By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kisah Pria Lulusan Kairo Capai Gelar Guru Besar Ilmu Dakwah
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sosok

Kisah Pria Lulusan Kairo Capai Gelar Guru Besar Ilmu Dakwah

Last updated: 26 Oktober 2023 3:32 pm
Redaksi SKM Amanat
Published: 26 Oktober 2023
Share
SHARE
Awaludin Pimay, Guru Besar Ilmu Dakwah, UIN Walisongo
Foto Awaludin Pimay, Guru Besar Ilmu Dakwah FDK UIN Walisongo, Rabu (25/10/2023). (Amanat/Saskia).

Amanat.id- Seutas senyum mengembang dan panjatan rasa syukur terucap tatkala Awaludin Pimay (62) menerima Surat Keputusan (SK) pada Rabu (11/10/2023) yang menyatakan bahwa dirinya terpilih menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo.

Pria kelahiran Sulawesi tersebut mengaku, perlu waktu yang tak singkat dalam mencapai prestasi tersebut.

“Saya membutuhkan waktu kurang lebih sepuluh tahun lamanya untuk bisa berada di posisi sekarang. Saya meniti karier dari seorang dosen, dilanjut menjadi dekan dari tahun 2015 sampai 2019,” ucapnya saat diwawancara oleh tim Amanat.id, Rabu (25/10/2023).

Terdapat beberapa persyaratan yang harus ditempuh Awaludin dalam mencapai gelar guru besarnya. Salah satunya dengan menerbitkan jurnal bertaraf internasional.

“Untuk menjadi guru besar, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi yaitu harus menerbitkan jurnal bertaraf internasional,” jelasnya.

Namun, dalam memenuhi syarat tersebut, Awaludin harus meningkatkan kapasitas jurnal terbitannya lantaran adanya perubahan dari lembaga terkait.

“Saat itu ada perubahan dari lembaga yang menaungi. Jadi, persyaratannya berubah dari yang awalnya jurnal internasional, kemudian berubah menjadi jurnal internasional bereputasi,” tuturnya.

Kendati demikian, pria lulusan universitas di Kairo tersebut tak merasa kesusahan. Kebiasaanya membaca buku mempermudahkan dirinya dalam merampungkan jurnal yang digarap.

“Sejak kecil membaca buku sudah menjadi hobi saya. Jadi, ketika membuat jurnal yang harus bertaraf internasional saya tidak merasa kesusahan,” ucapnya.

Terlepas dari tantangan yang dihadapi, Awaludin juga sempat terkendala selama pengumpulan berkas persyaratan. Berkasnya hilang saat terjadi perubahan struktural organisasi Kementerian Keagamaan (Kemenag).

“Saya sempat mengalami kendala saat mengumpulkan berkas menjadi guru besar. Ternyata, pihak Kemenag mengalami perubahan struktural organisasi. Jadi, berkas yang sudah dikumpulkan sempat hilang dan tidak diketahui di mana letaknya,” ujarnya.

Di sisi lain, saat berkasnya hilang, Awaludin sedang menjalankan ibadah umrah sehingga tidak bisa mengurusnya sendiri. Beruntung, ia dikelilingi dengan teman-teman yang selalu mendukungnya.

“Ketika saya mengalami kendala dalam mengumpulkan berkas, posisi saya sedang berada di Makkah untuk ibadah umrah. Saya pun meminta bantuan kepada teman-teman saya,” ucapnya.

Banyak hal yang memotivasi Awaludin dalam mencapai gelar guru besarnya. Salah satunya berasal dari guru spiritualnya.

“Saya belajar banyak dari guru spiritual saya, mulai dari kesabaran, tawaduk, ikhlas, ikhtiar, dan lainnya,” sebutnya.

Awaludin berpesan kepada mahasiswa UIN Walisongo agar bersungguh-sungguh dalam berkuliah.

“Harapan saya untuk seluruh mahasiswa di UIN Walisongo bisa lebih serius lagi saat sedang kuliah karena tugas utama seorang mahasiswa itu belajar dan terus berbenah. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan berikhtiar Kepada Allah SWT,” tutupnya.

Reporter: Saskia Rida Natasya
Editor: Fathur

Ulin, Komandan Upacara HUT RI Ke-74 UIN Walisongo
3 Cara Hindari Dengki di Bulan Ramadan
Gandeng Mahesa Institue, WEC UIN Walisongo Gelar Webinar TOEFL
Spanduk Kritikan terhadap DEMA dan SEMA UIN Walisongo Hiasi Gedung PKM
Sempat Terhambat Pergantian Tema, Lusia Berhasil Raih Juara Pidato Bahasa Inggris
TAGGED:awaludin pimaydosen lulusan kairofdk uin walisongoguru besar ilmu dakwahguru besar uin walisongouin walisongo
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Opini

Mengingatkan Perjuangan Mahasiswa yang Belum Tuntas

Sigit A.F
6 Maret 2017
Majalah Soeket Teki SKM Amanat Edisi 10
Satria Aji Beberkan Tips Sukses dalam Penelitian
Majelis Dzikir Hubbun Nabi dan Peserta Apresiasi Meriahnya “FEBI dan PBAS Berselawat”
Selubung Teror dalam Wajah Negara
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Kisah Pria Lulusan Kairo Capai Gelar Guru Besar Ilmu Dakwah
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Kisah Pria Lulusan Kairo Capai Gelar Guru Besar Ilmu Dakwah
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?