rata skor 487. Kabar ini tentu bukan kabar yang bagus, karena data itu mengindikasikan betapa terpuruknya minat baca Indonesia.

Keadaan ini diperparah dengan akses pada bahan bacaan yang carut marut. Seperti yang disebutkan oleh Kemendikbud tahun 2016/2017 yang mengatakan bahwa perpustakan yang ada di sekolah baru memenuhi 60 persen dari jumlah seluruh sekolah di Indonesia. Parahnya,dari kisaran angka diatas hanya 20 persen saja perpustakaan yang dikatakan layak.

Meskipun pemerintah sudah meningkatan biaya operasional dari 5 persen menjadi 20 persen untuk pengembangan perpustakan. Sayangnya dana itu tidak terserap dengan baik, karena hanya dihabiskan untuk buku pelajaran saja yang membuat bahan bacaan tidak lagi variatif dan pada akhirnya berpengaruh pada minat baca anak.

Banyak faktor yang menyebabkan mengapa akses terhadap bacaan rendah. Selain karena kurangya gedung perpustakaan dan kelayakannya. Akses bacaan rendah, di satu sisi juga disebabkan karena harga buku yang masih tinggi.

Akses bahan bacaan yang rendah seharusya menjadi perhatian bagi pemerintah dan institusi masyarakat itu sendiri. Karena sejatinya mereka yang memiliki akses bahan bacaan rendah bukanlah golongan orang yang buta aksara.

Mereka adalah golongan masyarakat melek baca oleh Ignas Kleden dicirikan sebagai orang yang memiliki kemampuan membaca sederhana, tidak buta aksara, namun karena akses terhadap bahan bacaan rendah dan minimnya keperluan untuk mempraktikkannya. Jika hal ini dibiarkan, maka bisa jadi kemampuan baca menjadi berkurang atau bahkan hilang.

Penulis: Agung Prastio

Yang Datang Kian Hilang; Demonstrasi Mahasiswa
Hasil Pemilu dan Kedewasaan Kita
Dilematis Ekspektasi Keadilan dan Realitas Hukum
Antara Mencari dan Menikmati Kebahagiaan
Kampanye Sesat Iklan iPad Pro
TAGGED:Baca bukuBukumembacaminat baca
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Artikel

Tata Tertib yang Harus Diketahui Peserta Ujian SBMPTN

Afifah Kamaliyah
7 Mei 2018
SKM Amanat UIN Walisongo Juara 3 Website Terbaik Ajang LPM PTKI Challenge
Saut Situmorang Paparkan Pentingnya Strategical Thinking
SEMA-DEMA; UIN Walisongo Perlu Perubahan
Hima Bagikan Tiga Kunci Suksesnya Jadi Wisudawan Terbaik FPK
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Memperbaiki Akses Baca, Menyelamatkan Peradaban Bangsa
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Memperbaiki Akses Baca, Menyelamatkan Peradaban Bangsa
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?