By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
Reading: Duck Syndrome: Tampak Tenang Meski Banyak Tekanan
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
SeARCH
Have an existing account? Sign In
Follow US
Artikel

Duck Syndrome: Tampak Tenang Meski Banyak Tekanan

Last updated: 15 Juli 2022 4:07 pm
Eva Nur Yuliana
Published: 15 Juli 2022
Share
SHARE
Duck syndrome tetap tenang walau banyak tekanan
Ilustrasi Duck Syndrome. (Sumber: Psychologytoday)

Beberapa dari kita mungkin pernah melihat seseorang yang tampak bahagia serta menikmati hidup yang dimiliki. Namun, pernahkah terpikir, tekanan atau permasalahan apa saja yang harus disembunyikan oleh orang tersebut agar terlihat bahagia?

Contents
Penyebab Duck SyndromeCara Mengatasi Duck Syndrome

Berangkat dari hal tersebut, muncullah istilah Duck Syndrome atau sindrom bebek. Sebuah fenomena ketika seseorang dapat menutupi kesedihan bahkan permasalahan yang ada, agar terlihat baik-baik saja. Duck Syndrome muncul pertama kali di Stanford University, sebagai penggambaran akan permasalahan mahasiswa.

Istilah sindrom bebek ini menganalogikan keadaan bebek ketika berenang. Bebek akan terlihat tenang, tetapi kakinya aktif berenang untuk tetap menyeimbangkan badan di atas permukaan air. Hal inilah yang akhirnya dikaitkan dengan kondisi seseorang ketika menghadapi tekanan, tapi mencoba terlihat baik-baik saja.

Penyebab Duck Syndrome

Dilansir dari gramedia.com, seringkali Duck Syndrome terjadi pada fase usia menjelang dewasa, sekitar usia 20-an tahun. Penyebabnya kompleks dan bermacam, mulai dari trauma masa lalu, sikap perfeksionis, tuntutan lingkungan, akademik, sampai pola asuh orang tua yang kurang baik.

Hal inilah yang menyebabkan seseorang dapat merasa tertekan akan kehidupan yang sedang dijalani. Sehingga, memunculkan perasaan emosi negatif berupa kecemasan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara Mengatasi Duck Syndrome

Beberapa cara mengatasi Duck Syndrome, di antaranya:

1. Berlatih mencintai diri sendiri (Self Love)

Seseorang merasa bahwa dirinya harus menampilkan kesan baik tanpa ada masalah, dengan harapan agar orang sekitar tidak cemas. Sedangkan di dalam hatinya membutuhkan pengakuan bahwa permasalahan yang dihadapi amatlah berat. Untuk itu, mencintai diri sendiri sangat diperlukan sebagai bentuk penerimaan diri sendiri atas segala permasalahan.

2. Lakukan me time dan relaksasi

Me time dibutuhkan dalam upaya merelaksasi diri sendiri akan tekanan yang dihadapi. Dalam hal ini, aktivitas menyendiri dari ingar bingar permasalahan hidup dapat membantu mengembalikan mood. Perasaan baik-baik saja pun akan tercipta, bukan untuk menutupi kesedihan. Namun, karena merasa bahagia dengan diri sendiri.

3. Kenali kapasitas dan kemampuan diri

Upaya mengetahui kapasitas diri perlu untuk mengukur sejauh mana kemampuan pengelolaan dalam menghadapi permasalahan yang ada. Kesedihan yang dialami pun dapat dilalui hingga diselesaikan dengan baik. Terus meningkatkan skill dan melakukan kegiatan positif merupakan aktivitas yang dapat dilakukan selalu.

4. Konseling

Konseling bukanlah hal yang patut dihindari, apabila keadaan dirasa sudah perlu untuk ditangani oleh ahlinya. Melakukan konseling sangat berguna untuk penanganan Duck Syndrome ini. Untuk itu, jangan sungkan untuk meminta bantuan selama diperlukan.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai Duck Sydrome.

Apakah kamu pernah merasa mengalaminya?

Penulis: Eva NurYuliana

Korban Jadi Terpidana; Nalar Pincang Hukum di Indonesia
Cinta atau Harapan, Mana yang Sebenarnya Menyakitkan?
5 Karakter yang Harus Kamu Pahami Sebelum Jadi Relawan
Femisida: Duka Tak Tersuarakan Kaum Perempuan
Pakaian Perempuan dan Kesenangan Laki-laki dalam Tren Stecu-Stecu
TAGGED:Artikel psikologiDuck syndromekesehatan mental
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Artikel

Dilema Anak Hasil Sewa Rahim

Redaksi SKM Amanat
8 Desember 2019
4 Berkah Silaturahmi Menurut Antin Lathifah
GenBI UIN Walisongo Gelar Sosialisasi Pendampingan Legalitas UMKM Desa Kedungboto
Pembangunan Landmark UIN Walisongo Jadi Sorotan di Tengah Minimnya Lahan Parkir
Unggul dari FSH, FITK Juarai Debat Bahasa Arab Orsenik 2017
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Akademik
  • Sosok
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Duck Syndrome: Tampak Tenang Meski Banyak Tekanan
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Duck Syndrome: Tampak Tenang Meski Banyak Tekanan
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?