By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Amanat.idAmanat.idAmanat.id
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Bagaimana Mengurangi Dampak Negatif Penggunaan Gawai
Share
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Amanat.idAmanat.id
  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Advertorial
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
Search
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
Have an existing account? Sign In
Follow US
Sumber Ilustrasi: Shutterstock.com
Artikel

Bagaimana Mengurangi Dampak Negatif Penggunaan Gawai

Last updated: 27 Maret 2020 9:03 pm
Ivatunisa Khasanah
Published: 27 Maret 2020
Share
SHARE
Sumber Ilustrasi: Shutterstock.com

Gawai yang memudahkan pekerjaan manusia ternyata juga memiliki dampak negatif jika kita tidak menggunakannya dengan tepat. Misalnya, penggunaan gawai untuk membuka media sosial yang tujuan awalnya mencari hiburan setelah lelah beraktifitas. Hal ini biasa dilakukan, namun tanpa kita sadari membawa efek ketergantungan serta menghabiskan waktu.

Terlalu sering menggunakan gawai bukan untuk keperluan penting, namun hanya untuk bermain atau hiburan bisa membuat seseorang menjadi kecanduan. Penelitian yang dilakukan oleh Society Radiology Amerika Utara dengan mengambil sampel remaja mengungkapkan kecanduan gawai memiliki skor lebih tinggi dalam hal depresi, kegelisahan, insomnia, dan impulsif.

Seseorang yang kecanduan gawai umumnya lebih rentan merasa sedih, putus asa, dan kehilangan minat dalam hidup. Salah satu sebabnya bisa timbul karena ada perasaan untuk membandingkan diri sendiri dengan teman di media sosial yang meraih keberhasilan secara cepat, atau gaya hidup influencer dan artis yang terlihat lebih bahagia.

Melihat fenomena ini setiap individu seakan dihimbau untuk meningkatkan kesadaran batas-batas penggunaan gawai. Yaitu kesadaran akan durasi menggunakan gawai yang tidak boleh terlalu lama. Karena penggunaan gawai yang terlalu lama dapat menggangu pola tidur dan kesehatan.

Sumber Ilustrasi: Pixabay.com

Penelitian yang dilakukan oleh Rensselar Polytechnic Institute di New York mengatakan cahaya yang menyala dari gawai dapat mengganggu siklus tidur, karena paparan cahayanya dapat menurunkan kadar hormon melatonin dalam tubuh hingga 23 persen. Seseorang akan terus menerus kesulitan tidur jika setiap malam terpapar cahaya gawai. Ia akan tidur larut yang mengakibatkan bangun tidur dengan badan lemas dan berdampak pada hari yang akan ia jalani.

Dalam mengatasi hal ini perlu manajemen penggunaan gawai dengan membatasi durasi waktu pengoprasian dalam sehari. Tentukanlah batas-batas waktu dan prioritas penggunaan gawai untuk hal-hal yang penting atau perlu sesuai kebutuhan.

Memanfaatkan gawai dengan bijak bisa dilakukan sejak dini dengan pembiasaan. Misalnya, lebih mengutamakan penggunaan gawai untuk alat komunikasi atau bekerja. Serta mengurangi penggunaan gawai untuk hiburan yang dapat menuntun pada sikap kecanduan. Nah, apakah saat ini kita sudah bijak dalam menggunakan gawai?

Penulis: Ivatunisa Khasanah

Menyelamatkan Nalar Kritis di Era Digital
Bayang Akademik Non-akademik Setelah Lulus Kuliah
Menelaah Kembali Tradisi Buka Puasa Bersama
Merayakan Keputusasaan
Dilematis Ekspektasi Keadilan dan Realitas Hukum
TAGGED:artikelGadgetgawaihandphonemanajemen pengunaan gawai
Share This Article
Facebook Email Print

Follow US

Find US on Social Medias
FacebookLike
XFollow
YoutubeSubscribe
TelegramFollow

Weekly Newsletter

Subscribe to our newsletter to get our newest articles instantly!
[mc4wp_form]
Popular News
Features

Menyatu dengan Alam Ala NU Backpacker Ungaran

Redaksi SKM Amanat
10 Desember 2020
Bakti kepada Orang Tua, Motivasi Fakhriatul Azizah Raih Wisudawan Terbaik FUHum
Penerapan Pertama Wisuda Sistem Kuota, Konsep Akan Dikemas Lebih Khidmat
Lokasi KKN MIT Periode Januari Belum Bisa Dipastikan, Ini Penjelasan LP2M
Nafidatun Nisa, Wisudawan Terbaik FITK Selesaikan Skripsi Selama 3 Bulan
- Advertisement -
Ad imageAd image
Global Coronavirus Cases

Confirmed

0

Death

0

More Information:Covid-19 Statistics
  • Warta
    • Varia Kampus
    • Indepth
    • Seputar Ngaliyan
    • Regional
    • Nasional
  • Artikel
    • Esai
    • Opini
    • Mimbar
    • Kolom
    • Buku
    • Film
  • Milenial
    • Kesehatan
    • Teknologi
    • Melipir
  • Sosok
  • Akademik
  • Lainnya
    • Epaper
      • Tabloid SKM Amanat
      • Soeket Teki
      • Buletin SKM Amanat
      • Bunga Rampai
    • Ormawa
    • Jejak Amanat
  • Cerpen
  • Puisi
Reading: Bagaimana Mengurangi Dampak Negatif Penggunaan Gawai
Share

Tentang Kami

SKM Amanat adalah media pers mahasiswa UIN Walisongo Semarang.

Kantor dan Redaksi

Kantor redaksi SKM Amanat berlokasi di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Lantai 1, Kampus III UIN Walisongo, Jalan Prof. Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang, dengan kode pos 50185

  • Tentang Kami
  • Media Partner
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Advertorial
  • Kontak
Reading: Bagaimana Mengurangi Dampak Negatif Penggunaan Gawai
Share
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?