By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Membiarkan Anak Bermain Gadget, Bijaksanakah?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Balita yang sedang serius dengan gawainya (Dok. Internet)
Artikel

Membiarkan Anak Bermain Gadget, Bijaksanakah?

Last updated: 8 Agustus 2019 2:28 pm
Afifah Kamaliyah
Published: 8 Agustus 2019
Share
SHARE
Balita yang sedang serius dengan gawainya. (Dok. Internet)

Kehidupan dan perkembangan teknologinya semakin berbeda saja. Banyak sekali yang berubah dan terlihat sangat jelas, baik dari gaya, penampilan, hingga model berpakaian.

Dulu, sekitar delapan tahun yang lalu, siswa sekolah dasar (SD) sudah mengenal yang namanya handphone (HP) namun hanya sebatas mengenal saja. Karena, kebanyakan orang tua takut jika anaknya gagal dalam pendidikan atau pun pergaulannya.

Sekarang, hampir semua anak SD ke mana-mana sudah pegang gawai. Bahkan, anak yang belum masuk Taman Kanak-kanak (TK) sudah banyak yang memainkannya. Gejala ini hampir merata di berbagai kota besar di Indonesia. Alasannya sederhana, dengan gawai, anak praktis tidak terlalu banyak tingkah. Sehingga, lebih mudah untuk diatur.

Banyak mamah muda (mahmud) tidak memikirkan efek negative bagi anak yang didapat dari bermain gawai di usia dini. Ironisnya adalah, ketika kalkulasi para mahmud hanya sebatas gengsi; perang gaya dengan anak tetangga. Gejala itu memang terlihat sepele, namun, mengkhawatirkan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Padahal, orang se-kelas Bill Gates yang menjadi pencipta teknologi modern di industri komputer saja mengekang anak-anaknya untuk tidak bermain gawai sebelum mereka berusia 14 tahun.
Dulu, kurang lebih tahun 2007, anak-anak usia SD jika ingin mengakses internet mereka dengan antusias berbondong-bondong pergi ke warung internet (warnet), hanya sekedar ingin membuka aplikasi yang dikenal luas, yaitu Facebook. Dengan mengambil paket personal yang hanya memberi waktu satu jam untuk menggunakan komputer warnet tersebut.

Sekarang, semua bisa diakses dengan mudah menggunakan ponsel pintar atau yang sering orang bilang sebagai gadget. Apalagi kuota internet pada gadget mudah diperoleh. Dari harga paling murah hingga harga termahal di kelasnya.

Padahal, banyak dampak buruk memberikan gadget pada anak, meski diakui bahwa internet juga memuat konten yang baik dan bagus. Dampak buruk yang akan didapat anak, contohnya, anak daapat terkena pengaruh buruk dari internet, menjadi ketergantungan dengan gadgetnya, cenderung menjadi seseorang yang malas bergerak. Untuk yang terakhir, ini yang menjadi alasan mengapa istilah mager ditemukan.

Tetapi, jika tidak bisa diberhentikan kebiasaan ini. Sebaiknya orang tua dapat mencegah terjadinya hal tersebut. Hal tersebut cukup dijadikan pelajaran saja untuk lebih tegas dalam memberikan peraturan bermain gadget pada anak.

Penulis: Afifah Kamaliyah

Mengenal Halalbihalal, Tradisi Islam yang Hanya Ada di Indonesia
Dunia Me Generation; Sebuah Perayaan Atas Budaya Narsisisme
Ramadhan, People Power, dan Keislaman Kita
Glass Ceiling, Penghambat Perempuan dalam Berkarir
5 Olahraga Ringan yang Bisa Dilakukan Hanya dalam 5 Menit
TAGGED:anak usia dinibahaya gadgetGadget
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Melawan Ketakutan dengan Harapan
ArtikelMilenial

Melawan Ketakutan dengan Harapan

Agus Salim I
17 Juni 2022
Nilai-Nilai Kehidupan Gus Dur
Nur Rohman; Pentingnya Solidaritas guna Meraih Tujuan yang Sama
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Pelatihan Hidroponik dan Aquaponik
Tabloid SKM Amanat Edisi 127
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Membiarkan Anak Bermain Gadget, Bijaksanakah?
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Membiarkan Anak Bermain Gadget, Bijaksanakah?
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?