By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Intelektual
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Kolom

Intelektual

Last updated: 12 Maret 2019 8:33 pm
Sigit A.F
Published: 11 Maret 2019
Share
SHARE
Ilustrasi kaum intelektual (Dokumen Internet).

Siapa intelektual? Pertanyaan ini tak terjawab dalam tulisan Farid Gaban (pemimpin redaksi geotimes.com),“penghianatan kaum intelektual”. Kritiknya yang menohok pada kelompotan dukungan alumni berbagai perguruan tinggi kepada 01 atau 02, seolah meniscayakan yang masuk dalam cakupan kritiknya adalah para intelektual.

Tentu bukan. Dan, intelektual tidak selatah itu. Ada definisi yang kabur. Elemen perguruan tinggi yang disamanilaikan.Tentu juga, ada beda produk-produk manusia oleh perguruan tinggi; Sarjana, ilmuwan, dan intelektual.

Sarjana adalah orang yang lulus dari Perguruan Tinggi dengan membawa gelar. Ilmuwan adalah orang yang mendalami ilmunya, kemudian mengembangkan ilmunya, baik dengan pengamatan maupun dengan analisisnya sendiri.

Di antara sekian banyak sarjana, beberapa orang sajalah yang kemudian berkembang menjadi ilmuwan. Sebagian besar terbenam dalam kegiatan rutin, dan menjadi tukang-tukang professional.

Intelektual bukan semata sarjana atau ilmuwan, namun mereka yang merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakatnya, menangkap aspirasi mereka, merumuskannya dalam bahasa yang dapat dipahami setiap orang, menawarkan strategi dan alternatif pemecahan masalah.

Julien Benda dalam La Trahison Des Clercs (1927): Intelektual adalah pejuang kebenaran dan keadilan, tekun dan menikmati bidang yang digelutinya, Tidak ditunggangi ambisius materi dan kepentingan sesaat, Berani keluar dari sarangnya untuk memprotes ketidakadilan dan menyuarakan kebenaran, walau mahal resikonya, dan oleh itu ia tidak takut penjara atau hidup susah.

Lalu, di mana posisi kelompotan alumni perguruan tinggi yang memantapkan dukungannya pada capres-cawapres yang hari ini sedang berlaga? Mereka pasti sarjana, magister, doktoral, atau bahkan ilmuwan. Namun, siapaa yang berani mengatakan mereka intelektual?

Kritik Farid Gaban, terhadap fenomena “memalukan” memang perlu. Namun, memasarkan kata intelektual sedemikian rupa juga bukan sebutan yang tetap untuk menggambarkan keadaan. Bisa-bisa, sebutan intelektual hari ini bernasib sama dengan sebutan ulama di masyarakat.

Penulis: Sigit Aulia Firdaus

Budaya Ngopi Mahasiswa dan Manfaatnya Bagi Tubuh
Gerak Politik Keluarga
Manusia Cermin dan Keadaan yang Memilukan
Budaya Negatif Netizen Dunia Maya
Kemajuan AI dan Sifat Kritis yang Dipertaruhkan
TAGGED:intelektualkaum intelektualkolom intelektual
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
UIN Walisongo, Rektorat UIN Walisongo
AkademikUIN Walisongo

UIN Walisongo Beri Perpanjangan Waktu Pembayaran UKT bagi Camaba SNBT 2023

Fitri Arifah
13 Juli 2023
3 Hari Pasca UIN Walisongo Bersholawat, Sampah Masih Berserakan di Lapangan
Lewat Syair Lagu, Sudjiwo Tedjo Soroti Perbedaan Pilihan dalam Pilkada
Pendaftaran BPI LPDP 2019 Resmi Dibuka, Berikut Ketentuan yang Harus Diperhatikan
Peri Sandi: Puisi sebagai Media Kritik
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Intelektual
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Intelektual
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?