By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Keteladanan Hewan Anjing Dalam Tausiyah Dzikir Akbar Dies Natalis ke-48 UIN Walisongo
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
Varia Kampus

Keteladanan Hewan Anjing Dalam Tausiyah Dzikir Akbar Dies Natalis ke-48 UIN Walisongo

Last updated: 16 Juli 2018 11:59 am
Naili Istiqomah
Published: 9 April 2018
Share
SHARE
KH Sirojan Muniro sedang memberikan tausiyahnya dalam acara Dzikir Akbar memperingati Dies Natalis ke-48 UIN Walisongo, Sabtu (7/4/2018). (Dok: Pribadi)

Skmamanat.com – KH Sirojan Muniro menyampaikan tausiyahnya dalam acara Dzikir Akbar memperingati Dies Natalis ke-48 UIN Walisongo, Sabtu (7/4/2018).

Bertempat di Auditorium II Kampus III, kyai yang berasal dari Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut menyampaikan mauizah khazanah mengenai sisi kebaikan dari hewan Anjing.

Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan ada beberapa sisi kebaikan dari hewan anjing. Diantaranya yaitu anjing tidak memiliki perut yang buncit, tidurnya sedikit, meninggal tidak membawa warisan serta tidak melupakan yang memberi makan. Mempraktikan sabda Nabi Muhammad, “jika lapar makanlah, dan berhentilah makan sebelum kenyang”, kemudian  tidak tidur kecuali sedikit, kita memang membutuhkan tidur tetapi tidak sampai melupakan kewajiban untuk beribadah.

Dijelaskan, anjing itu meskipun beberapa kali diusir akan balik lagi, hikmahnya meskipun kita gagal beberapa kali kita tetap istiqomah, berusaha terus menerus. Anjing meninggal tidak membawa warisan, maknanya sederhanalah dalam menjalani kehidupan. hewan tersebut juga bisa tinggal dimanapun berada, pelajaran bagi kita adalah tidak mengeluhkan keadaan tempat dimanapun berada, tapi selalu beribadah tanpa mengeluh.

“Tidak melupakan yang memberi makan berarti disetiap saat kita selalu mengingat yang memberi kita kehidupan yaitu Allah SWT,” ujarnya.

Selanjutnya, ia menambahkan hewan yang najis seperti anjng tidak selamanya hina. Tetapi juga memiliki sisi kebaikan yang perlu di ketahui. Demikian pula sebaik-baiknya orang pasti memiliki sisi buruk. Anjing tidak memiliki sifat dengki ketika dipercikan debu, maka ketika kita didzolimi jangan dengki dan marah kepada orang yang mendzolimi, jangan kalah dengan anjing.

Dikatakan juga, anjing ketika tempat tinggalnya di siram air akan berpindah tempat, itu mengajarkan agar kita berani berhijrah untuk yang lebih baik. Apalagi, anjing tidak melupakan orang yang memeliharanya, sudah seharusnya ketika kita sudah dibaiat oleh guru, kita tidak melupakan guru kita.

“Benda yang terkena najis anjing , masih bisa disucikan. Namun jika najis di hati manusia sukar disucikan.,” tuturnya.

Sirojan Muniro berharap di usia UIN Walisongo yang dewasa ini, mahasiswa dapat mengambil hikmah dari sisi kebaikan hewan anjing itu sendiri.

“Semoga mahasiswa dapat meneladani sisi-sisi kebaikan hewan anjing,” tegasnya.

Reporter: Naili Istiqomah
Editor: Khanif Maghfiroh
Nizar Ali Ingatkan Wisuda sebagai Titik Awal Perjuangan dan Harapan Baru
Simfoni ke-XIX, UKM Musik UIN Walisongo Tampilkan Paduan Suara dan Band Sekaligus
Ketua KPM UIN Walisongo Jadi Korban Tindak Represif Anggota PKM
Lulus Tanpa Skripsi, Rasya’ Alfirdaus Raih Wisudawan Terbaik FUHUM Lewat Publikasi Jurnal SINTA 3
Serba-Serbi Pemilwa UIN Walisongo; Banyaknya Calon Tunggal hingga Selalu Diwarnai Represifitas
TAGGED:al-hidmah uin walisongodies natalis uin walisongoDzikir Akbarkh sirojan muniro
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
kantin ditutup
Varia Kampus

Tiga Kantin di Kampus Dua Resmi Ditutup

Agus Salim I
9 Maret 2020
Satukan 3 Proses Akademik, LP2M UIN Walisongo Adakan Lokakarya Imsakiyah 1444 H
4 Langkah Positif Untuk Menurunkan Stres
Pentingnya Kolaborasi di Indonesia, Rumah Moderasi Beragama UIN Walisongo
Gus Muh; Sastra dan Jurnalisme, Satu Kesatuan yang Saling Mengikat
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Keteladanan Hewan Anjing Dalam Tausiyah Dzikir Akbar Dies Natalis ke-48 UIN Walisongo
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Keteladanan Hewan Anjing Dalam Tausiyah Dzikir Akbar Dies Natalis ke-48 UIN Walisongo
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?