By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Lakon Tampoma dalam Bingkai Perlawanan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
Features

Lakon Tampoma dalam Bingkai Perlawanan

Last updated: 16 Maret 2020 12:32 am
Ibnu A
Published: 30 November 2017
Share
SHARE
Di gubung pematang sawah Santoso( tengah) sedang menghibur Eko yang menangis pasca berkelahi dengan Cahyo. Pementasan Lakon Tampoma di Audit 1 kampus 1 UIN Walisongo, Selasa (28/11/2017). (Amanat/Sakti).

Skmamanat.com – kekejaman pemimpin yang terjadi di lingkup pedesaan menjadi sorotan Komunitas Seni Kampus Wahana Aspirasi Dakwah dan Seni (KSK Wadas). Ihwal itulah yang menjadi spirit sekaligus pesan dari pementasan lakon berjudul ‘’Tampoma” dalam acara puncak Hari Lahir KSK Wadas ke 38 di Auditorium I kampus 1 UIN Walisongo, Selasa (28/11/2017).

Diceritakan, di Desa Tampoma, terdapat kepala suku sekaligus pimpinan desa (diperankan oleh Muhammad Hafid, mahasiswa PMI semester satu) yang haus kekuasaan. Keinginannya adalah menjadi pemimpin seumur hidup. Supaya, ia dan antek-anteknya dapat terus menikmati kekayaan desa. Tak segan, ia juga akan membunuh siapapun yang menentang keinginannya.

Untuk mempemulus segala siasatnya, kepala suku itu meminta pertolongan kepada Mbah Sepat, dukun desa (diperankan oleh Dzulaikah, mahasiswa KPI semester satu).

Geram merasakan keadaan, Santoso seorang petani Desa Tampoma (diperankan oleh Shobibur Rahman  Mahasiswa FDK semester satu), merencanakan sebuah perlawanan terhadap kepala suku tersebut. Ia membangun gerakan bersama dua temannya, Eko, (diperankan oleh Ibnu Abdillah mahasiswa KPI semestrer tiga) dan Cahyo, (diperankan oleh Lukman Hakim mahasiswa  MHU semester satu).

Meskipun dengan ide cerita yang mencekam, pementasan ini tetap menampilkan candaan yang mengundang gelak tawa penonton yang memadati ruangan. Seperti  adegan ketika salah seorang warga datang ke dukun desa, ingin meminta jodoh. Oleh dukun, orang itu disuruh untuk membawa celana dalam seorang janda.

Eva Fauziah, selaku sutradara mengungkapkan, ide yang diangkat dalam pementasan ini adalah perlawanan antara kebaikan yang diwakili oleh petani dan kejahatan yang diwakili oleh kepala suku.

“Segala bentuk kejahatan pasti akan ada karmanya. Tidak ada yang kekal, termasuk kejahatan itu sendiri,” ungkap mahasiswi semester tiga jurusan KPI itu.

Ia menambahkan, naskah garapannya ini semua aktornya adalah calon warga baru KSK Wadas 2017.
Sementara itu salah satu penonton pementasan, Muhammad Rouf  mengatakan, pementasan ini sangat menghibur karena  sebagian adegan dalam teater diselipi denagn candaan khas pedesaan.

“Meskipun ada beberapa  pengucapan  kalimat yang salah, itu hal yang wajar. Maklum namanya juga pementasan. Semoga KSK Wadas tetap konsisten dan  lebih semangat berkarya, ” katanya.

Reporter: Ibnu Abdilah
Editor: Aulia’

 

Kafe Gethe Semarang, Teh Klasik Kental dengan Sejarah
Mengintip Pataba, Perpustakaan Keluarga Toer di Blora
Akhir Kisah Penggusuran Tambakrejo Dalam Pentas Siput dan Rumahnya
Mencari “Bintang” di Desa yang Nyaris Tenggelam
Agen Koran Adaptasi Zaman
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Romantisasi hidup, Romantisasi kunci kenyamanan hidup, Kunci Kebahagiaan, Meromantisasi hal kecil, Tips mendapatkan kebahagiaan
Esai

Mencari Kebahagiaan dengan Romantisasi Hidup

Eva Salsabila Azzahra
21 Maret 2024
Kontestasi Gender dalam Berpolitik: Bentuk Revolusi Lawan Patriarki
Imbas Longsor, Perbaikan Kantin FST UIN Walisongo Diperkirakan Capai 400-600 Juta
Buka Bersama dan Diskusi Terbuka, Persiapan Kuliah 100% Tatap Muka
Tabloid SKM Amanat Edisi 128
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Lakon Tampoma dalam Bingkai Perlawanan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Lakon Tampoma dalam Bingkai Perlawanan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?