By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Jalan Bahagia, Kamu Tipe yang Mana Altruisme atau Egoisme?
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
SeARCH
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Lifestyle

Jalan Bahagia, Kamu Tipe yang Mana Altruisme atau Egoisme?

Last updated: 27 November 2020 8:12 am
Mukhayatul Khoiroh
Published: 24 November 2020
Share
SHARE
sumber ilustrasi: pexels.com

Dalam sebuah kehidupan kebahagian menjadi sesuatu yang didamba semua orang. Ia sering disebut sebagai tujuan hidup. Mungkin tidak ada dalam sejarah kehidupan manusia di manapun yang tak ingin merasakan kebahagiaan.

Nabi Muhammad SAW misalnya pernah menyebut bahwa umatnya yang paling beliau sukai adalah yang paling keras tertawanya dalam artian yang paling bahagia.

Namun, dalam Psikologi tolak ukur kebahagiaan seseorang tidak bisa diukur sama rata. Hal ini lantaran keinginan yang dapat membuat orang bahagia itu berbeda-beda. Contohnya si A akan merasa bahagia saat ia bisa kumpul bersama keluarga meski dalam keadaan susah maupun senang. Sementara si B akan merasa bahagia jika ia dapat mencapai ambisinya karir (pekerjaan) tanpa memperdulikan orang di sekitarnya.

Ada pribadi orang yang dapat merasa bahagia tanpa melibatkan orang lain dalam pencapiannya atau egoisme. Sikap ini mengukur setiap kepentingan pribadi (Self-Interest) dan mempertahankan pandangan baik buruknya harus dipertahankan dan harus diikuti orang lain.

Ada pula beberapa orang yang bersifat suka dan senang untuk memperdulikan kepentingan orang lain. Orang dengan tipe seperti ini hanya akan merasa bahagia jika ia melihat orang lain bahagia sifat ini disebut dengan Altruisme yang merupakan lawan dari sifat egoisme.

Tentang Altruisme, seorang pemikir asal Perancis Auguste Comte (1857) menyebut jika altruisme merupakan sifat hakiki yang dapat memelihara kerukanan masyarakat. Dari banyak ajaran agama yang menyatakan bahwa sifat ini dianggap sebagai kebijaksanaan yang mulia bahkan disebut “Etika Emas”.

Cara pandang ini kemudian banyak diangungkan sebagai orang yang bergerak di bidang sosial dan sejenisnya.

Jika melihat latar belakang dan fokus kajian Auguste Comte yang notabene seorang sosiolog, wajar kemudian dia berpendapat demikian. Namun dalam sebuah aliran filsafat yang lain, pandanagan tersebut kemudian di balik. Egoisme dianggap lebih mulia, lantaran untuk membahagiakan yang di luar diri, seseorang itu harus terlebih dahulu bahagia. Pandangan ini, biasaya dianut oleh aliran filsafat individualisme.

Jadi baik altruisme atau egoisme sebenarnya sama-sama mendapat pembenaran dari sejumlah aliran filsafat. Yang salah kemudian jika yang tak memilih untuk bahagia.

Penulis: Liviana Mukhayatul K

Lima Keuntungan yang Bisa Didapat dari Kebiasaan Menulis
3 Gaya Kepemimpinan Yang Dapat Ditiru Mahasiswa
Hidup dengan Visi dan Aksi, Inilah 4 Manfaatnya
7 Aktivitas yang Biasa Dilakukan Mahasiswa UIN Walisongo Saat Libur Panjang
Mahasiswa Coba Ini Agar Tidur Berkualitas
TAGGED:altruismeauguste comtebahagiaEgoismekebahagiaan
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News

Lantai Rusak FSH Kian Parah

Fajar Bahruddin Achmad
4 Maret 2017
Muhyar Fanani: Sedekah Tidak Akan Membuat Kita Miskin
Pemilwa 2024: Tanggapan Ketua dan Wakil Ketua DEMA UIN Walisongo Periode 2025
Apa yang Salah dengan Hari Senin?
Mahasiswa UIN Walisongo Rela Jadi Badut Demi Hibur Pasien Covid-19
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Jalan Bahagia, Kamu Tipe yang Mana Altruisme atau Egoisme?
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Jalan Bahagia, Kamu Tipe yang Mana Altruisme atau Egoisme?
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?