By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Intelektual
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
Kolom

Intelektual

Last updated: 12 Maret 2019 8:33 pm
Sigit A.F
Published: 11 Maret 2019
Share
SHARE
Ilustrasi kaum intelektual (Dokumen Internet).

Siapa intelektual? Pertanyaan ini tak terjawab dalam tulisan Farid Gaban (pemimpin redaksi geotimes.com),“penghianatan kaum intelektual”. Kritiknya yang menohok pada kelompotan dukungan alumni berbagai perguruan tinggi kepada 01 atau 02, seolah meniscayakan yang masuk dalam cakupan kritiknya adalah para intelektual.

Tentu bukan. Dan, intelektual tidak selatah itu. Ada definisi yang kabur. Elemen perguruan tinggi yang disamanilaikan.Tentu juga, ada beda produk-produk manusia oleh perguruan tinggi; Sarjana, ilmuwan, dan intelektual.

Sarjana adalah orang yang lulus dari Perguruan Tinggi dengan membawa gelar. Ilmuwan adalah orang yang mendalami ilmunya, kemudian mengembangkan ilmunya, baik dengan pengamatan maupun dengan analisisnya sendiri.

Di antara sekian banyak sarjana, beberapa orang sajalah yang kemudian berkembang menjadi ilmuwan. Sebagian besar terbenam dalam kegiatan rutin, dan menjadi tukang-tukang professional.

Intelektual bukan semata sarjana atau ilmuwan, namun mereka yang merasa terpanggil untuk memperbaiki masyarakatnya, menangkap aspirasi mereka, merumuskannya dalam bahasa yang dapat dipahami setiap orang, menawarkan strategi dan alternatif pemecahan masalah.

Julien Benda dalam La Trahison Des Clercs (1927): Intelektual adalah pejuang kebenaran dan keadilan, tekun dan menikmati bidang yang digelutinya, Tidak ditunggangi ambisius materi dan kepentingan sesaat, Berani keluar dari sarangnya untuk memprotes ketidakadilan dan menyuarakan kebenaran, walau mahal resikonya, dan oleh itu ia tidak takut penjara atau hidup susah.

Lalu, di mana posisi kelompotan alumni perguruan tinggi yang memantapkan dukungannya pada capres-cawapres yang hari ini sedang berlaga? Mereka pasti sarjana, magister, doktoral, atau bahkan ilmuwan. Namun, siapaa yang berani mengatakan mereka intelektual?

Kritik Farid Gaban, terhadap fenomena “memalukan” memang perlu. Namun, memasarkan kata intelektual sedemikian rupa juga bukan sebutan yang tetap untuk menggambarkan keadaan. Bisa-bisa, sebutan intelektual hari ini bernasib sama dengan sebutan ulama di masyarakat.

Penulis: Sigit Aulia Firdaus

DEMA UIN Walisongo, Jangan Jadi Dewan Event Mahasiswa
Belenggu Pers di Tangan RUU Penyiaran
Kemajuan AI dan Sifat Kritis yang Dipertaruhkan
Kejahatan Orang-orang (yang Katanya) Saleh
Media Berdarah di Tangan Pemerintah
TAGGED:intelektualkaum intelektualkolom intelektual
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
PBAK UIN Walisongo, DEMA UIN Walisongo, PBAK 2025, Visit UKM-U, PBAK,
UIN WalisongoVaria Kampus

Buntut Masalah Visit UKM PBAK UIN Walisongo; Pengrusakan hingga Bantahan Mobilisasi Massa

Moehammad Alfarizy
23 Agustus 2025
Begini Cara Penggunaan Aplikasi Mendeley For Student yang Dikenalkan Helmi
4 Menteri Agama dalam MABIMS Hadiri International Webinar FSH
Ubah Aturan UKM-F, WR 3 UIN Walisongo; Tidak Dihapus, tetapi Diproporsionalkan
Electro Tabib Berikan Tips Memperoleh Skor 500 dalam Ujian TOEFL
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Intelektual
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Intelektual
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?