By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Lenyapnya Identitas Kearifan Lokal dalam Arus Modernitas
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
ArtikelEsai

Lenyapnya Identitas Kearifan Lokal dalam Arus Modernitas

Last updated: 25 Oktober 2022 7:07 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 25 Oktober 2022
Share
SHARE
kearifan lokal
Perempuan berkebaya, salah satu identitas kearifan lokal Indonesia yang telah lenyap pada era modern. (KITLV)

Quaritch Wales mencetuskan istilah kearifan lokal dalam disiplin Antropologi sebagai local genius. Local genius dimaknai sebagai penerimaan budaya asing oleh kebudayaan setempat sehingga memungkinkan terjadinya akulturasi. Namun, dapatkah penerimaan budaya asing diimplementasikan dengan baik kala modernitas berkembang?

Namun, dalam realita justru modernitas menjadi pemicu lunturnya kearifan lokal. Senada dengan ungkapan Anthony Giddens, bahwa modernitas berisiko merapuhkan tiang-tiang peradaban tradisionalisme.

Modernitas membuat masyarakat semakin teredukasi dan berkembang dalam ranah ilmu pengetahuan serta teknologi. Di samping hal positif yang disuguhkan, ada beberapa dampak modernitas yang menjadi ancaman serta dapat merenggut identitas bangsa.

Minimnya Minat Masyarakat Indonesia terhadap Kearifan Lokal

Di Indonesia, kearifan lokal menjadi pandangan hidup yang terwujud dalam berbagai ranah kehidupan seperti nilai sosial dalam masyarakat. Salah satu nilai yang dapat ditemui adalah tolong menolong yang terwujud dalam kegiatan gotong-royong.

Di era kekinian, generasi muda kurang akrab dengan berbagai nilai kearifan lokal. Selanjutnya membuat retasnya ikatan generasi muda dengan jati dirinya sebagai penerus yang akan mewarisi identitas bangsa. Sebagian besar dari mereka terbawa mengikuti arus modernitas. Dapat dilihat dari maraknya generasi muda yang berperilaku, berpenampilan, hingga memiliki gaya hidup berkiblat pada budaya asing.

Kurangnya minat dalam melestarikan kearifan lokal menjadi salah satu faktor lunturnya tradisi. Berdasarkan analisis kearifan lokal Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) pada tahun 2016, tercatat hanya 5,90% penduduk melakukan kunjungan ke warisan budaya. Hasil olah SUSENAS MSBP 2015 juga menunjukkan sebanyak 70,2% masyarakat tidak menyaksikan pertunjukan seni budaya dalam kurun waktu tiga bulan.

Hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan akan potensi kearifan lokal. Edukasi pentingnya kearifan lokal tak sebanding dengan arus modernitas yang berkembang di lingkungan anak muda. Tentunya hal itu mengancam identitas bangsa sehingga kearifan lokal semakin kabur dari perhatian generasi terkini.

Tradisi yang memudar tidak dappat dibiarkan lebih lama. Sebagai langkah preverentif, edukasi kearifan lokal dapat dimasukkan sebagai pendidikan formal yang wajib diterima oleh generasi ke generasi. Nilai-nilai tradisional juga dapat diterapkan dan dikenalkan sejak dini, sehingga setiap generasi tetap merasa akrab dengan budaya di sekitar.

Tentunya kita tak ingin hidup tanpa identitas, hidup hanya dengan mengalir hanyut pada budaya asing. Melestarikan budaya lokal dalam keseharian adalah upaya untuk tetap memertahankan identitas. Jika bukan generasi masa saat ini, lalu siapa yang akan menyambungnya?

Penulis: Najwa Alfasahra Zen

Tambah Beban karena Tapera
Memaknai Lebih Dalam Hakikat Berkurban
Yang Tak Disentuh Gerakan Mahasiswa
Refleksi Agar Diri Merasa Pantas Untuk Dicintai
Multitasking: Dalang di Balik Kerusakan Otak
TAGGED:kearifan lokalmodernitasopini
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Parkir NCF UIN Walisongo, UIN Walisongo
UIN WalisongoVaria KampusWarta Mahasiswa

Pengguna Jalan Terganggu Akibat Sosialisasi Parkir NCF UIN Walisongo Tidak Tersebar Luas 

Salsabila Alifia Widuri
25 Mei 2023
Meriah, Selama Tiga Hari Fiesta Bagi-bagi Minuman Gratis di UIN Walisongo
Menelaah Kembali Tradisi Buka Puasa Bersama
Studi Pentas “Retno Manggali” Teater Mimbar Angkat Isu Pergeseran Nilai dan Dualisme
Iseng Ikut Jalan Sehat, Farrel Mahasiswa UIN Walisongo Dapatkan Doorprize Mesin Cuci
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Lenyapnya Identitas Kearifan Lokal dalam Arus Modernitas
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Lenyapnya Identitas Kearifan Lokal dalam Arus Modernitas
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?