By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Flash Sale dan Setan Konsumerisme
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sumber ilusrasi: freepik.com
Opini

Flash Sale dan Setan Konsumerisme

Last updated: 19 November 2020 9:19 am
Ramadhani Sri Wahyuni
Published: 19 November 2020
Share
SHARE

 

Sumber ilusrasi: freepik.com

Kemunculan flash sale di beberapa toko online kiranya telah membuat candu bagi sebagian mahasiswa. Memang flash sale merupakan sebuah metode pemasaran yang digunakan oleh toko online, untuk menarik minat konsumen.

Realitanya cara itu cukup manjur pengaruhnya. Dibuktikan sikap kerelaan sang konsumen menunggu setiap tanggal flash sale yang telah ditentukan oleh toko online. Hingga pada akhirnya konsumen tersebut terjerumus pada sebuah sikap ketergantungan.

Nampaknya teman saya menjadi salah satu orang yang mengalami candu pada flash sale. Saat saya bertemu dengannya, duduk dan ngobrol di taman kampus, sesekali ia mengalihkan obrolan, dengan asyik bermain gawai. Dan ketika saya mencoba menengok kearah gawai miliknya yang sedang dibuka, ternyata ia sedang membuka salah satu aplikasi toko online. Melihat tanggal flash sale. Hingga kemudian ia membuka obrolan pembahasan baru tentang flash sale tersebut. Hal itu memang tidak hanya terjadi satu atau dua kali, namun bisa dibilang sering.

Kecenderungan pada flash sale, akhirnya tidak dapat dipungkiri menjadi salah satu gaya hidupnya. Dalam konteks ini, sang konsumen hanya terjebak dalam menuruti nafsu keinginan mendapatkan barang dengan harga murah. Meskipun pada dasarnya barang tersebut tidak menjadi salah satu kebutuhan sang konsumen.

Setan Konsumerisme

Realita di atas kiranya sesuai dengan ungkapan dari Jean Baudrillard. Ia menganggap bahwa masyarakat konsumeris (consumer society) sebenarnya tidak mencari manfaat dari produk yang dibeli. Namun lebih pada citra produk yang dapat memuaskan pribadinya.

Meskipun terkadang mereka yang cenderung bersikap konsumerisme, tidak lain telah memiliki alasannya masing-masing. Seperti kelebihan uang misalnya.
Namun bagaimanapun dalihnya, sikap tersebut tidak bisa dibenarkan adanya. Sebab dalam agama Islam pun, kita dilarang untuk bersikap boros.

Sebagaimana yang telah difirmankan Allah melalui QS. Al Isra : 26-27 yang artinya “Dan berikanlah kepada keluaarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang ada dalam perjalanan ; dan janganlah kamu menghamburkan (hartamu) dengan boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudaranya setan dan sesungguhnya setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”

Dalam ayat tersebut kiranya Allah telah melarang keras kita dalam berbuat pemborosan atau konsumerisme. Sebab dalam realita di sekeliling kita masih banyak orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan.

Kemudian dari uraian diatas, kita dihadapkan pada dua pilihan. Tetap menjadi masyarakat konsumerisme, atau berhenti untuk bersikap konsumerisme?

Penulis: Ramadhani Sri Wahyuni

Danantara, Harapan atau Ladang Korupsi Baru?
Kampus dalam Belenggu Rekor
Ambivert; Kepribadian atau Tuntutan?
Giant Sea Wall, Solusi atau Jalan Pintas Atasi Rob?
Yang Datang Kian Hilang; Demonstrasi Mahasiswa
TAGGED:belanjaflash salejean baudrillardkonsumerismetoko online
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Opini

Menumbuhkan Kembali Kesadaran Sosial Distancing

Ramadhani Sri Wahyuni
2 April 2020
PPM Didiskualifikasi dan Dapat Pengurangan Suara di Pemilwa UIN Walisongo
Himbauan Menristekdikti dalam Menghadapi Ujian Berbasis Komputer
LTMPT Umumkan Hasil SBMPTN 2019, Cek Linknya Disini
3 Buku Recomended yang Bisa Menemani Kamu Saat Libur Panjang
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Flash Sale dan Setan Konsumerisme
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Flash Sale dan Setan Konsumerisme
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?